<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebenarnya Udara itu Terbuat dari Apa</title><description>Pernahkah Anda bertanya-tanya sebenarnya udara di sekeliling kita terbuat dari apa? Cek faktanya di sini!</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/17/56/2766852/sebenarnya-udara-itu-terbuat-dari-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/17/56/2766852/sebenarnya-udara-itu-terbuat-dari-apa"/><item><title>Sebenarnya Udara itu Terbuat dari Apa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/17/56/2766852/sebenarnya-udara-itu-terbuat-dari-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/17/56/2766852/sebenarnya-udara-itu-terbuat-dari-apa</guid><pubDate>Sabtu 18 Februari 2023 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Andera Wiyakintra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/56/2766852/sebenarnya-udara-itu-terbuat-dari-apa-GJD2CJQZS2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebenarnya Udara itu Terbuat dari Apa?</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/56/2766852/sebenarnya-udara-itu-terbuat-dari-apa-GJD2CJQZS2.jpg</image><title>Sebenarnya Udara itu Terbuat dari Apa?</title></images><description>Pernahkah Anda bertanya-tanya sebenarnya udara di sekeliling kita terbuat dari apa? Lalu, mengapa udara sangat penting tetapi begitu sulit dipahami dan misterius?
Pasti banyak orang beranggapan bahwa udara itu sebagian besar terdiri dari oksigen. Bagaimanapun juga, zat tersebut lah yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita saat kita bernafas. Meskipun oksigen adalah bagian penting dari udara, ternyata banyak hal lain yang membentuk udara di sekitar kita.
Jumlah oksigen di udara tidak sama di setiap tempat yang Anda kunjungi. Secara keseluruhan, oksigen menyumbang sekitar 21% untuk &amp;ldquo;pembentukan&amp;rdquo; udara. Namun, semakin jauh Anda dari permukaan laut, semakin sedikit oksigen yang bisa Anda hirup.
Sebagai contoh, jumlah oksigen akan sangat sedikit di udara ketika berada di puncak gunung yang tinggi. Itulah sebabnya para pendaki gunung sering kali harus menggunakan tabung oksigen untuk mendaki ke puncak-puncak tertinggi di dunia, seperti Gunung Everest.
BACA JUGA:Sebenarnya Apa Sih Perbedaan dari Aphelion dan Perihelion
BACA JUGA:Jika Ditimbang, Berapa Kira-kira Berat Bumi?

Sekitar 78% dari udara sebenarnya terdiri dari gas lain yang disebut nitrogen. Jika Anda menjumlahkan persentase tersebut di kepala Anda, Anda mungkin sudah mengetahui bahwa oksigen dan nitrogen hanya membentuk sekitar 99% dari udara. Lalu, zat atau bahan apa yang ada dalam 1% lainnya di udara?
Selain oksigen dan nitrogen, udara juga mengandung sejumlah kecil gas lainnya seperti karbon dioksida, helium, metana, argon, dan gas-gas lainnya. Namun, bukan hanya itu saja! Anda juga akan menemukan benda-benda lain tercampur di udara, seperti serbuk sari, spora, mikroba, debu, bahkan air.
Uap air di udara adalah bagian alami dari siklus air. Manusia merasakan uap air di udara terutama saat cuaca sedang lembab. Mungkin Anda menyadari saat sedang panas tapi udara terasa seperti basah padahal tidak turun hujan, itulah kelembapan.
Hari-hari yang lembab terasa sangat tidak menyenangkan karena jumlah uap air di udara mengganggu proses pendinginan alami tubuh Anda. Pada hari yang panas, tubuh Anda akan berkeringat untuk mendinginkan diri.
Keringat akan keluar dari tubuh dan menguap di kulit, proses inilah yang akan mendinginkan suhu tubuh Anda. Pada hari yang lembab, keringat tidak menguap ke udara seperti biasanya, karena sudah terlalu banyak uap air di udara.</description><content:encoded>Pernahkah Anda bertanya-tanya sebenarnya udara di sekeliling kita terbuat dari apa? Lalu, mengapa udara sangat penting tetapi begitu sulit dipahami dan misterius?
Pasti banyak orang beranggapan bahwa udara itu sebagian besar terdiri dari oksigen. Bagaimanapun juga, zat tersebut lah yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita saat kita bernafas. Meskipun oksigen adalah bagian penting dari udara, ternyata banyak hal lain yang membentuk udara di sekitar kita.
Jumlah oksigen di udara tidak sama di setiap tempat yang Anda kunjungi. Secara keseluruhan, oksigen menyumbang sekitar 21% untuk &amp;ldquo;pembentukan&amp;rdquo; udara. Namun, semakin jauh Anda dari permukaan laut, semakin sedikit oksigen yang bisa Anda hirup.
Sebagai contoh, jumlah oksigen akan sangat sedikit di udara ketika berada di puncak gunung yang tinggi. Itulah sebabnya para pendaki gunung sering kali harus menggunakan tabung oksigen untuk mendaki ke puncak-puncak tertinggi di dunia, seperti Gunung Everest.
BACA JUGA:Sebenarnya Apa Sih Perbedaan dari Aphelion dan Perihelion
BACA JUGA:Jika Ditimbang, Berapa Kira-kira Berat Bumi?

Sekitar 78% dari udara sebenarnya terdiri dari gas lain yang disebut nitrogen. Jika Anda menjumlahkan persentase tersebut di kepala Anda, Anda mungkin sudah mengetahui bahwa oksigen dan nitrogen hanya membentuk sekitar 99% dari udara. Lalu, zat atau bahan apa yang ada dalam 1% lainnya di udara?
Selain oksigen dan nitrogen, udara juga mengandung sejumlah kecil gas lainnya seperti karbon dioksida, helium, metana, argon, dan gas-gas lainnya. Namun, bukan hanya itu saja! Anda juga akan menemukan benda-benda lain tercampur di udara, seperti serbuk sari, spora, mikroba, debu, bahkan air.
Uap air di udara adalah bagian alami dari siklus air. Manusia merasakan uap air di udara terutama saat cuaca sedang lembab. Mungkin Anda menyadari saat sedang panas tapi udara terasa seperti basah padahal tidak turun hujan, itulah kelembapan.
Hari-hari yang lembab terasa sangat tidak menyenangkan karena jumlah uap air di udara mengganggu proses pendinginan alami tubuh Anda. Pada hari yang panas, tubuh Anda akan berkeringat untuk mendinginkan diri.
Keringat akan keluar dari tubuh dan menguap di kulit, proses inilah yang akan mendinginkan suhu tubuh Anda. Pada hari yang lembab, keringat tidak menguap ke udara seperti biasanya, karena sudah terlalu banyak uap air di udara.</content:encoded></item></channel></rss>
