<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BRIN Sebut Launching Inovasi Sering Jadi Ajang Pamer</title><description>Dia menyebut bahwa BRIN memang sejatinya adalah lembaga yang tak suka pamer.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/10/56/2762928/kepala-brin-sebut-launching-inovasi-sering-jadi-ajang-pamer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/10/56/2762928/kepala-brin-sebut-launching-inovasi-sering-jadi-ajang-pamer"/><item><title>Kepala BRIN Sebut Launching Inovasi Sering Jadi Ajang Pamer</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/10/56/2762928/kepala-brin-sebut-launching-inovasi-sering-jadi-ajang-pamer</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/10/56/2762928/kepala-brin-sebut-launching-inovasi-sering-jadi-ajang-pamer</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 20:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/56/2762928/kepala-brin-sebut-launching-inovasi-sering-jadi-ajang-pamer-7Anld4Ysu6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/56/2762928/kepala-brin-sebut-launching-inovasi-sering-jadi-ajang-pamer-7Anld4Ysu6.jpg</image><title>Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. (Foto: MPI)</title></images><description>BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejatinya merupakan lembaga yang menaungi riset dan inovasi. Sayangnya, kali ini inovasi yang dibuat oleh BRIN memang tidak terlihat secara nyata.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pun menanggapi nada sumbang yang menyebut lembaganya jarang melaunching inovasi. Ia menyebut bahwa BRIN memang sejatinya adalah lembaga yang tak suka pamer.

&quot;Kalau bicara lunching-launching itu gampang mas, buat pamer doang kan. Tapi kan apa betul itu jadi masuk industri? Saya suka ditanya kenapa enggak launcing, saya memamg enggak suka pamer sih,&quot; ungkapnya pada Jumat, (10/2/2023).

Handoko mengatakan bahwa peneliti harusnya jangan ditanya soal hasil inovasi tapi tanya terkait lisensi dan patennya. Menurutnya ini yang penting karena dengan fokus ke lisensi dan paten maka akan langsung masuk ke industri secara langsung.

&quot;Kita setiap tahun melansir dan menyerahkan royalti itu ke teman-teman kita. Itu hasilnya cukup lumayan, dan itu jauh lebih konkret dan menimbulkan efek ekonomi yang ril daripada hanya sekedar launching-launching,&quot; ujar Handoko.

Lebih lanjut dia, mengatakan jika peneliti bekerja dengan dikejar launching itu tidak akan efektif untuk hasil penelitian yang maksimal. Menurutnya dengan bekerja hanya fokus untuk melakukan launching, hasilnya justru malah kurang meyakinkan.Handoko pun menyampaikan bahwa untuk menggelar acara launching, hanya  akan menghabiskan biaya yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan  yang lebih berguna. Oleh karena itu, dia pun tidak ambil pusing terkait  permintaan Komisi VII DPR yang mengusulkan pencopotan kepala BRIN karena  dinilai tidak transparan dalam penggunaan pagu anggaran,

Pasalnya, Komisi VII DPR merekomendasikan dilakukannya audit khusus  terhadap penggunaan anggaran BRIN tahun 2022 oleh Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK). Hal ini dialkukan mengingat berbagai permasalahan BRIN  yang tidak kunjung selesai.

Menanggapi hal tersebut, Handoko menyebut usulan tersebut merupakan  ranah politik dari anggot DPR. Menurutnya, jabatan yang dia terima  didapat dari Keputusan Presiden, dan yang berhak untuk menanggalkan juga  Presiden. &quot;Saya ikut saja tergantung Presiden, karena saya juga  diangkat dengan Kepres&quot; lanjutnya.

Lebih lanjut, Handoko juga mengaku dirinya telah bertemu dengan Dewan  Pembina BRIN, Megawati. Ia mengisahkan bahwa respon Dewan Pembina  biasa-biasa saja lantaran itu hal yang biasa dalam berpolitik. &quot;Namanya  dinamika. Sudah biasa,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejatinya merupakan lembaga yang menaungi riset dan inovasi. Sayangnya, kali ini inovasi yang dibuat oleh BRIN memang tidak terlihat secara nyata.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pun menanggapi nada sumbang yang menyebut lembaganya jarang melaunching inovasi. Ia menyebut bahwa BRIN memang sejatinya adalah lembaga yang tak suka pamer.

&quot;Kalau bicara lunching-launching itu gampang mas, buat pamer doang kan. Tapi kan apa betul itu jadi masuk industri? Saya suka ditanya kenapa enggak launcing, saya memamg enggak suka pamer sih,&quot; ungkapnya pada Jumat, (10/2/2023).

Handoko mengatakan bahwa peneliti harusnya jangan ditanya soal hasil inovasi tapi tanya terkait lisensi dan patennya. Menurutnya ini yang penting karena dengan fokus ke lisensi dan paten maka akan langsung masuk ke industri secara langsung.

&quot;Kita setiap tahun melansir dan menyerahkan royalti itu ke teman-teman kita. Itu hasilnya cukup lumayan, dan itu jauh lebih konkret dan menimbulkan efek ekonomi yang ril daripada hanya sekedar launching-launching,&quot; ujar Handoko.

Lebih lanjut dia, mengatakan jika peneliti bekerja dengan dikejar launching itu tidak akan efektif untuk hasil penelitian yang maksimal. Menurutnya dengan bekerja hanya fokus untuk melakukan launching, hasilnya justru malah kurang meyakinkan.Handoko pun menyampaikan bahwa untuk menggelar acara launching, hanya  akan menghabiskan biaya yang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan  yang lebih berguna. Oleh karena itu, dia pun tidak ambil pusing terkait  permintaan Komisi VII DPR yang mengusulkan pencopotan kepala BRIN karena  dinilai tidak transparan dalam penggunaan pagu anggaran,

Pasalnya, Komisi VII DPR merekomendasikan dilakukannya audit khusus  terhadap penggunaan anggaran BRIN tahun 2022 oleh Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK). Hal ini dialkukan mengingat berbagai permasalahan BRIN  yang tidak kunjung selesai.

Menanggapi hal tersebut, Handoko menyebut usulan tersebut merupakan  ranah politik dari anggot DPR. Menurutnya, jabatan yang dia terima  didapat dari Keputusan Presiden, dan yang berhak untuk menanggalkan juga  Presiden. &quot;Saya ikut saja tergantung Presiden, karena saya juga  diangkat dengan Kepres&quot; lanjutnya.

Lebih lanjut, Handoko juga mengaku dirinya telah bertemu dengan Dewan  Pembina BRIN, Megawati. Ia mengisahkan bahwa respon Dewan Pembina  biasa-biasa saja lantaran itu hal yang biasa dalam berpolitik. &quot;Namanya  dinamika. Sudah biasa,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
