<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Twitter Centang Biru Gak Laku, Subscribernya Belum Sampai 1%</title><description>Kebijakan ini nampaknya tidak mendapat atensi banyak dari para penggunanya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/08/54/2761182/twitter-centang-biru-gak-laku-subscribernya-belum-sampai-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/08/54/2761182/twitter-centang-biru-gak-laku-subscribernya-belum-sampai-1"/><item><title>Twitter Centang Biru Gak Laku, Subscribernya Belum Sampai 1%</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/08/54/2761182/twitter-centang-biru-gak-laku-subscribernya-belum-sampai-1</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/02/08/54/2761182/twitter-centang-biru-gak-laku-subscribernya-belum-sampai-1</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/54/2761182/twitter-centang-biru-gak-laku-subscribernya-belum-sampai-1-ptCV8ZWncq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Aplikasi Twitter. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/54/2761182/twitter-centang-biru-gak-laku-subscribernya-belum-sampai-1-ptCV8ZWncq.jpg</image><title>Ilustrasi Aplikasi Twitter. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>SETELAH dibeli oleh Elon Musk, kebijakan Twitter memang mengalami perubahan drastis. Salah satu perubahan yang paling jelas adalah akun verified atau centang biru yang kini berbayar.

Jika dulu akun centang biru hanya bisa diperoleh setelah seseorang mendapatkan sejumlah followers, kini centang biru bisa didapatkan dengan membayar. Sayangnya, kebijakan ini nampaknya tidak mendapat atensi banyak dari para penggunanya.

Pasalnya menurut The Information, hanya 180.000 orang di AS yang telah membayar langganan Twitter pada pertengahan Januari. Angka tersebut hanya sekira 0,2 persen dari pengguna aktif bulanan situs web tersebut.

Padhaal, tercatat para pelanggan centang biru 62 persen berasal dari AS. Dari data tersebut pun terungkap bahwa Twitter hanya memiliki sekira 290.000 pelanggan centang biru di seluruh dunia, seperti dihimpun dari Engadget.

Twitter Blue dikenai biaya USD8 (Rp121 ribu) per bulan untuk pengguna yang membayar melalui web atau USD7 (Rp106 ribu) jika mereka membayar untuk langganan tahunan dan USD11 (Rp166 ribu) untuk mereka yang membayar melalui toko aplikasi Apple atau Google.

Karena opsi terakhir memberi raksasa teknologi potongan pembayaran pelanggan, Twitter masih hanya mendapat $8 sebulan dari pengguna secara keseluruhan. Dengan jumlah pengguna yang membayar saat ini, situs web hanya ditetapkan untuk menghasilkan USD27,8 juta (Rp 421 miliar) per tahun dari layanan langganannya.

Konon, Twitter baru saja meluncurkan kembali Blue pada pertengahan Desember tahun lalu setelah peluncuran awal yang tidak mulus sebulan sebelumnya. Itu pasti akan menambah lebih banyak pelanggan, meskipun masih harus dilihat apakah itu dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang ingin dilihat Musk.Sebagai catatan The Information, Musk memberi tahu karyawan Twitter  tahun lalu bahwa dia ingin setengah dari pendapatan situs web berasal  dari langganan kaena perusahaan harus membayar lebih dari USD1 miliar  (Rp 15,1 triliun) per tahun hanya untuk bunga dari pinjaman yang diambil  saat dia membeli situs web tersebut.

Elon menargetkan untuk memperoleh pendapatan sebesar USD3 miliar  (Rp45,5 triliun) untuk tahun 2023. Twitter harus memiliki cukup banyak  pelanggan untuk mendapatkan setengah dari itu dari Blue.

Salah satu cara yang dipertimbangkan perusahaan untuk mendapatkan  lebih banyak dari layanan langganannya adalah dengan menawarkan tingkat  keanggotaan dengan harga lebih tinggi yang memungkinkan pengguna  menjelajahi situs web tanpa iklan.

Twitter juga dilaporkan berencana membebankan bisnis USD1.000 (Rp15  juta) per bulan untuk lencana verifikasi emas mereka dan tambahan USD50  (Rp758 ribu) per bulan untuk setiap akun yang berafiliasi dengan mereka.</description><content:encoded>SETELAH dibeli oleh Elon Musk, kebijakan Twitter memang mengalami perubahan drastis. Salah satu perubahan yang paling jelas adalah akun verified atau centang biru yang kini berbayar.

Jika dulu akun centang biru hanya bisa diperoleh setelah seseorang mendapatkan sejumlah followers, kini centang biru bisa didapatkan dengan membayar. Sayangnya, kebijakan ini nampaknya tidak mendapat atensi banyak dari para penggunanya.

Pasalnya menurut The Information, hanya 180.000 orang di AS yang telah membayar langganan Twitter pada pertengahan Januari. Angka tersebut hanya sekira 0,2 persen dari pengguna aktif bulanan situs web tersebut.

Padhaal, tercatat para pelanggan centang biru 62 persen berasal dari AS. Dari data tersebut pun terungkap bahwa Twitter hanya memiliki sekira 290.000 pelanggan centang biru di seluruh dunia, seperti dihimpun dari Engadget.

Twitter Blue dikenai biaya USD8 (Rp121 ribu) per bulan untuk pengguna yang membayar melalui web atau USD7 (Rp106 ribu) jika mereka membayar untuk langganan tahunan dan USD11 (Rp166 ribu) untuk mereka yang membayar melalui toko aplikasi Apple atau Google.

Karena opsi terakhir memberi raksasa teknologi potongan pembayaran pelanggan, Twitter masih hanya mendapat $8 sebulan dari pengguna secara keseluruhan. Dengan jumlah pengguna yang membayar saat ini, situs web hanya ditetapkan untuk menghasilkan USD27,8 juta (Rp 421 miliar) per tahun dari layanan langganannya.

Konon, Twitter baru saja meluncurkan kembali Blue pada pertengahan Desember tahun lalu setelah peluncuran awal yang tidak mulus sebulan sebelumnya. Itu pasti akan menambah lebih banyak pelanggan, meskipun masih harus dilihat apakah itu dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang ingin dilihat Musk.Sebagai catatan The Information, Musk memberi tahu karyawan Twitter  tahun lalu bahwa dia ingin setengah dari pendapatan situs web berasal  dari langganan kaena perusahaan harus membayar lebih dari USD1 miliar  (Rp 15,1 triliun) per tahun hanya untuk bunga dari pinjaman yang diambil  saat dia membeli situs web tersebut.

Elon menargetkan untuk memperoleh pendapatan sebesar USD3 miliar  (Rp45,5 triliun) untuk tahun 2023. Twitter harus memiliki cukup banyak  pelanggan untuk mendapatkan setengah dari itu dari Blue.

Salah satu cara yang dipertimbangkan perusahaan untuk mendapatkan  lebih banyak dari layanan langganannya adalah dengan menawarkan tingkat  keanggotaan dengan harga lebih tinggi yang memungkinkan pengguna  menjelajahi situs web tanpa iklan.

Twitter juga dilaporkan berencana membebankan bisnis USD1.000 (Rp15  juta) per bulan untuk lencana verifikasi emas mereka dan tambahan USD50  (Rp758 ribu) per bulan untuk setiap akun yang berafiliasi dengan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
