<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Perbandingan Tes SIM Pengendara Motor di Indonesia dan Taiwan</title><description>VIRAL di media sosial sebuah video perbandingan tes mendapatkan SIM untuk pengendara motor di Indonesia dan Taiwan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/30/53/2755860/viral-perbandingan-tes-sim-pengendara-motor-di-indonesia-dan-taiwan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/30/53/2755860/viral-perbandingan-tes-sim-pengendara-motor-di-indonesia-dan-taiwan"/><item><title>Viral Perbandingan Tes SIM Pengendara Motor di Indonesia dan Taiwan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/30/53/2755860/viral-perbandingan-tes-sim-pengendara-motor-di-indonesia-dan-taiwan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/30/53/2755860/viral-perbandingan-tes-sim-pengendara-motor-di-indonesia-dan-taiwan</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2023 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Claudia Noventa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/30/53/2755860/viral-perbandingan-tes-sim-pengendara-motor-di-indonesia-dan-taiwan-HIQqSJf71d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral perbandingan tes SIM pengendara motor di Indonesia dan Taiwan. (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/30/53/2755860/viral-perbandingan-tes-sim-pengendara-motor-di-indonesia-dan-taiwan-HIQqSJf71d.jpg</image><title>Viral perbandingan tes SIM pengendara motor di Indonesia dan Taiwan. (Foto: Twitter)</title></images><description>VIRAL di media sosial sebuah video perbandingan tes mendapatkan SIM untuk pengendara motor di Indonesia dan Taiwan.
Dalam video tersebut, tes pengendara motor di Taiwan terlihat cukup mudah. Mereka hanya mengikuti alur di pinggir sebuah halaman yang sudah memiliki rambu-rambu buatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8zMC8xLzE2MTcyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Berbanding terbalik dengan Indonesia, yang menunjukkan polisi mengendarai motor dengan melewati jalan seperti angka delapan serta jalan zigzag.
Polisi yang mencontohkan tes tersebut tampak begitu lincah mengendarai motor dengan meliuk-liuk tanpa gagal.
Video tersebut langsung viral setelah sebuah akun meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo untuk mengubah sistem tes untuk pengendara motor.

BACA JUGA:7 Tempat Sewa Motor di Jakarta, Mulai dari Matic hingga Listrik&amp;nbsp;

BACA JUGA:5 Motor Kopling Bekas yang Pantas Diboyong, Harganya Dijamin Sepadan


&quot;Pak Kapolri @ListyoSigitP mohon diubah sistem test untuk mendapatkan SIM-C, bener2 gak penting pak skill naik motor meliuk-liuk kayak gitu, gak mendidik juga, untuk apa ditest la wong gak dipake teknik itu di jalan raya,&quot; tulis akun @bob***.
Permintaan tersebut juga disetujui oleh netizen lainnya. Bahkan banyak yang memberikan komentar cukup menohok.&quot;Iya pak, apalagi test yang angka 8, ampun gak masuk akal,&quot; ujar akun @omg***.
&quot;Kalau saya mending etika berkendaranya yang ditest, baca rambu,&quot; ucap akun @har***.
BACA JUGA:Intip Spesifikasi NIU Gova 03, Motor Listrik China dengan Bagasi Besar

&quot;Tes sim sebenarnya untuk belajar skil bersepeda atau memahami sistem rambu-rambu lalu lintas pak, @ListyoSigitP?,&quot; kata akun @tmg.
&quot;Kalau di Indonesia jalannya banyak berkelok-kelok. Kalau di Taiwan jalannya lurus tidak ada yang berkelok-kelok (emoji ketawa),&quot; kata akun @ake***.
&quot;Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah,&quot; komentar akun @fir***.</description><content:encoded>VIRAL di media sosial sebuah video perbandingan tes mendapatkan SIM untuk pengendara motor di Indonesia dan Taiwan.
Dalam video tersebut, tes pengendara motor di Taiwan terlihat cukup mudah. Mereka hanya mengikuti alur di pinggir sebuah halaman yang sudah memiliki rambu-rambu buatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8zMC8xLzE2MTcyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Berbanding terbalik dengan Indonesia, yang menunjukkan polisi mengendarai motor dengan melewati jalan seperti angka delapan serta jalan zigzag.
Polisi yang mencontohkan tes tersebut tampak begitu lincah mengendarai motor dengan meliuk-liuk tanpa gagal.
Video tersebut langsung viral setelah sebuah akun meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo untuk mengubah sistem tes untuk pengendara motor.

BACA JUGA:7 Tempat Sewa Motor di Jakarta, Mulai dari Matic hingga Listrik&amp;nbsp;

BACA JUGA:5 Motor Kopling Bekas yang Pantas Diboyong, Harganya Dijamin Sepadan


&quot;Pak Kapolri @ListyoSigitP mohon diubah sistem test untuk mendapatkan SIM-C, bener2 gak penting pak skill naik motor meliuk-liuk kayak gitu, gak mendidik juga, untuk apa ditest la wong gak dipake teknik itu di jalan raya,&quot; tulis akun @bob***.
Permintaan tersebut juga disetujui oleh netizen lainnya. Bahkan banyak yang memberikan komentar cukup menohok.&quot;Iya pak, apalagi test yang angka 8, ampun gak masuk akal,&quot; ujar akun @omg***.
&quot;Kalau saya mending etika berkendaranya yang ditest, baca rambu,&quot; ucap akun @har***.
BACA JUGA:Intip Spesifikasi NIU Gova 03, Motor Listrik China dengan Bagasi Besar

&quot;Tes sim sebenarnya untuk belajar skil bersepeda atau memahami sistem rambu-rambu lalu lintas pak, @ListyoSigitP?,&quot; kata akun @tmg.
&quot;Kalau di Indonesia jalannya banyak berkelok-kelok. Kalau di Taiwan jalannya lurus tidak ada yang berkelok-kelok (emoji ketawa),&quot; kata akun @ake***.
&quot;Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah,&quot; komentar akun @fir***.</content:encoded></item></channel></rss>
