<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petinggi Taliban Kini Punya Centang Biru di Twitter</title><description>Jika dahulu centang biru hanya bisa didapatkan oleh segelintir orang, kini mereka yang mau membayar bisa mendapatkan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/19/54/2749189/petinggi-taliban-kini-punya-centang-biru-di-twitter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/19/54/2749189/petinggi-taliban-kini-punya-centang-biru-di-twitter"/><item><title>Petinggi Taliban Kini Punya Centang Biru di Twitter</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/19/54/2749189/petinggi-taliban-kini-punya-centang-biru-di-twitter</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/01/19/54/2749189/petinggi-taliban-kini-punya-centang-biru-di-twitter</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/54/2749189/petinggi-taliban-kini-punya-centang-biru-di-twitter-jDHol2E5MW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Twitter. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/54/2749189/petinggi-taliban-kini-punya-centang-biru-di-twitter-jDHol2E5MW.jpg</image><title>Ilustrasi Twitter. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>SEJAK dibeli oleh Elon Musk, Twitter memang membuat beberapa kebijakan baru, baik untuk internal perusahaan maupun untuk para pengguna. Salah satu kebijakan yang berubah untuk para pengguna adalah layanan centang biru.

Jika dahulu centang biru hanya bisa didapatkan oleh segelintir orang, kini mereka yang mau membayar bisa mendapatkan centang biru. Bukan hanya artis atau pejabat top saja, kelompok Taliban tak ketinggalan juga memanfaatkan layanan verifikasi berbayar yang ditawarkan Elon Musk untuk membuat akun mereka memiliki lencana centang biru.

Seperti dihimpun dari Metro, setidaknya ada dua pejabat dari kelompok kontroversial itu yang telah membayar USD8 atau setara Rp 120 ribu untuk tanda centang verifikasi baru yang mengkilap di akun mereka.

Mereka adalah kepala departemen Taliban untuk 'akses ke informasi', Hedayatullah Hedayat serta kepala pengawas media di Kementerian Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Abdul Haq Hammad.

Selain para pejabat yang menggunakan layanan berlangganan di media sosial berlogo burung tersebut, empat pendukung Taliban terkemuka di Afghanistan ditemukan menggunakan tanda centang biru.Salah satunya adalah Muhammad Jalal, yang sebelumnya diidentifikasi  sebagai pejabat Taliban. Setelah mendapat centang biru, ia pun memuji  pemilik baru Twitter menyatakan bahwa Elon Musk membuat Twitter berjaya  kembali.

Namun, mulai hari Selasa kemarin, kedua akun tersebut tidak lagi  bertanda centang biru. Penghapusan tanda verifikasi tampaknya mengikuti  kemarahan para pengguna terhadap penguasa garis keras Afghanistan itu.

Pada bulan November, Elon Musk mengumumkan langganan Twitter Blue  yang mencakup fitur verifikasi. Fitur ini akhirnya diluncurkan pada  bulan Desember menawarkan manfaat dari 'peringkat prioritas dalam  pencarian, sebutan, dan balasan' untuk membantu melawan spam dan bot.</description><content:encoded>SEJAK dibeli oleh Elon Musk, Twitter memang membuat beberapa kebijakan baru, baik untuk internal perusahaan maupun untuk para pengguna. Salah satu kebijakan yang berubah untuk para pengguna adalah layanan centang biru.

Jika dahulu centang biru hanya bisa didapatkan oleh segelintir orang, kini mereka yang mau membayar bisa mendapatkan centang biru. Bukan hanya artis atau pejabat top saja, kelompok Taliban tak ketinggalan juga memanfaatkan layanan verifikasi berbayar yang ditawarkan Elon Musk untuk membuat akun mereka memiliki lencana centang biru.

Seperti dihimpun dari Metro, setidaknya ada dua pejabat dari kelompok kontroversial itu yang telah membayar USD8 atau setara Rp 120 ribu untuk tanda centang verifikasi baru yang mengkilap di akun mereka.

Mereka adalah kepala departemen Taliban untuk 'akses ke informasi', Hedayatullah Hedayat serta kepala pengawas media di Kementerian Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Abdul Haq Hammad.

Selain para pejabat yang menggunakan layanan berlangganan di media sosial berlogo burung tersebut, empat pendukung Taliban terkemuka di Afghanistan ditemukan menggunakan tanda centang biru.Salah satunya adalah Muhammad Jalal, yang sebelumnya diidentifikasi  sebagai pejabat Taliban. Setelah mendapat centang biru, ia pun memuji  pemilik baru Twitter menyatakan bahwa Elon Musk membuat Twitter berjaya  kembali.

Namun, mulai hari Selasa kemarin, kedua akun tersebut tidak lagi  bertanda centang biru. Penghapusan tanda verifikasi tampaknya mengikuti  kemarahan para pengguna terhadap penguasa garis keras Afghanistan itu.

Pada bulan November, Elon Musk mengumumkan langganan Twitter Blue  yang mencakup fitur verifikasi. Fitur ini akhirnya diluncurkan pada  bulan Desember menawarkan manfaat dari 'peringkat prioritas dalam  pencarian, sebutan, dan balasan' untuk membantu melawan spam dan bot.</content:encoded></item></channel></rss>
