<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca, Upaya Pemerintah Cegah Banjir karena Cuaca Ekstrem</title><description>Potensi hujan ekstrem besok itu akan terjadi di wilayah Jawa Barat bagian utara hingga Jawa Tengah bagian utara.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/29/56/2736589/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-upaya-pemerintah-cegah-banjir-karena-cuaca-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/29/56/2736589/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-upaya-pemerintah-cegah-banjir-karena-cuaca-ekstrem"/><item><title>Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca, Upaya Pemerintah Cegah Banjir karena Cuaca Ekstrem</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/29/56/2736589/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-upaya-pemerintah-cegah-banjir-karena-cuaca-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/29/56/2736589/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-upaya-pemerintah-cegah-banjir-karena-cuaca-ekstrem</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/56/2736589/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-upaya-pemerintah-cegah-banjir-karena-cuaca-ekstrem-sTp7uXNlUO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Cuaca Ekstrem. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/56/2736589/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-upaya-pemerintah-cegah-banjir-karena-cuaca-ekstrem-sTp7uXNlUO.jpg</image><title>Ilustrasi Cuaca Ekstrem. (Foto: Okezone)</title></images><description>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan adanya potensi hujan cuaca esktrem. Potensi hujan ekstrem besok itu akan terjadi di wilayah Jawa Barat bagian utara hingga Jawa Tengah bagian utara.

Agar tidak terjadi bencana banjir, pemerintah pun menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca atau disingkat TMC. Lantas apa itu sebenarnya TMC? Bagaimana cara kerjanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasan berikut.

Seperti dihimpun dari laman resmi Puspitek BRIN, TMC merupakan sebuah upaya untuk menambah curah hujan (rain enhancement) atau mengurangi intensitas curah hujan (rain reduction) di suatu daerah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOS8xLzE1OTY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TMC bisa dilakukan menggunakan pendekatan dua metode, yaitu metode mekanisme persaingan (competition mechanism) dan metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism).

Untuk metode competition mechanism diterapkan untuk aktivitas penyemaian awan yang dilakukan di darat dengan system Ground Based Generator yang dipasangkan di sejunlah titik.

Tujuannya adalah mengganggu proses fisika di dalam awan bagi awan-awan konvektif yang tumbuh di suatu daerah sehingga hujan yang terjadi dapat dipersingkat durasinya dan dikurangi intensitasnya.Sementra untuk metode Jumping process mechanism bertujuan untuk  mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki suatu  daerah.

Dengan bantuan radar, awan-awan yang terpantau banyak membawa uap air  dari laut dan bergerak menuju daerah tertentu akan &quot;dicegat&quot; jauh-jauh  dari wilayah target.

Dengan menggunakan pesawat, awan-awan tersebut disemai jauh di luar  daerah target dengan harapan mampu mengurangi suplai massa udara basah  yang pada akhirnya dapat mengurangi peluang kejadian hujan.

Dalam pelaksanaan penyemaian, TMC menggunakan bahan berupa NaCl  berbentuk super fine powder atau bubuk yang berukuran sangat halus dalam  orde mikron dan bahan semai &quot;CoSAT&quot;. Di Indonesia sendiri, biasanya  penyemaian turut melibatkan TNI-AU.</description><content:encoded>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan adanya potensi hujan cuaca esktrem. Potensi hujan ekstrem besok itu akan terjadi di wilayah Jawa Barat bagian utara hingga Jawa Tengah bagian utara.

Agar tidak terjadi bencana banjir, pemerintah pun menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca atau disingkat TMC. Lantas apa itu sebenarnya TMC? Bagaimana cara kerjanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasan berikut.

Seperti dihimpun dari laman resmi Puspitek BRIN, TMC merupakan sebuah upaya untuk menambah curah hujan (rain enhancement) atau mengurangi intensitas curah hujan (rain reduction) di suatu daerah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOS8xLzE1OTY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TMC bisa dilakukan menggunakan pendekatan dua metode, yaitu metode mekanisme persaingan (competition mechanism) dan metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism).

Untuk metode competition mechanism diterapkan untuk aktivitas penyemaian awan yang dilakukan di darat dengan system Ground Based Generator yang dipasangkan di sejunlah titik.

Tujuannya adalah mengganggu proses fisika di dalam awan bagi awan-awan konvektif yang tumbuh di suatu daerah sehingga hujan yang terjadi dapat dipersingkat durasinya dan dikurangi intensitasnya.Sementra untuk metode Jumping process mechanism bertujuan untuk  mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki suatu  daerah.

Dengan bantuan radar, awan-awan yang terpantau banyak membawa uap air  dari laut dan bergerak menuju daerah tertentu akan &quot;dicegat&quot; jauh-jauh  dari wilayah target.

Dengan menggunakan pesawat, awan-awan tersebut disemai jauh di luar  daerah target dengan harapan mampu mengurangi suplai massa udara basah  yang pada akhirnya dapat mengurangi peluang kejadian hujan.

Dalam pelaksanaan penyemaian, TMC menggunakan bahan berupa NaCl  berbentuk super fine powder atau bubuk yang berukuran sangat halus dalam  orde mikron dan bahan semai &quot;CoSAT&quot;. Di Indonesia sendiri, biasanya  penyemaian turut melibatkan TNI-AU.</content:encoded></item></channel></rss>
