<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini yang Terjadi di Bumi Jika Manusia Tak Pernah Ada</title><description>Lantas bagaimana jadinya jika di Bumi manusia tidak pernah ada?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/28/56/2736008/ini-yang-terjadi-di-bumi-jika-manusia-tak-pernah-ada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/28/56/2736008/ini-yang-terjadi-di-bumi-jika-manusia-tak-pernah-ada"/><item><title>Ini yang Terjadi di Bumi Jika Manusia Tak Pernah Ada</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/28/56/2736008/ini-yang-terjadi-di-bumi-jika-manusia-tak-pernah-ada</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/28/56/2736008/ini-yang-terjadi-di-bumi-jika-manusia-tak-pernah-ada</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/56/2736008/ini-yang-terjadi-di-bumi-jika-manusia-tak-pernah-ada-9eDHJXV7K4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bumi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/56/2736008/ini-yang-terjadi-di-bumi-jika-manusia-tak-pernah-ada-9eDHJXV7K4.jpg</image><title>Ilustrasi Bumi. (Foto: Reuters)</title></images><description>KEHADIRAN manusia menciptakan harmoni yang lebih berwarna di Bumi. Sebagian berhasil membuat peradaban yang lebih maju dan bermoral namun di sisi lain juga banyak yang membuat kehancuran dan kerusakan.

Lantas bagaimana jadinya jika di Bumi manusia tidak pernah ada? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul di benak sebagian orang. Untuk menjawabnya, simak paparan berikut, dirangkum dari Live Science, Rabu (28/12/2022).

Trevor Worthy, ahli paleontologi dan profesor di Universitas Flinders di Australia mengatakan bahwa Bumi tanpa kehadiran manusia akan menjadi tempat yang jauh lebih bervegetasi dengan variasi hewan yang melimpah.

Dunia tanpa manusia modern menurutnya juga akan membuat kerabat manusia yang telah punah, yakni Neanderthal akan tetap bertahan dan mereka akan mengambil peran penting dalam ekosistem Bumi.

Untuk diketahui, manusia telah membentuk dunia dengan mengorbankan banyak spesies, mulai dari dodo (Raphus cucullatus) hingga harimau Tasmania (Thylacinus cynocephalus), yang saat ini telah punah.

Kehadiran manusia di Bumi berperan mendorong tingkat kepunahan suatu spesies menjadi jauh lebih cepat, sehingga bisa disimpulkan bahwa jika tidak ada manusia di Bumi, maka Bumi akan menjadi tempat yang sangat liar.

Senada dengan Trevor, S&amp;ouml;ren Faurby, dosen senior zoologi di Universitas Gothenburg di Swedia, percaya bahwa manusia memainkan peran kunci dalam hilangnya banyak mamalia besar sejak ribuan tahun yang lalu.Ia mengatakan, tanpa manusia, Bumi sebagian besar akan menyerupai  Serengeti, yakni suatu wilayah geografis di Afrika yang terkenal  memiliki populasi hewan buas yang banyak yang juga termasuk sebagai  Taman Nasional.

&quot;Di dunia tanpa manusia, akan ada keragaman mamalia besar yang jauh  lebih besar, dan jika Anda melihat keragaman mamalia besar yang lebih  besar, Anda cenderung melihat habitat yang jauh lebih terbuka,&quot; kata  Faurby.

Sementara itu, Christopher Doughty, seorang profesor dan ahli ekologi  ekosistem di Northern Arizona University, berhipotesis bahwa tanpa  manusia di Bumi, elemen Bumi akan lebih merata di seluruh lanskap.

Ini berarti tanah yang lebih subur, yang akan menyebabkan ekosistem  menjadi lebih produktif. Doughty mengatakan jika unsur-unsurnya lebih  tambal sulam dalam ekosistem, produktivitasnya akan lebih tambal sulam.

Iklimnya mungkin juga disebut berbeda. Bahkan dikatakan apabila tidak  ada manusia, maka kemungkinan saat ini Bumi akan berada di tengah zaman  es lain karena krisis iklim dan pemanasan global tertunda.</description><content:encoded>KEHADIRAN manusia menciptakan harmoni yang lebih berwarna di Bumi. Sebagian berhasil membuat peradaban yang lebih maju dan bermoral namun di sisi lain juga banyak yang membuat kehancuran dan kerusakan.

Lantas bagaimana jadinya jika di Bumi manusia tidak pernah ada? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul di benak sebagian orang. Untuk menjawabnya, simak paparan berikut, dirangkum dari Live Science, Rabu (28/12/2022).

Trevor Worthy, ahli paleontologi dan profesor di Universitas Flinders di Australia mengatakan bahwa Bumi tanpa kehadiran manusia akan menjadi tempat yang jauh lebih bervegetasi dengan variasi hewan yang melimpah.

Dunia tanpa manusia modern menurutnya juga akan membuat kerabat manusia yang telah punah, yakni Neanderthal akan tetap bertahan dan mereka akan mengambil peran penting dalam ekosistem Bumi.

Untuk diketahui, manusia telah membentuk dunia dengan mengorbankan banyak spesies, mulai dari dodo (Raphus cucullatus) hingga harimau Tasmania (Thylacinus cynocephalus), yang saat ini telah punah.

Kehadiran manusia di Bumi berperan mendorong tingkat kepunahan suatu spesies menjadi jauh lebih cepat, sehingga bisa disimpulkan bahwa jika tidak ada manusia di Bumi, maka Bumi akan menjadi tempat yang sangat liar.

Senada dengan Trevor, S&amp;ouml;ren Faurby, dosen senior zoologi di Universitas Gothenburg di Swedia, percaya bahwa manusia memainkan peran kunci dalam hilangnya banyak mamalia besar sejak ribuan tahun yang lalu.Ia mengatakan, tanpa manusia, Bumi sebagian besar akan menyerupai  Serengeti, yakni suatu wilayah geografis di Afrika yang terkenal  memiliki populasi hewan buas yang banyak yang juga termasuk sebagai  Taman Nasional.

&quot;Di dunia tanpa manusia, akan ada keragaman mamalia besar yang jauh  lebih besar, dan jika Anda melihat keragaman mamalia besar yang lebih  besar, Anda cenderung melihat habitat yang jauh lebih terbuka,&quot; kata  Faurby.

Sementara itu, Christopher Doughty, seorang profesor dan ahli ekologi  ekosistem di Northern Arizona University, berhipotesis bahwa tanpa  manusia di Bumi, elemen Bumi akan lebih merata di seluruh lanskap.

Ini berarti tanah yang lebih subur, yang akan menyebabkan ekosistem  menjadi lebih produktif. Doughty mengatakan jika unsur-unsurnya lebih  tambal sulam dalam ekosistem, produktivitasnya akan lebih tambal sulam.

Iklimnya mungkin juga disebut berbeda. Bahkan dikatakan apabila tidak  ada manusia, maka kemungkinan saat ini Bumi akan berada di tengah zaman  es lain karena krisis iklim dan pemanasan global tertunda.</content:encoded></item></channel></rss>
