<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahukah Anda, Apa Alasan Gunung Berapi Bisa Meletus? Penjelasannya Sainsnya Begini</title><description>Gunung berapi merupakan bentukan alam yang mengeluarkan batuan cair, gas panas, dan material lainnya saat meletus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/22/56/2732351/tahukah-anda-apa-alasan-gunung-berapi-bisa-meletus-penjelasannya-sainsnya-begini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/22/56/2732351/tahukah-anda-apa-alasan-gunung-berapi-bisa-meletus-penjelasannya-sainsnya-begini"/><item><title>Tahukah Anda, Apa Alasan Gunung Berapi Bisa Meletus? Penjelasannya Sainsnya Begini</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/22/56/2732351/tahukah-anda-apa-alasan-gunung-berapi-bisa-meletus-penjelasannya-sainsnya-begini</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/22/56/2732351/tahukah-anda-apa-alasan-gunung-berapi-bisa-meletus-penjelasannya-sainsnya-begini</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2022 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Angeltika Clara Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/22/56/2732351/tahukah-anda-apa-alasan-gunung-berapi-bisa-meletus-penjelasannya-sainsnya-begini-uz6Q8ZtRAi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tahukah Anda, apa alasan gunung berapi bisa meletus? Penjelasan sainsnya begini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/22/56/2732351/tahukah-anda-apa-alasan-gunung-berapi-bisa-meletus-penjelasannya-sainsnya-begini-uz6Q8ZtRAi.jpg</image><title>Tahukah Anda, apa alasan gunung berapi bisa meletus? Penjelasan sainsnya begini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gunung berapi merupakan bentukan alam yang mengeluarkan batuan cair, gas panas, dan material lainnya saat meletus. Terlintas pertanyaan dalam benak kita, mengapa gunung berapi itu bisa meletus?
Gunung berapi diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu gunung aktif, tidak aktif, dan punah. Biasanya gunung meletus ditandai dengan adanya gunung yang masih aktif dan melakukan aktivitas secara internal, serta berpotensi membahayakan.
Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Jumat (23/12/2022), gunung berapi yang masih aktif bisa meletus akibat adanya tekanan dari bawah Bumi. Di dalam inti Bumi berisi batuan cair yang sangat panas disebut dengan magma.
BACA JUGA:Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Pohon di Bumi? Ini Jawabannya
Tekanan magma tesebut menumpuk di dalam sebuah ruang, kemudian memberikan tekanan yang kuat dan bergerak melalui saluran batu dan keluar ke permukaan. Beberapa letusan gunung berapi bersifat eksplosif, ketika tekanannya terlalu besar dapat membahayakan dan merusak pemukiman.
Salah satunya letusan Gunung Krakatau yang menyebabkan bencana alam yang begitu dahsyat, di mana suhu rata-rata permukaan Bumi turun 1,2 derajat dalam jangka waktu 5 tahun, terjadinya tsunami setinggi 46 meter, alhasil memakan korban jiwa sekitar 36 ribu orang.
Namun, setiap letusan gunung berapi berbeda-beda karena beberapa faktor pemicu dari letusan tersebut. Misalnya, daya apung magma, tekanan gas yang terisolasi di dalam magma, serta penerobosan magma ke kantung magma gunung berapi.
BACA JUGA:Kenapa Seseorang Bisa Mengalami Kesemutan? Penjelasan Ilmiahnya Berikut Ini
Oleh sebab itu, bentuk gunung berapi pun juga berbeda-beda, layaknya yang ada di Indonesia dengan gunung berapi di luar Indonesia, seperti di Hawaii.
Faktanya, bukan lahar panas atau semburan lava yang mengakibatkan orang-orang meninggal dunia melainkan adanya awan panas yang menyelimuti permukaan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal tersebut yang memberikan dampak buruk bagi pernapasan dan paru- paru manusia.
Dengan demikian, jika muncul tanda-tanda akan terjadinya gunung meletus, sebaiknya kita mencari tempat berlindung yang jauh dari lokasi gunung tersebut agar terhindar dari paparan dan dampak buruk.</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung berapi merupakan bentukan alam yang mengeluarkan batuan cair, gas panas, dan material lainnya saat meletus. Terlintas pertanyaan dalam benak kita, mengapa gunung berapi itu bisa meletus?
Gunung berapi diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu gunung aktif, tidak aktif, dan punah. Biasanya gunung meletus ditandai dengan adanya gunung yang masih aktif dan melakukan aktivitas secara internal, serta berpotensi membahayakan.
Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Jumat (23/12/2022), gunung berapi yang masih aktif bisa meletus akibat adanya tekanan dari bawah Bumi. Di dalam inti Bumi berisi batuan cair yang sangat panas disebut dengan magma.
BACA JUGA:Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Pohon di Bumi? Ini Jawabannya
Tekanan magma tesebut menumpuk di dalam sebuah ruang, kemudian memberikan tekanan yang kuat dan bergerak melalui saluran batu dan keluar ke permukaan. Beberapa letusan gunung berapi bersifat eksplosif, ketika tekanannya terlalu besar dapat membahayakan dan merusak pemukiman.
Salah satunya letusan Gunung Krakatau yang menyebabkan bencana alam yang begitu dahsyat, di mana suhu rata-rata permukaan Bumi turun 1,2 derajat dalam jangka waktu 5 tahun, terjadinya tsunami setinggi 46 meter, alhasil memakan korban jiwa sekitar 36 ribu orang.
Namun, setiap letusan gunung berapi berbeda-beda karena beberapa faktor pemicu dari letusan tersebut. Misalnya, daya apung magma, tekanan gas yang terisolasi di dalam magma, serta penerobosan magma ke kantung magma gunung berapi.
BACA JUGA:Kenapa Seseorang Bisa Mengalami Kesemutan? Penjelasan Ilmiahnya Berikut Ini
Oleh sebab itu, bentuk gunung berapi pun juga berbeda-beda, layaknya yang ada di Indonesia dengan gunung berapi di luar Indonesia, seperti di Hawaii.
Faktanya, bukan lahar panas atau semburan lava yang mengakibatkan orang-orang meninggal dunia melainkan adanya awan panas yang menyelimuti permukaan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal tersebut yang memberikan dampak buruk bagi pernapasan dan paru- paru manusia.
Dengan demikian, jika muncul tanda-tanda akan terjadinya gunung meletus, sebaiknya kita mencari tempat berlindung yang jauh dari lokasi gunung tersebut agar terhindar dari paparan dan dampak buruk.</content:encoded></item></channel></rss>
