<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaringan Satelit AS Diserang Kelompok Hacker Fancy Bear</title><description>Analis keamanan siber dari CISA)menemukan, ada kejanggalan di jaringan satelit milik AS.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/19/54/2730107/jaringan-satelit-as-diserang-kelompok-hacker-fancy-bear</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/19/54/2730107/jaringan-satelit-as-diserang-kelompok-hacker-fancy-bear"/><item><title>Jaringan Satelit AS Diserang Kelompok Hacker Fancy Bear</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/19/54/2730107/jaringan-satelit-as-diserang-kelompok-hacker-fancy-bear</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/19/54/2730107/jaringan-satelit-as-diserang-kelompok-hacker-fancy-bear</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2022 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/19/54/2730107/jaringan-satelit-as-diserang-kelompok-hacker-fancy-bear-YyVqBw13Kp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaringan satelit AS diserang kelompok hacker Fancy Bear (Foto: CrowdStrike)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/19/54/2730107/jaringan-satelit-as-diserang-kelompok-hacker-fancy-bear-YyVqBw13Kp.jpg</image><title>Jaringan satelit AS diserang kelompok hacker Fancy Bear (Foto: CrowdStrike)</title></images><description>JAKARTA - Analis keamanan siber dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) menemukan, ada kejanggalan di jaringan satelit milik Amerika Serikat (AS).
Dikatakan bahwa sekelompok hacker bernama Fancy Bear telah mencoba memulai peretasan. Mereka diduga kuat merupakan kelompok yang terkait dengan Pemerintah Rusia.
Dilansir dari TechSpot, Senin (19/12/2022), Analis CISA MJ Emanuel, percaya bahwa kelompok yang juga dikenal sebagai APT28 itu telah menyusup dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA:6 Kontroversi Elon Musk setelah Membeli Twitter
Aksi Fancy Bear ini sebenarnya bukan yang pertama dari jenisnya. Awal tahun ini, Badan Keamanan Nasional (NSA) dan analis dari Agence nationale de la s&amp;eacute;curit&amp;eacute; des syst&amp;egrave;mes d'information (ANSSI) juga menyelidiki gangguan internet berbasis satelit yang bertepatan dengan invasi Rusia ke Ukraina.
Organisasi keamanan tersebut juga menduga gangguan itu adalah ulah penjahat dunia maya yang didukung Rusia yang berniat melemahkan komunikasi Ukraina selama invasi. Menjadikannya target utama untuk menyebabkan kekacauan sosial, ekonomi, atau bahkan fisik.
Peningkatan serangan siber terkait komunikasi satelit menyoroti perlunya praktik keamanan yang ditingkatkan dan distandarisasi di seluruh industri kedirgantaraan. Standarisasi ini akan memainkan peran penting dalam memperkuat postur keamanan.
BACA JUGA:Hati-hati, Browser Android Ini Mungkin Bocorkan Data Sensitif Pengguna&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Saat ini, standar keamanan untuk penyedia teknologi kedirgantaraan sedang dikembangkan dan ditangani oleh organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan International Organization for Standardization (ISO). Diharapkan sistem keamanan nantinya bisa ditingkatkan.
Untuk diketahui, munculnya celah keamanan di jaringan satelit bukan hanya dapat membuat negara lain mampu meningkatkan serangan yang mengancam keamanan nasional, tapi juga memungkinkan para pelaku kriminal baik luar maupun dalam negeri semakin liar.
Misalnya pada tahun 1985, petugas narkotika yang menjadi penyelundup narkoba Andrew Thornton sukses menjatuhkan 40 kontainer kokain di atas hutan Georgia tanpa terlacak. Namun sayangnya saat itu terjadi kesalahan teknis sehingga ia harus meningal dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - Analis keamanan siber dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) menemukan, ada kejanggalan di jaringan satelit milik Amerika Serikat (AS).
Dikatakan bahwa sekelompok hacker bernama Fancy Bear telah mencoba memulai peretasan. Mereka diduga kuat merupakan kelompok yang terkait dengan Pemerintah Rusia.
Dilansir dari TechSpot, Senin (19/12/2022), Analis CISA MJ Emanuel, percaya bahwa kelompok yang juga dikenal sebagai APT28 itu telah menyusup dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA:6 Kontroversi Elon Musk setelah Membeli Twitter
Aksi Fancy Bear ini sebenarnya bukan yang pertama dari jenisnya. Awal tahun ini, Badan Keamanan Nasional (NSA) dan analis dari Agence nationale de la s&amp;eacute;curit&amp;eacute; des syst&amp;egrave;mes d'information (ANSSI) juga menyelidiki gangguan internet berbasis satelit yang bertepatan dengan invasi Rusia ke Ukraina.
Organisasi keamanan tersebut juga menduga gangguan itu adalah ulah penjahat dunia maya yang didukung Rusia yang berniat melemahkan komunikasi Ukraina selama invasi. Menjadikannya target utama untuk menyebabkan kekacauan sosial, ekonomi, atau bahkan fisik.
Peningkatan serangan siber terkait komunikasi satelit menyoroti perlunya praktik keamanan yang ditingkatkan dan distandarisasi di seluruh industri kedirgantaraan. Standarisasi ini akan memainkan peran penting dalam memperkuat postur keamanan.
BACA JUGA:Hati-hati, Browser Android Ini Mungkin Bocorkan Data Sensitif Pengguna&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Saat ini, standar keamanan untuk penyedia teknologi kedirgantaraan sedang dikembangkan dan ditangani oleh organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan International Organization for Standardization (ISO). Diharapkan sistem keamanan nantinya bisa ditingkatkan.
Untuk diketahui, munculnya celah keamanan di jaringan satelit bukan hanya dapat membuat negara lain mampu meningkatkan serangan yang mengancam keamanan nasional, tapi juga memungkinkan para pelaku kriminal baik luar maupun dalam negeri semakin liar.
Misalnya pada tahun 1985, petugas narkotika yang menjadi penyelundup narkoba Andrew Thornton sukses menjatuhkan 40 kontainer kokain di atas hutan Georgia tanpa terlacak. Namun sayangnya saat itu terjadi kesalahan teknis sehingga ia harus meningal dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
