<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sundar Pichai Buka Suara Soal PHK, Karyawan Google Mulai Khawatir</title><description>Bos Google Sundar Pichai buka suara mengenai kemungkinan akan melakukan PHK karyawannya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/16/57/2728338/sundar-pichai-buka-suara-soal-phk-karyawan-google-mulai-khawatir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/16/57/2728338/sundar-pichai-buka-suara-soal-phk-karyawan-google-mulai-khawatir"/><item><title>Sundar Pichai Buka Suara Soal PHK, Karyawan Google Mulai Khawatir</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/16/57/2728338/sundar-pichai-buka-suara-soal-phk-karyawan-google-mulai-khawatir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/16/57/2728338/sundar-pichai-buka-suara-soal-phk-karyawan-google-mulai-khawatir</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Angeltika Clara Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/57/2728338/sundar-pichai-buka-suara-soal-phk-karyawan-google-mulai-khawatir-6UG6dYMEd2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sundar Pichai buka suara soal PHK, karyawan Google mulai khawatir (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/57/2728338/sundar-pichai-buka-suara-soal-phk-karyawan-google-mulai-khawatir-6UG6dYMEd2.jpg</image><title>Sundar Pichai buka suara soal PHK, karyawan Google mulai khawatir (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bos Google Sundar Pichai buka suara mengenai kemungkinan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. Topik ini menjadi pembicaraan dalam rapat yang diselenggarakan belum lama ini.
Dilansir dari Insider, Jumat (16/12/2022), dalam rapat tersebut dilaporkan, para karyawan diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan untuk dilontarkan ke pemimpin perusahaan. Salah satunya mengenai kemungkinan PHK.
Pichai menyampaikan, sulit untuk memprediksi masa depan, dan ia tidak bisa membuat komitmen untuk kedepannya dengan cara yang sama dalam sistem perusahaannya.
BACA JUGA:Apple Perluas Jangkauan Fitur SOS iPhone 14, ke Negara Mana Saja?
&quot;Usaha keras yang dilakukan oleh perusahaan adalah membuat keputusan penting, disiplin, memprioritaskan di mana kita bisa, rasionalisasi di mana kita bisa, sehingga kita siap menghadapi badai dengan lebih baik, terlepas dari apa yang akan terjadi,&quot; kata Pichai.
Pichai juga menambahkan bahwa hal itulah yang saat ini difokuskan dan mencoba melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.
Hal ini membuat para karyawan khawatir dengan ancaman PHK secara massal. Melihat sebelumnya yang sudah terjadi di beberapa perusahaan raksasa teknologi, seperti Meta, Twitter, dan Amazon.
Sebelumnya, Google juga sudah berencana untuk merumahkan sekitar 10.000 karyawannya yang memiliki performa buruk dan melakukan PHK paling cepat tahun depan.
BACA JUGA:Cara Buat Avatar AI yang Sedang Viral di Instagram
Namun, Google telah melakukan beberapa cara untuk menghadapi sistem perekonomian perusahaan yang kemungkinan akan mengalami penurunan, yaitu dengan cara memperlambat laju perekrutan untuk sisa tahun ini dan beberapa perubahan internal.
Selain pembicaraan tentang PHK, karyawan Google juga bertanya sistem penilaian performa karyawan baru disebut GRAD. Tools ini dirancang untuk memberikan arus masukan yang lebih konsisten kepada karyawan terkait performa mereka, tapi peluncuran sistem ini disebut tidak mulus.
Beberapa kali, Pichai telah memperingatkan para karyawan Google tentang tantangan dan ketidakpastian yang akan dihadapi perusahaan. Ia meminta karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan tidak menyamakan kesenangan dengan uang.</description><content:encoded>JAKARTA - Bos Google Sundar Pichai buka suara mengenai kemungkinan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. Topik ini menjadi pembicaraan dalam rapat yang diselenggarakan belum lama ini.
Dilansir dari Insider, Jumat (16/12/2022), dalam rapat tersebut dilaporkan, para karyawan diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan untuk dilontarkan ke pemimpin perusahaan. Salah satunya mengenai kemungkinan PHK.
Pichai menyampaikan, sulit untuk memprediksi masa depan, dan ia tidak bisa membuat komitmen untuk kedepannya dengan cara yang sama dalam sistem perusahaannya.
BACA JUGA:Apple Perluas Jangkauan Fitur SOS iPhone 14, ke Negara Mana Saja?
&quot;Usaha keras yang dilakukan oleh perusahaan adalah membuat keputusan penting, disiplin, memprioritaskan di mana kita bisa, rasionalisasi di mana kita bisa, sehingga kita siap menghadapi badai dengan lebih baik, terlepas dari apa yang akan terjadi,&quot; kata Pichai.
Pichai juga menambahkan bahwa hal itulah yang saat ini difokuskan dan mencoba melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.
Hal ini membuat para karyawan khawatir dengan ancaman PHK secara massal. Melihat sebelumnya yang sudah terjadi di beberapa perusahaan raksasa teknologi, seperti Meta, Twitter, dan Amazon.
Sebelumnya, Google juga sudah berencana untuk merumahkan sekitar 10.000 karyawannya yang memiliki performa buruk dan melakukan PHK paling cepat tahun depan.
BACA JUGA:Cara Buat Avatar AI yang Sedang Viral di Instagram
Namun, Google telah melakukan beberapa cara untuk menghadapi sistem perekonomian perusahaan yang kemungkinan akan mengalami penurunan, yaitu dengan cara memperlambat laju perekrutan untuk sisa tahun ini dan beberapa perubahan internal.
Selain pembicaraan tentang PHK, karyawan Google juga bertanya sistem penilaian performa karyawan baru disebut GRAD. Tools ini dirancang untuk memberikan arus masukan yang lebih konsisten kepada karyawan terkait performa mereka, tapi peluncuran sistem ini disebut tidak mulus.
Beberapa kali, Pichai telah memperingatkan para karyawan Google tentang tantangan dan ketidakpastian yang akan dihadapi perusahaan. Ia meminta karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan tidak menyamakan kesenangan dengan uang.</content:encoded></item></channel></rss>
