<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Poltracking Indonesia: Mayoritas Penduduk Tak Setuju Analog Switch Off</title><description>Poltracking Indonesia mencatat publik yang mengatakan tidak setuju sebanyak 40,9%.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/08/54/2723170/survei-poltracking-indonesia-mayoritas-penduduk-tak-setuju-analog-switch-off</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/08/54/2723170/survei-poltracking-indonesia-mayoritas-penduduk-tak-setuju-analog-switch-off"/><item><title>Survei Poltracking Indonesia: Mayoritas Penduduk Tak Setuju Analog Switch Off</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/08/54/2723170/survei-poltracking-indonesia-mayoritas-penduduk-tak-setuju-analog-switch-off</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/08/54/2723170/survei-poltracking-indonesia-mayoritas-penduduk-tak-setuju-analog-switch-off</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2022 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/08/54/2723170/survei-kinerja-pemerintahan-jokowi-maruf-ungkap-mayoritas-penduduk-tak-setuju-aso-JTvCLPBrl7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ASO. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/08/54/2723170/survei-kinerja-pemerintahan-jokowi-maruf-ungkap-mayoritas-penduduk-tak-setuju-aso-JTvCLPBrl7.jpg</image><title>Ilustrasi ASO. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>LEMBAGA survei Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepuasan masyrakat terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo- Ma&amp;rsquo;ruf Amin adalah 73.2%. Secara kuantitatif, salah satu hal yang menjelaskan angka kepuasan tersebut adalah bidang pendidikan dan bidang kesehatan yang mendapatkan kepuasan tertinggi.
Meski demikian, ada beberapa hal yang membuat publik mempertanyakan keputusan pemerintah. Salah satunya adalah terkait penghentian siaran TV analog yang dilakukan beberapa bulan lalu.
Dalam surveinya, Poltracking Indonesia mencatat publik yang mengatakan tidak setuju sebanyak 40,9% dari gabungan sangat tidak setuju dan kurang setuju, terhadap penghentian siaran TV analog. Sedangkan publik yang mengatakan setuju yakni 33,3% dari gabungan cukup setuju dan sangat setuju.

Menurut survei tersebut, yang membuat publik tidak setuju dengan kebijakan tersebut lantaran peralatan TV digital/Set Top Box mahal sebanyak 31,4% dan menjadi kendala utama dalam peralihan siaran TV analog ke TV digital, diikuti Kualitas sinyal digital tidak merata sebanyak 16,4% dan akses channel terbatas sebanyak 10,1%.
&quot;Temuan survei di atas merupakan potret terbaru (November 2022), tentu naik turunnya penilaian dan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah sangat bergantung pada berbagai kebijakan dan dampaknya bagi kehidupan ekonomi politik nasional,&quot; tulis Poltracking Indonesia.
Sekadar informasi, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mulyadi, mengakui memang tidak semua produk STB mampu mengonversi siaran TV digital di Indonesia dengan baik.Hanya STB yang mendukung digital video broadcasting - second generation  terrestrial (DVB-T2) yang dapat digunakan di negara ini. DVB-T2  merupakan standar terbaru transmisi siaran TV digital termasuk  pengiriman audio, video, dan data. Guna memastikan STB DVB-T2 yang akan  diedarkan memenuhi berbagai persyaratan teknis dan regulasi, maka  Kemenkominfo melaksanakan proses sertifikasi.
Acuan sertifikasi adalah Peraturan Menkominfo No 4/2019 tentang  Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi untuk  Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran serta  Peraturan Menkominfo No 3/2014 tentang Persyaratan Teknis Sistem  Peringatan Dini Bencana Alam pada Alat dan Perangkat Penerima Televisi  Broadcasting Terrestrial-Second Generation.
STB juga harus mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri  (TKDN) oleh Kementerian Perindustrian serta lolos tes electro magnetic  kompatibilitas (EMC) dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T)  Kemenperin, Bandung.
Mulyadi memastikan, semua perusahaan penyedia STB menempuh proses  perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem online single  submission (OSS). Seluruh proses sertifikasi dilakukan terbuka melalui  portal e-sertifikasi Kemenkominfo di https://sertifikasi.postel.go.id/.</description><content:encoded>LEMBAGA survei Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepuasan masyrakat terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo- Ma&amp;rsquo;ruf Amin adalah 73.2%. Secara kuantitatif, salah satu hal yang menjelaskan angka kepuasan tersebut adalah bidang pendidikan dan bidang kesehatan yang mendapatkan kepuasan tertinggi.
Meski demikian, ada beberapa hal yang membuat publik mempertanyakan keputusan pemerintah. Salah satunya adalah terkait penghentian siaran TV analog yang dilakukan beberapa bulan lalu.
Dalam surveinya, Poltracking Indonesia mencatat publik yang mengatakan tidak setuju sebanyak 40,9% dari gabungan sangat tidak setuju dan kurang setuju, terhadap penghentian siaran TV analog. Sedangkan publik yang mengatakan setuju yakni 33,3% dari gabungan cukup setuju dan sangat setuju.

Menurut survei tersebut, yang membuat publik tidak setuju dengan kebijakan tersebut lantaran peralatan TV digital/Set Top Box mahal sebanyak 31,4% dan menjadi kendala utama dalam peralihan siaran TV analog ke TV digital, diikuti Kualitas sinyal digital tidak merata sebanyak 16,4% dan akses channel terbatas sebanyak 10,1%.
&quot;Temuan survei di atas merupakan potret terbaru (November 2022), tentu naik turunnya penilaian dan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah sangat bergantung pada berbagai kebijakan dan dampaknya bagi kehidupan ekonomi politik nasional,&quot; tulis Poltracking Indonesia.
Sekadar informasi, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mulyadi, mengakui memang tidak semua produk STB mampu mengonversi siaran TV digital di Indonesia dengan baik.Hanya STB yang mendukung digital video broadcasting - second generation  terrestrial (DVB-T2) yang dapat digunakan di negara ini. DVB-T2  merupakan standar terbaru transmisi siaran TV digital termasuk  pengiriman audio, video, dan data. Guna memastikan STB DVB-T2 yang akan  diedarkan memenuhi berbagai persyaratan teknis dan regulasi, maka  Kemenkominfo melaksanakan proses sertifikasi.
Acuan sertifikasi adalah Peraturan Menkominfo No 4/2019 tentang  Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi untuk  Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran serta  Peraturan Menkominfo No 3/2014 tentang Persyaratan Teknis Sistem  Peringatan Dini Bencana Alam pada Alat dan Perangkat Penerima Televisi  Broadcasting Terrestrial-Second Generation.
STB juga harus mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri  (TKDN) oleh Kementerian Perindustrian serta lolos tes electro magnetic  kompatibilitas (EMC) dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T)  Kemenperin, Bandung.
Mulyadi memastikan, semua perusahaan penyedia STB menempuh proses  perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem online single  submission (OSS). Seluruh proses sertifikasi dilakukan terbuka melalui  portal e-sertifikasi Kemenkominfo di https://sertifikasi.postel.go.id/.</content:encoded></item></channel></rss>
