<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Mengurangi Emisi Menggunakan Mesin Pembakaran Internal</title><description>Jika&amp;nbsp;masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena mempertimbangkan berbagai hal, ada solusi lain untuk membantu menekan emisi.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/05/87/2720609/cara-mengurangi-emisi-menggunakan-mesin-pembakaran-internal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/05/87/2720609/cara-mengurangi-emisi-menggunakan-mesin-pembakaran-internal"/><item><title>Cara Mengurangi Emisi Menggunakan Mesin Pembakaran Internal</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/05/87/2720609/cara-mengurangi-emisi-menggunakan-mesin-pembakaran-internal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/12/05/87/2720609/cara-mengurangi-emisi-menggunakan-mesin-pembakaran-internal</guid><pubDate>Senin 05 Desember 2022 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/05/87/2720609/cara-mengurangi-emisi-menggunakan-mesin-pembakaran-internal-uvLIzjrq0G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/05/87/2720609/cara-mengurangi-emisi-menggunakan-mesin-pembakaran-internal-uvLIzjrq0G.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dengan mendorong percepatan tren kendaraan listrik. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan demi mempercepat transisi energi.
Beragam pilihan juga sudah tersedia, mulai dari pembelian kendaraan listrik, atau mengkonversi kendaraan konvensional menjadi listrik. Selain itu, kendaraan dengan teknologi hybrid juga terus bermunculan sebagai alternatif.
Tetapi, jika masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena mempertimbangkan berbagai hal, ada solusi lain untuk membantu menekan emisi.
BACA JUGA:Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Pemerintah Dorong Warga Olah Lahan Gambut

Agus Purwadi, Peneliti Senior dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan menekan emisi pada mesin pembakaran internal dapat dilakukan dengan mengubah cara berkendara.
Itu diungkapkan Agus dalam Seminar Nasional: 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia, Strategi Transisi pengembangan Teknologi Elektrifikasi dan Manajemen Unit In Operation Menuju Net Zero Emission di Indonesia.
BACA JUGA:Transisi Energi, RI Siapkan Aturan Kurangi Emisi Karbon demi Optimalkan Produksi Migas

&amp;ldquo;Paling sederhana adalah melakukan eco drivinf style. Setidaknya, ini bisa mengurangi konsumsi BBM dan emisi rata-rata 10-15 persen. Ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan UIO (Unit In Operation),&amp;rdquo; kata Agus seperti dikutip dalam kanal YouTube Institut Teknologi Bandung.
Ada beberapa langkah untuk menekan emisi dalam paparan Agus di Seminar Nasional: 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia. Berikut tips dari Agus Purwadi untuk membantu mengurangi emisi jika harus berkendara dengan kendaraan mesin pembakaran internal.1. Tidak mengemudi atau menjalankan kendaraan jadi cara terbaik untuk menghemat bahan bakar atau energi
2. Ganti perjalanan mobil dengan mode transportasi ramah lingkungan untuk semua perjalanan lebih pendek dari 5 km
3. Apabila harus pergi dengan mobil, lakukan dengan cara Eco-Driving (E-D)
4. Pindah ke gigi yang lebih tinggi di bawah 2.500 rpm
5. Pertahankan kecepatan stabil pada gigi setinggi mungkin
6. Hindari akselerasi atau pengereman mendadak
7. Matikan mesin saat berhenti sebentar
8. Singkirkan beban berat yang tidak diperlukan, hindari rak atap dan beban atap
9. Optimalkan penggunaan AC dan defroster kaca belakang
10. Periksa tekanan ban secara teratur.
Manfaat yang bisa didapatkan dari eco driving adalah meningkatkan keselamatan di jalan, mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 rata-rata 10-15 persen, pengurangan biaya (secara individual, armada, ekonomi), lebih sedikit keausan, lebih sedikit biaya perawatan, lebih sedikit gangguan kebisingan, serta meningkatkan semua kenyamanan pada perjalanan yang sama.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dengan mendorong percepatan tren kendaraan listrik. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan demi mempercepat transisi energi.
Beragam pilihan juga sudah tersedia, mulai dari pembelian kendaraan listrik, atau mengkonversi kendaraan konvensional menjadi listrik. Selain itu, kendaraan dengan teknologi hybrid juga terus bermunculan sebagai alternatif.
Tetapi, jika masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena mempertimbangkan berbagai hal, ada solusi lain untuk membantu menekan emisi.
BACA JUGA:Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Pemerintah Dorong Warga Olah Lahan Gambut

Agus Purwadi, Peneliti Senior dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan menekan emisi pada mesin pembakaran internal dapat dilakukan dengan mengubah cara berkendara.
Itu diungkapkan Agus dalam Seminar Nasional: 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia, Strategi Transisi pengembangan Teknologi Elektrifikasi dan Manajemen Unit In Operation Menuju Net Zero Emission di Indonesia.
BACA JUGA:Transisi Energi, RI Siapkan Aturan Kurangi Emisi Karbon demi Optimalkan Produksi Migas

&amp;ldquo;Paling sederhana adalah melakukan eco drivinf style. Setidaknya, ini bisa mengurangi konsumsi BBM dan emisi rata-rata 10-15 persen. Ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan UIO (Unit In Operation),&amp;rdquo; kata Agus seperti dikutip dalam kanal YouTube Institut Teknologi Bandung.
Ada beberapa langkah untuk menekan emisi dalam paparan Agus di Seminar Nasional: 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia. Berikut tips dari Agus Purwadi untuk membantu mengurangi emisi jika harus berkendara dengan kendaraan mesin pembakaran internal.1. Tidak mengemudi atau menjalankan kendaraan jadi cara terbaik untuk menghemat bahan bakar atau energi
2. Ganti perjalanan mobil dengan mode transportasi ramah lingkungan untuk semua perjalanan lebih pendek dari 5 km
3. Apabila harus pergi dengan mobil, lakukan dengan cara Eco-Driving (E-D)
4. Pindah ke gigi yang lebih tinggi di bawah 2.500 rpm
5. Pertahankan kecepatan stabil pada gigi setinggi mungkin
6. Hindari akselerasi atau pengereman mendadak
7. Matikan mesin saat berhenti sebentar
8. Singkirkan beban berat yang tidak diperlukan, hindari rak atap dan beban atap
9. Optimalkan penggunaan AC dan defroster kaca belakang
10. Periksa tekanan ban secara teratur.
Manfaat yang bisa didapatkan dari eco driving adalah meningkatkan keselamatan di jalan, mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 rata-rata 10-15 persen, pengurangan biaya (secara individual, armada, ekonomi), lebih sedikit keausan, lebih sedikit biaya perawatan, lebih sedikit gangguan kebisingan, serta meningkatkan semua kenyamanan pada perjalanan yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
