<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lampu Belakang Bermasalah, Tesla Recall 321.000 Unit Model 3 dan Model Y</title><description>Tesla melakukan recall sebanyak 321.000 unit mobil listrik Model 3 dan Model Y.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/21/52/2711999/lampu-belakang-bermasalah-tesla-recall-321-000-unit-model-3-dan-model-y</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/21/52/2711999/lampu-belakang-bermasalah-tesla-recall-321-000-unit-model-3-dan-model-y"/><item><title>Lampu Belakang Bermasalah, Tesla Recall 321.000 Unit Model 3 dan Model Y</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/21/52/2711999/lampu-belakang-bermasalah-tesla-recall-321-000-unit-model-3-dan-model-y</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/21/52/2711999/lampu-belakang-bermasalah-tesla-recall-321-000-unit-model-3-dan-model-y</guid><pubDate>Senin 21 November 2022 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/21/52/2711999/lampu-belakang-bermasalah-tesla-recall-321-000-unit-model-3-dan-model-y-Kr6g6T6Yn8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/21/52/2711999/lampu-belakang-bermasalah-tesla-recall-321-000-unit-model-3-dan-model-y-Kr6g6T6Yn8.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tesla melakukan recall sebanyak 321.000 unit mobil listrik Model 3 dan Model Y. Keputusan ini diambil usai didapati lampu bagian belakang sering tidak menyala.
Sebelumnya, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) juga merecall 30.000 Model X di AS karena masalah airbag yang tidak terpasang dengan benar.
Keputusan recall ini mempengaruhi saham Tesla yang menurun sebanyak 3% dan menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakahir.
BACA JUGA:Elon Musk Jual Saham Tesla Rp62,7 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikutip dari Reuters, berdasarkan pengajuan yang diterbitkan pada Sabtu (19/11/2022) kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), disebutkan keputusan recall diambil usai ditemukan kasus lampu kendaraan tidak menyala di Model 3 2023 dan Model Y 2020-2023.
&amp;ldquo;Dalam kasus yang jarang terjadi, lampu belakang di satu atau kedua sisi kendaraan yang terkena dampak dapat menyala sebentar-sebentar akibat anomali firmware. Lampu rem, lampu cadangan, dan lampu sein tidak terpengaruh oleh kondisi ini dan terus beroperasi sesuai desain,&amp;rdquo; tulis dokumen yang ada di NHTSA.
Untuk mengatasi masalah ini, pabrikan kendaraan listrik yang berbasis di Texas ini menerapkan sistem pembaruan over-the-air guna memperbaiki masalah lampu belakang.
BACA JUGA:Wall Street Lesu Usai Saham Walt Disney dan Tesla Anjlok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Disebutkan, keputusan recall diambil usai mendapat keluhan pelanggan pada akhir Oktober lalu. Keluhan serupa juga muncul dari luar negeri.
Berdasarkan hasil investigasi, ditemukan kasus langka, yakni lampu belakang terkadang tidak berfungsi dan disebabkan karena anomali yang dapat menyebabkan deteksi kesalahan palsu selama proses pengaktifan kendaraan. Sejauh ini, Tesla mengaku menerima tiga laporan yang masih masuk ke dalam garansi.Sekadar informasi, pada tahun ini pabrikan mobil listrik ini melakukan 19 recall atas kasus yang berbeda-beda dan mencakup 3,7 juta kendaraan.
Tesla menyebut lampu belakang yang tidak menyala pada malam hari dapat mengurangi jarak pandang bagi pengemudi lain.
Pihak Tesla menyebut, pemilik kendaraan tidak perlu datang ke bengkel untuk servis manual. Karena kendaraan yang diproduksi sejak 6 November 2022 telah memiliki firmware terbaru yang dapat mengatasi masalah tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tesla melakukan recall sebanyak 321.000 unit mobil listrik Model 3 dan Model Y. Keputusan ini diambil usai didapati lampu bagian belakang sering tidak menyala.
Sebelumnya, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) juga merecall 30.000 Model X di AS karena masalah airbag yang tidak terpasang dengan benar.
Keputusan recall ini mempengaruhi saham Tesla yang menurun sebanyak 3% dan menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakahir.
BACA JUGA:Elon Musk Jual Saham Tesla Rp62,7 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikutip dari Reuters, berdasarkan pengajuan yang diterbitkan pada Sabtu (19/11/2022) kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), disebutkan keputusan recall diambil usai ditemukan kasus lampu kendaraan tidak menyala di Model 3 2023 dan Model Y 2020-2023.
&amp;ldquo;Dalam kasus yang jarang terjadi, lampu belakang di satu atau kedua sisi kendaraan yang terkena dampak dapat menyala sebentar-sebentar akibat anomali firmware. Lampu rem, lampu cadangan, dan lampu sein tidak terpengaruh oleh kondisi ini dan terus beroperasi sesuai desain,&amp;rdquo; tulis dokumen yang ada di NHTSA.
Untuk mengatasi masalah ini, pabrikan kendaraan listrik yang berbasis di Texas ini menerapkan sistem pembaruan over-the-air guna memperbaiki masalah lampu belakang.
BACA JUGA:Wall Street Lesu Usai Saham Walt Disney dan Tesla Anjlok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Disebutkan, keputusan recall diambil usai mendapat keluhan pelanggan pada akhir Oktober lalu. Keluhan serupa juga muncul dari luar negeri.
Berdasarkan hasil investigasi, ditemukan kasus langka, yakni lampu belakang terkadang tidak berfungsi dan disebabkan karena anomali yang dapat menyebabkan deteksi kesalahan palsu selama proses pengaktifan kendaraan. Sejauh ini, Tesla mengaku menerima tiga laporan yang masih masuk ke dalam garansi.Sekadar informasi, pada tahun ini pabrikan mobil listrik ini melakukan 19 recall atas kasus yang berbeda-beda dan mencakup 3,7 juta kendaraan.
Tesla menyebut lampu belakang yang tidak menyala pada malam hari dapat mengurangi jarak pandang bagi pengemudi lain.
Pihak Tesla menyebut, pemilik kendaraan tidak perlu datang ke bengkel untuk servis manual. Karena kendaraan yang diproduksi sejak 6 November 2022 telah memiliki firmware terbaru yang dapat mengatasi masalah tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
