<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementerian ESDM: 15 Juta Kendaraan Listrik Harus Beroperasi pada 2060 </title><description>Pemerintah menargetkan untuk mempercepat target netral karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/86/2708556/kementerian-esdm-15-juta-kendaraan-listrik-harus-beroperasi-pada-2060</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/86/2708556/kementerian-esdm-15-juta-kendaraan-listrik-harus-beroperasi-pada-2060"/><item><title>Kementerian ESDM: 15 Juta Kendaraan Listrik Harus Beroperasi pada 2060 </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/86/2708556/kementerian-esdm-15-juta-kendaraan-listrik-harus-beroperasi-pada-2060</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/86/2708556/kementerian-esdm-15-juta-kendaraan-listrik-harus-beroperasi-pada-2060</guid><pubDate>Rabu 16 November 2022 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/16/86/2708556/kementerian-esdm-15-juta-kendaraan-listrik-harus-sudah-beroperasi-pada-2060-WyAxSgA8u4.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Wuling)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/16/86/2708556/kementerian-esdm-15-juta-kendaraan-listrik-harus-sudah-beroperasi-pada-2060-WyAxSgA8u4.JPG</image><title>Ilustrasi. (Foto: Wuling)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu upaya pemerintah mempercepat target netral karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 adalah dengan mengembangkan kendaraan listrik, baik roda atau roda empat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia akan menghasilkan 1,5 giga tol CO2 pada 2060 jika tidak segera konversi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Pernyatakan tersebut disampaikan Menteri ESDM pada side event forum B20 Summit, Signing Agreement B20 Task Force, Sustainability &amp;amp; Climate Business Action di Nusa Dua Bali
&amp;ldquo;Nilai emisi tersebut terjadi apabila kita tidak ada upaya untuk bergeser menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan,&amp;rdquo; kata Arifin, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA:Target 2030, Indonesia Produksi 600 Mobil Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Arifin mengungkapkan, saat ini pengguna kendaraan listrik di Indonesia mencapai 140 juta unit. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena produsen otomotif masih menjual kendaraan berbahan bakar internal.
&amp;ldquo;Dari jumlah tersebut, didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor, yang jumlahnya sekitar 120 juta unit,&amp;rdquo; ujar Arifin.
Ia mengajak masyarakat menggunakan kendaraan listrik karena jumlah kendaraan listrik di pasarangan meningkat pesat.
BACA JUGA:Tak Kalah Gaya, Kapolri Pakai Mobil Listrik Ini Selama KTT G20 di Bali
Arifin juga memaparkan bahwa penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat terlebih lagi Ketika satu motor mengonsumsi satu liter bahan bakar minyak (BBM) dalam satu hari, maka secara keseluruhan maka dibutuhkan satu juta barel minyak per hari.
&amp;ldquo;Jika diseuaikan dengan harga minyak sekarang ini, maka nominal uang yang dibakar lebih dari USD 100 juta (Rp1,56 triliun) per hari,&amp;rdquo; ungkapnya.Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan regulasi mengenai konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Harapan dari regulasi ini adalah memacu masyarakat untuk segera beralih menggunakan energi terbarukan.
&amp;ldquo;Karena itulah, pemerintah memiliki program mengonversikan motor berbasis BBM menjadi motor listrik,&amp;rdquo; ucap Arifin.
Sekadar informasi, berdasarkan roadmap transisi energi untuk mencapai NZE, pemerintah menargetkan pada tahap 2021-2025, jumlah kendaraan listrik mencapai 300.000 unit untuk mobil, dan 1,3 juta unit untuk motor.
Sedangkan pada tahap 2026-2030, jumlah kendaraan listrik ditargetkan 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu upaya pemerintah mempercepat target netral karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 adalah dengan mengembangkan kendaraan listrik, baik roda atau roda empat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia akan menghasilkan 1,5 giga tol CO2 pada 2060 jika tidak segera konversi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Pernyatakan tersebut disampaikan Menteri ESDM pada side event forum B20 Summit, Signing Agreement B20 Task Force, Sustainability &amp;amp; Climate Business Action di Nusa Dua Bali
&amp;ldquo;Nilai emisi tersebut terjadi apabila kita tidak ada upaya untuk bergeser menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan,&amp;rdquo; kata Arifin, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA:Target 2030, Indonesia Produksi 600 Mobil Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Arifin mengungkapkan, saat ini pengguna kendaraan listrik di Indonesia mencapai 140 juta unit. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena produsen otomotif masih menjual kendaraan berbahan bakar internal.
&amp;ldquo;Dari jumlah tersebut, didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor, yang jumlahnya sekitar 120 juta unit,&amp;rdquo; ujar Arifin.
Ia mengajak masyarakat menggunakan kendaraan listrik karena jumlah kendaraan listrik di pasarangan meningkat pesat.
BACA JUGA:Tak Kalah Gaya, Kapolri Pakai Mobil Listrik Ini Selama KTT G20 di Bali
Arifin juga memaparkan bahwa penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat terlebih lagi Ketika satu motor mengonsumsi satu liter bahan bakar minyak (BBM) dalam satu hari, maka secara keseluruhan maka dibutuhkan satu juta barel minyak per hari.
&amp;ldquo;Jika diseuaikan dengan harga minyak sekarang ini, maka nominal uang yang dibakar lebih dari USD 100 juta (Rp1,56 triliun) per hari,&amp;rdquo; ungkapnya.Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan regulasi mengenai konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Harapan dari regulasi ini adalah memacu masyarakat untuk segera beralih menggunakan energi terbarukan.
&amp;ldquo;Karena itulah, pemerintah memiliki program mengonversikan motor berbasis BBM menjadi motor listrik,&amp;rdquo; ucap Arifin.
Sekadar informasi, berdasarkan roadmap transisi energi untuk mencapai NZE, pemerintah menargetkan pada tahap 2021-2025, jumlah kendaraan listrik mencapai 300.000 unit untuk mobil, dan 1,3 juta unit untuk motor.
Sedangkan pada tahap 2026-2030, jumlah kendaraan listrik ditargetkan 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.</content:encoded></item></channel></rss>
