<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Doodle Tampilkan Angklung yang Telah Menjadi Warisan Dunia</title><description>Google Doodle hari ini menampilkan animasi untuk merayakan keberadaan angklung, alat musik Indonesia yang terbuat dari Bambu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/54/2708519/google-doodle-tampilkan-angklung-yang-telah-menjadi-warisan-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/54/2708519/google-doodle-tampilkan-angklung-yang-telah-menjadi-warisan-dunia"/><item><title>Google Doodle Tampilkan Angklung yang Telah Menjadi Warisan Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/54/2708519/google-doodle-tampilkan-angklung-yang-telah-menjadi-warisan-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/16/54/2708519/google-doodle-tampilkan-angklung-yang-telah-menjadi-warisan-dunia</guid><pubDate>Rabu 16 November 2022 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/16/54/2708519/google-doodle-tampilkan-angklung-yang-telah-menjadi-warisan-dunia-OCheoaD4Oq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Google Doodle tampilkan angklung yang telah menjadi warisan dunia (Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/16/54/2708519/google-doodle-tampilkan-angklung-yang-telah-menjadi-warisan-dunia-OCheoaD4Oq.JPG</image><title>Google Doodle tampilkan angklung yang telah menjadi warisan dunia (Foto: Google)</title></images><description>JAKARTA - Google Doodle hari ini menampilkan animasi untuk merayakan keberadaan angklung, alat musik Indonesia yang terbuat dari Bambu.
Dikutip dari keterangan resmi Google, Rabu (16/11/2022), pada hari ini di tahun 2010, UNESCO secara resmi mendeklarasikan angklung sebagai salah satu Warisan Dunia.
Angklung biasanya terdiri dari dua tabung dan alas. Pengrajin ahli memotong bambu menjadi tabung dengan ukuran berbeda, yang menentukan nada angklung.
BACA JUGA:6 Cara Cek Nomor Telkomsel Gratis dan Akurat
&quot;Saat seorang pemain menggoyangkan atau mengetuk pangkal bambu dengan lembut, instrumen tersebut menghasilkan satu nada,&quot; kata Google.
Karena angklung hanya memainkan satu nada, pemain harus bekerja sama untuk menciptakan melodi dengan menggoyangkan angklung mereka pada nada yang berbeda.
Angklung berasal dari 400 tahun yang lalu di Jawa Barat, Indonesia. Penduduk desa percaya bahwa suara bambu dapat menarik perhatian D&amp;eacute;wi Sri, dewi padi dan kemakmuran.
BACA JUGA:Google Digugat 40 Negara Bagian AS, Dendanya Rp6,084 Triliun!
Setiap tahun, pengrajin terbaik desa menggunakan bambu hitam khusus untuk membuat angklung. Pada musim panen, mereka mengadakan upacara dan memainkan angklung dengan harapan dewa akan memberkati mereka dengan hasil panen yang subur.
Alat musik ini masih menjadi pokok budaya Indonesia dan seringkali pemerintah menyelenggarakan pertunjukan angklung untuk menyambut tamu terhormat di Istana Kepresidenan.
Suara angklung yang menggembirakan dapat didengar di ruang kelas di seluruh dunia karena ini adalah cara yang bagus bagi guru untuk memperkenalkan musik dan budaya Indonesia kepada siswa.</description><content:encoded>JAKARTA - Google Doodle hari ini menampilkan animasi untuk merayakan keberadaan angklung, alat musik Indonesia yang terbuat dari Bambu.
Dikutip dari keterangan resmi Google, Rabu (16/11/2022), pada hari ini di tahun 2010, UNESCO secara resmi mendeklarasikan angklung sebagai salah satu Warisan Dunia.
Angklung biasanya terdiri dari dua tabung dan alas. Pengrajin ahli memotong bambu menjadi tabung dengan ukuran berbeda, yang menentukan nada angklung.
BACA JUGA:6 Cara Cek Nomor Telkomsel Gratis dan Akurat
&quot;Saat seorang pemain menggoyangkan atau mengetuk pangkal bambu dengan lembut, instrumen tersebut menghasilkan satu nada,&quot; kata Google.
Karena angklung hanya memainkan satu nada, pemain harus bekerja sama untuk menciptakan melodi dengan menggoyangkan angklung mereka pada nada yang berbeda.
Angklung berasal dari 400 tahun yang lalu di Jawa Barat, Indonesia. Penduduk desa percaya bahwa suara bambu dapat menarik perhatian D&amp;eacute;wi Sri, dewi padi dan kemakmuran.
BACA JUGA:Google Digugat 40 Negara Bagian AS, Dendanya Rp6,084 Triliun!
Setiap tahun, pengrajin terbaik desa menggunakan bambu hitam khusus untuk membuat angklung. Pada musim panen, mereka mengadakan upacara dan memainkan angklung dengan harapan dewa akan memberkati mereka dengan hasil panen yang subur.
Alat musik ini masih menjadi pokok budaya Indonesia dan seringkali pemerintah menyelenggarakan pertunjukan angklung untuk menyambut tamu terhormat di Istana Kepresidenan.
Suara angklung yang menggembirakan dapat didengar di ruang kelas di seluruh dunia karena ini adalah cara yang bagus bagi guru untuk memperkenalkan musik dan budaya Indonesia kepada siswa.</content:encoded></item></channel></rss>
