<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nurul Arifin Ungkap Distribusi STB Belum Tepat Sasaran</title><description>Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, mengungkapkan distribusi STB belum tepat sasaran.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/12/54/2705996/nurul-arifin-ungkap-distribusi-stb-belum-tepat-sasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/12/54/2705996/nurul-arifin-ungkap-distribusi-stb-belum-tepat-sasaran"/><item><title>Nurul Arifin Ungkap Distribusi STB Belum Tepat Sasaran</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/12/54/2705996/nurul-arifin-ungkap-distribusi-stb-belum-tepat-sasaran</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/12/54/2705996/nurul-arifin-ungkap-distribusi-stb-belum-tepat-sasaran</guid><pubDate>Sabtu 12 November 2022 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/12/54/2705996/nurul-arifin-ungkap-distribusi-stb-belum-tepat-sasaran-5DqyIoeyfQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nurul Arifin ungkap distribusi STB belum tepat sasaran (Foto: Siaran Digital Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/12/54/2705996/nurul-arifin-ungkap-distribusi-stb-belum-tepat-sasaran-5DqyIoeyfQ.jpg</image><title>Nurul Arifin ungkap distribusi STB belum tepat sasaran (Foto: Siaran Digital Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, mengungkapkan distribusi set top box (STB) belum tepat sasaran, padahal peralihaan siaran televisi (TV) analog ke digital telah dilakukan.
&quot;Jadi, masalahnya saat ini distribusi STB itu belum merata, banyak yang tidak tepat sasaran,&quot; kata Nurul, dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (12/11/2022).
Dia menyampaikan, tentunya ini yang menjadi fokus DPR agar bagaimana dulu penyaluran STB ini merata di Jabodetabek setelah itu baru fokus pada daerah lainnya.
BACA JUGA:IOH Tingkatkan Pengalaman Pengguna 5G dengan Teknologi Hijau
Politisi Fraksi Partai Golkar ini, juga menilai harga STB banyak mengalami kenaikan sehingga sulit dijangkau oleh kalangan masyarakat.
&amp;ldquo;Akibatnya beberapa masyarakat yang menunggu STB gratis dari pemerintah, tetapi juga tidak punya uang untuk beli sendiri, jadi tidak bisa menikmati layanan televisi lagi,&amp;rdquo; ujarnya.
Nurul menambahkan, Komisi I DPR nantinya akan memanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna mendapat penjelasan mengenai permasalahan tersebut.
&amp;ldquo;Kita akan segera rapat dengan Kominfo untuk mendapatkan penjelasan mengenai permasalahan ini, bagaimana mau menjadi masyarakat 5.0 jika 4.0 saja belum tercapai dengan tepat,&amp;rdquo; papar dia.
BACA JUGA:Penjelasan Kominfo Soal Maraknya Keluhan STB Buruk Setelah Siaran TV Analog Dimatikan
Sebelumnya, Kominfo mengatakan, penghentian siaran TV Analog merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Dalam keterangan resminya, Kominfo menyampaikan bahwa ada bantuan STB yang berasal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) untuk Rumah Tangga Miskin Ekstrem (RTM).
&quot;Bantuan STB hanya untuk RTM yang nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial,&quot; ujar Kominfo.
Kemudian, Kominfo mengaku bahwa penerapan Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek terselenggara setelah hampir 100 persen RTM menerima bantuan STB dari komitmen LPS.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, mengungkapkan distribusi set top box (STB) belum tepat sasaran, padahal peralihaan siaran televisi (TV) analog ke digital telah dilakukan.
&quot;Jadi, masalahnya saat ini distribusi STB itu belum merata, banyak yang tidak tepat sasaran,&quot; kata Nurul, dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (12/11/2022).
Dia menyampaikan, tentunya ini yang menjadi fokus DPR agar bagaimana dulu penyaluran STB ini merata di Jabodetabek setelah itu baru fokus pada daerah lainnya.
BACA JUGA:IOH Tingkatkan Pengalaman Pengguna 5G dengan Teknologi Hijau
Politisi Fraksi Partai Golkar ini, juga menilai harga STB banyak mengalami kenaikan sehingga sulit dijangkau oleh kalangan masyarakat.
&amp;ldquo;Akibatnya beberapa masyarakat yang menunggu STB gratis dari pemerintah, tetapi juga tidak punya uang untuk beli sendiri, jadi tidak bisa menikmati layanan televisi lagi,&amp;rdquo; ujarnya.
Nurul menambahkan, Komisi I DPR nantinya akan memanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna mendapat penjelasan mengenai permasalahan tersebut.
&amp;ldquo;Kita akan segera rapat dengan Kominfo untuk mendapatkan penjelasan mengenai permasalahan ini, bagaimana mau menjadi masyarakat 5.0 jika 4.0 saja belum tercapai dengan tepat,&amp;rdquo; papar dia.
BACA JUGA:Penjelasan Kominfo Soal Maraknya Keluhan STB Buruk Setelah Siaran TV Analog Dimatikan
Sebelumnya, Kominfo mengatakan, penghentian siaran TV Analog merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Dalam keterangan resminya, Kominfo menyampaikan bahwa ada bantuan STB yang berasal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) untuk Rumah Tangga Miskin Ekstrem (RTM).
&quot;Bantuan STB hanya untuk RTM yang nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial,&quot; ujar Kominfo.
Kemudian, Kominfo mengaku bahwa penerapan Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek terselenggara setelah hampir 100 persen RTM menerima bantuan STB dari komitmen LPS.</content:encoded></item></channel></rss>
