<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rahasia Sukses Fitra Eri Jadi Reviewer Mobil: Jangan Hanya Kejar View</title><description>Sebelum tenar sebagai content creator di YouTube, Fitra Eri juga sudah cukup lama menggeluti jurnalisme konvensional sebagai seorang penulis</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/08/86/2703100/rahasia-sukses-fitra-eri-jadi-reviewer-mobil-jangan-hanya-kejar-view</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/08/86/2703100/rahasia-sukses-fitra-eri-jadi-reviewer-mobil-jangan-hanya-kejar-view"/><item><title>Rahasia Sukses Fitra Eri Jadi Reviewer Mobil: Jangan Hanya Kejar View</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/08/86/2703100/rahasia-sukses-fitra-eri-jadi-reviewer-mobil-jangan-hanya-kejar-view</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/11/08/86/2703100/rahasia-sukses-fitra-eri-jadi-reviewer-mobil-jangan-hanya-kejar-view</guid><pubDate>Selasa 08 November 2022 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Citra Dara Vresti Trisna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/08/86/2703100/rahasia-sukses-fitra-eri-jadi-reviewer-mobil-jangan-hanya-kejar-view-c2jJyUi7DB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Fitra Eri. (Foto: Instagram/@fitra.eri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/08/86/2703100/rahasia-sukses-fitra-eri-jadi-reviewer-mobil-jangan-hanya-kejar-view-c2jJyUi7DB.jpeg</image><title>Fitra Eri. (Foto: Instagram/@fitra.eri</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu jurnalis yang sudah malang melintang di dunia otomotif adalah Fitra Eri. Kiprahnya mengulas produk-produk otomotif, terutama mobil, sudah tidak diragukan lagi. Pencapaian itu dapat ia buktikan dari jumlah penonton setianya di YouTube yang sudah mencapai tiga juta orang.
Sebelum ngetop sebagai content creator di YouTube, Fitra Eri juga sudah cukup lama menggeluti jurnalisme konvensional sebagai seorang penulis. Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan yang dimilikinya saat ini bukanlah sesuatu yang instan.
Menurutnya, pekerjaan mereview mobil secara konvensional berbeda dengan yang saat ini ia jalani. Ketika menulis, ia hanya perlu mengambil data mobil, mencatat dan menuangkan dalam tulisan. Tantangan pekerjaan itu adalah pembaca dapat mengerti kualitas mobil hanya dengan membaca.

BACA JUGA:Mengintip Isi Garasi Clara Shinta yang Diduga Jadi Simpanan Pejabat


Fitra Eri menuturkan, hal yang membuatnya maju saat ini adalah beradaptasi dengan situasi terkini. Ia mengaku telah memprediksi pecinta otomotif akan malas membaca dan memilih untuk menonton video.
&amp;ldquo;Kalau kita tetap bertahan di cara yang konvensional, kita akan ditinggal, kita harus beradaptasi dengan platform yang populer di mata orang-orang, akhirnya kita cobalah di Youtube,&amp;rdquo; kata Fitra Eri dalam interviewnya dengan BuddyKu.
Menurutnya, pengalaman sebagai jurnalis banyak membantunya di bidangnya sekerang, terutama dalam menjadikan reviewnya berbobot.
BACA JUGA:Hobi Otomotif, Darius Sianthrya Sampai Tidur Bareng Motor Trail

Meski begitu, ia menyatakan bahwa pengetahuan otomotif saja tidak cukup. Karena, tantangan selanjutnya adalah menyampaikan dengan cara yang bisa diterima penonton.
&amp;ldquo;Walaupun yang kita omongkan benar, tapi kalau cara penyampaian kita tidak menyenangkan, kita akhirnya tidak akan ditonton. Kalau cara penyampaian kita menyenangkan tapi isinya kosong, kita juga tidak akan ditonton,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebagai reviewer yang cukup diminati penonton otomotif, tantangan terberat lainnya adalah bisa jujur saat mereview sesuatu. Karena, menurutnya, apa yang disampaikan kepada mempengaruhi keputusan penonton dalam membeli mobil.&amp;ldquo;Kita akan sangat bersalah kalau kita membuat orang membeli satu mobil karena informasi yang kita palsukan. Reviewer itu punya tanggung jawab yang besar, sehingga kita harus jujur. Tapi yang tidak boleh terlupa dari seorang reviewer adalah pengetahuan yang harus di reviewnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Terkait dengan hal-hal teknis yang berkaitan dengan alogaritma, Fitra Eri mengaku tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Ia menilai, yang hanya mencari tahu alogaritma dan tren adalah content creator yang hanya mengejar view.
Menurutnya, jumlah review bukan hal utama yang harus dikejar, karena yang utama adalah menghasilkan konten yang bermanfaat bagi penonton.
&amp;ldquo;Karena kalau konten kita bermanfaat, konten kita menarik, lama-lama orang juga akan nonton,&amp;rdquo; jelas Fitra.
Ia menyarankan agra jangan gampang ikut-ikutan tren karena hanya hit sesaat namun berisiko menghilangkan identitas channel.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu jurnalis yang sudah malang melintang di dunia otomotif adalah Fitra Eri. Kiprahnya mengulas produk-produk otomotif, terutama mobil, sudah tidak diragukan lagi. Pencapaian itu dapat ia buktikan dari jumlah penonton setianya di YouTube yang sudah mencapai tiga juta orang.
Sebelum ngetop sebagai content creator di YouTube, Fitra Eri juga sudah cukup lama menggeluti jurnalisme konvensional sebagai seorang penulis. Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan yang dimilikinya saat ini bukanlah sesuatu yang instan.
Menurutnya, pekerjaan mereview mobil secara konvensional berbeda dengan yang saat ini ia jalani. Ketika menulis, ia hanya perlu mengambil data mobil, mencatat dan menuangkan dalam tulisan. Tantangan pekerjaan itu adalah pembaca dapat mengerti kualitas mobil hanya dengan membaca.

BACA JUGA:Mengintip Isi Garasi Clara Shinta yang Diduga Jadi Simpanan Pejabat


Fitra Eri menuturkan, hal yang membuatnya maju saat ini adalah beradaptasi dengan situasi terkini. Ia mengaku telah memprediksi pecinta otomotif akan malas membaca dan memilih untuk menonton video.
&amp;ldquo;Kalau kita tetap bertahan di cara yang konvensional, kita akan ditinggal, kita harus beradaptasi dengan platform yang populer di mata orang-orang, akhirnya kita cobalah di Youtube,&amp;rdquo; kata Fitra Eri dalam interviewnya dengan BuddyKu.
Menurutnya, pengalaman sebagai jurnalis banyak membantunya di bidangnya sekerang, terutama dalam menjadikan reviewnya berbobot.
BACA JUGA:Hobi Otomotif, Darius Sianthrya Sampai Tidur Bareng Motor Trail

Meski begitu, ia menyatakan bahwa pengetahuan otomotif saja tidak cukup. Karena, tantangan selanjutnya adalah menyampaikan dengan cara yang bisa diterima penonton.
&amp;ldquo;Walaupun yang kita omongkan benar, tapi kalau cara penyampaian kita tidak menyenangkan, kita akhirnya tidak akan ditonton. Kalau cara penyampaian kita menyenangkan tapi isinya kosong, kita juga tidak akan ditonton,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sebagai reviewer yang cukup diminati penonton otomotif, tantangan terberat lainnya adalah bisa jujur saat mereview sesuatu. Karena, menurutnya, apa yang disampaikan kepada mempengaruhi keputusan penonton dalam membeli mobil.&amp;ldquo;Kita akan sangat bersalah kalau kita membuat orang membeli satu mobil karena informasi yang kita palsukan. Reviewer itu punya tanggung jawab yang besar, sehingga kita harus jujur. Tapi yang tidak boleh terlupa dari seorang reviewer adalah pengetahuan yang harus di reviewnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Terkait dengan hal-hal teknis yang berkaitan dengan alogaritma, Fitra Eri mengaku tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Ia menilai, yang hanya mencari tahu alogaritma dan tren adalah content creator yang hanya mengejar view.
Menurutnya, jumlah review bukan hal utama yang harus dikejar, karena yang utama adalah menghasilkan konten yang bermanfaat bagi penonton.
&amp;ldquo;Karena kalau konten kita bermanfaat, konten kita menarik, lama-lama orang juga akan nonton,&amp;rdquo; jelas Fitra.
Ia menyarankan agra jangan gampang ikut-ikutan tren karena hanya hit sesaat namun berisiko menghilangkan identitas channel.</content:encoded></item></channel></rss>
