<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pabrikan Kendaraan yang Hengkang dari Rusia karena Perang, Siapa Saja?</title><description>Alasan pabrikan kendaraan ini meninggalkan Rusia adalah karena sanksi yang diterima Rusia mempersulit operasi bisnis pabrikan kendaraan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/86/2697646/pabrikan-kendaraan-yang-hengkang-dari-rusia-karena-perang-siapa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/86/2697646/pabrikan-kendaraan-yang-hengkang-dari-rusia-karena-perang-siapa-saja"/><item><title>Pabrikan Kendaraan yang Hengkang dari Rusia karena Perang, Siapa Saja?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/86/2697646/pabrikan-kendaraan-yang-hengkang-dari-rusia-karena-perang-siapa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/86/2697646/pabrikan-kendaraan-yang-hengkang-dari-rusia-karena-perang-siapa-saja</guid><pubDate>Senin 31 Oktober 2022 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/31/86/2697646/pabrikan-kendaraan-yang-hengkang-dari-rusia-karena-perang-siapa-saja-VI4sxSW1xV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/31/86/2697646/pabrikan-kendaraan-yang-hengkang-dari-rusia-karena-perang-siapa-saja-VI4sxSW1xV.JPG</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penjualan 49% saham Ford telah dijual kepada Sollers Ford Joint Venture menjadi titik balik pabrikan mobil asal Amerika ini angkat kaki dari Rusia. Ford tidak sendirian dalam mengambil keputusan nekat ini, karena pabrikan mobil lain juga ikut hengkang.&amp;nbsp;
Keputusan Ford meninggalkan Rusia telah bulat. Ford sepenuhnya mengerti bahwa Rusia adalah pasar terbesar Ford. Setiap tahun, Ford mampu menjual puluhan ribu unit kendaraan di negeri beruang merah tersebut. Bahkan di tahun 2021, 20.000 unit mobil ludes di negara ini.
Ford tidak punya pilihan lain. Sanksi yang diterima Rusia usai menggebuk Ukraina mepersulit operasi bisnis pabrikan kendaraan. Sebelumnya, sudah ada penghentian proses manufaktur, pasokan suku cadang, IT dan dukungan teknik.
BACA JUGA:Mobil Listrik Lebih Menarik, Ford Bakal Suntik Mati Fiesta pada Juni 2023

Hal ini membuat pabrik mereka di Rusia tak beroperasi sehingga terancam gulung tikar. Meski begitu, Ford cukup cerdas dengan menyerahkan sahamnya ke joint venture itu agar dapat mempertahankan opsi selama lima tahun. Dengan begitu, Ford bisa membeli kembali setelah semua situasi memungkinkan.&amp;nbsp;
Selain Ford, pabrikan kendaraan lain yang ikut hengkang adalah Mercedes-Benz. Sebelumnya pabrikan kendaraan asal Jerman ini mengumumkan bakal meninggalkan Rusia pada pekan ini. Saham mereka akan dijual kepada Avtodom yang merupakan rantai dealer mobil.
BACA JUGA:Kisah Tragis Jatuh Bangun Pabrikan Mobil Borgward di Jerman

Pabrikan lain yang ikut hengkang dari Rusia adalah Nissan dan Renault. Kedua perusahaan ini juga menjual asetnya ke perusahaan lain.
Begitu juga dengan Lamborghini, Honda dan BMW juga menghentikan operasi bisnis di Rusia sejak awal invasi. Bahkan beberapa dari mereka menyumbangkan dana penjualan aset tersebut untuk disumbangkan ke Ukraina sebagai bentuk dukungan.Perusahaan berikutnya yang ikut meninggalkan Rusia adalah Toyota. Pabrikan kendaraan ini telah mengakiri operasi manufaktur sejak akhir bulan lalu.
Pabrikan mobil ini menilai belum melihat indikasi untuk kembali ke Rusia. Meski begitu Toyota mengaku bakal tetap membantu karyawan dengan memberi pelatihan dan pekerjaan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penjualan 49% saham Ford telah dijual kepada Sollers Ford Joint Venture menjadi titik balik pabrikan mobil asal Amerika ini angkat kaki dari Rusia. Ford tidak sendirian dalam mengambil keputusan nekat ini, karena pabrikan mobil lain juga ikut hengkang.&amp;nbsp;
Keputusan Ford meninggalkan Rusia telah bulat. Ford sepenuhnya mengerti bahwa Rusia adalah pasar terbesar Ford. Setiap tahun, Ford mampu menjual puluhan ribu unit kendaraan di negeri beruang merah tersebut. Bahkan di tahun 2021, 20.000 unit mobil ludes di negara ini.
Ford tidak punya pilihan lain. Sanksi yang diterima Rusia usai menggebuk Ukraina mepersulit operasi bisnis pabrikan kendaraan. Sebelumnya, sudah ada penghentian proses manufaktur, pasokan suku cadang, IT dan dukungan teknik.
BACA JUGA:Mobil Listrik Lebih Menarik, Ford Bakal Suntik Mati Fiesta pada Juni 2023

Hal ini membuat pabrik mereka di Rusia tak beroperasi sehingga terancam gulung tikar. Meski begitu, Ford cukup cerdas dengan menyerahkan sahamnya ke joint venture itu agar dapat mempertahankan opsi selama lima tahun. Dengan begitu, Ford bisa membeli kembali setelah semua situasi memungkinkan.&amp;nbsp;
Selain Ford, pabrikan kendaraan lain yang ikut hengkang adalah Mercedes-Benz. Sebelumnya pabrikan kendaraan asal Jerman ini mengumumkan bakal meninggalkan Rusia pada pekan ini. Saham mereka akan dijual kepada Avtodom yang merupakan rantai dealer mobil.
BACA JUGA:Kisah Tragis Jatuh Bangun Pabrikan Mobil Borgward di Jerman

Pabrikan lain yang ikut hengkang dari Rusia adalah Nissan dan Renault. Kedua perusahaan ini juga menjual asetnya ke perusahaan lain.
Begitu juga dengan Lamborghini, Honda dan BMW juga menghentikan operasi bisnis di Rusia sejak awal invasi. Bahkan beberapa dari mereka menyumbangkan dana penjualan aset tersebut untuk disumbangkan ke Ukraina sebagai bentuk dukungan.Perusahaan berikutnya yang ikut meninggalkan Rusia adalah Toyota. Pabrikan kendaraan ini telah mengakiri operasi manufaktur sejak akhir bulan lalu.
Pabrikan mobil ini menilai belum melihat indikasi untuk kembali ke Rusia. Meski begitu Toyota mengaku bakal tetap membantu karyawan dengan memberi pelatihan dan pekerjaan.</content:encoded></item></channel></rss>
