<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Alasan Ilmiah Kenapa Manusia Tak Boleh Makan Daging Kucing</title><description>Ada tiga alasan ilmiah kenapa manusia tidak boleh makan daging kucing, mamalia satu ini juga bukan termasuk ke dalam hewan ternak konsumsi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/56/2697996/3-alasan-ilmiah-kenapa-manusia-tak-boleh-makan-daging-kucing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/56/2697996/3-alasan-ilmiah-kenapa-manusia-tak-boleh-makan-daging-kucing"/><item><title>3 Alasan Ilmiah Kenapa Manusia Tak Boleh Makan Daging Kucing</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/56/2697996/3-alasan-ilmiah-kenapa-manusia-tak-boleh-makan-daging-kucing</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/31/56/2697996/3-alasan-ilmiah-kenapa-manusia-tak-boleh-makan-daging-kucing</guid><pubDate>Senin 31 Oktober 2022 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/31/56/2697996/3-alasan-ilmiah-kenapa-manusia-tak-boleh-makan-daging-kucing-iVeEQI29ow.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 alasan ilmiah kenapa manusia tak boleh makan daging kucing (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/31/56/2697996/3-alasan-ilmiah-kenapa-manusia-tak-boleh-makan-daging-kucing-iVeEQI29ow.jpg</image><title>3 alasan ilmiah kenapa manusia tak boleh makan daging kucing (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ada tiga alasan ilmiah kenapa manusia tidak boleh makan daging kucing, mamalia satu ini juga bukan termasuk ke dalam hewan ternak konsumsi.
Indonesia sendiri, telah mengatur pelarangan makan daging kucing, di mana mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diubah dengan UU 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009.
BACA JUGA:Sungai Raksasa Misterius Berhasil Terungkap, Tersembunyi di Bawah Antartika
Sementara itu, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner SIKIA Universitas Airlangga (Unair), Prima Ayu Wibawati menegaskan, konsumsi daging kucing sangatlah tidak etis.
&quot;Dari UU itu, daging kucing bukan produk hewan yang masuk kriteria dikonsumsi manusia,&quot; kata Prima, dikutip dari situs Unair, Senin (31/10/2022).
Jadi, makan daging kucing merupakan tindakan penyalahgunaan. Apapun alasan konsumsi, hanyalah dalih untuk menghalalkan dan membenarkan pendapat pengkonsumsi tersebut.
Lebih lanjut, Prima menjelaskan tiga alasan ilmiah daging kucing tidak boleh dikonsumsi manusia. Berikut penjelasannya.
BACA JUGA:Rekor Baru Migrasi Burung, Terbang dari Alaska hingga Australia Tanpa Henti!
1. Tak Aman Dikonsumsi
Prima menyebutkan tidak ada standardisasi pemotongan kucing hingga pemakaiannya. Sehingga, memang tidak ada jaminan keamanan untuk dikonsumsi manusia.
&quot;Sudah jelas jaminan keamanannya tidak ada. Mulai dari penangkapan, transportasi ternak hingga bagaimana cara penyembelihannya, kita gak tahu. Mungkin saja kucing membawa bibit penyakit,&quot; ujar dia.2. Bahaya Meat Borne Disease
Meat Borne Disease merupakan penyakit yang muncul akibat konsumsi daging kucing. Bahkan infeksi rabies pun dapat menyerang.
Berbagai penyakit meat borne disease seperti Tuberculosis, Brucellosis, Salmonellosis, Botulism, Staphylococcal Meat Intoxication, Taeniasis, Trichinosis hingga Clostridiosis berpotensi menginfeksi pengkonsumsi daging kucing.
&quot;Dikhawatirkan, berbagai penyakit dari meat borne disease berpotensi menginfeksi orang yang makan. Selain itu kucing merupakan reservoir rabies, jadi apabila memang memiliki virus rabies. Maka juga potensi zoonosisnya juga sangat tinggi,&quot; tuturnya.
3. Pelanggaran Animal Welfare
Selain karena kucing termasuk hewan peliharaan non konsumsi, asal usul kucing juga harus diperhatikan.
&quot;Bisa dibayangkan, sebenarnya kucingnya didapat dari mana, bisa juga kucing peliharaan yang dicuri. Tindakan pemotongan juga pasti tidak berperikehewanan, karena memang bukan produk pangan yang ada standar pemotongannya,&quot;terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ada tiga alasan ilmiah kenapa manusia tidak boleh makan daging kucing, mamalia satu ini juga bukan termasuk ke dalam hewan ternak konsumsi.
Indonesia sendiri, telah mengatur pelarangan makan daging kucing, di mana mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diubah dengan UU 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009.
BACA JUGA:Sungai Raksasa Misterius Berhasil Terungkap, Tersembunyi di Bawah Antartika
Sementara itu, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner SIKIA Universitas Airlangga (Unair), Prima Ayu Wibawati menegaskan, konsumsi daging kucing sangatlah tidak etis.
&quot;Dari UU itu, daging kucing bukan produk hewan yang masuk kriteria dikonsumsi manusia,&quot; kata Prima, dikutip dari situs Unair, Senin (31/10/2022).
Jadi, makan daging kucing merupakan tindakan penyalahgunaan. Apapun alasan konsumsi, hanyalah dalih untuk menghalalkan dan membenarkan pendapat pengkonsumsi tersebut.
Lebih lanjut, Prima menjelaskan tiga alasan ilmiah daging kucing tidak boleh dikonsumsi manusia. Berikut penjelasannya.
BACA JUGA:Rekor Baru Migrasi Burung, Terbang dari Alaska hingga Australia Tanpa Henti!
1. Tak Aman Dikonsumsi
Prima menyebutkan tidak ada standardisasi pemotongan kucing hingga pemakaiannya. Sehingga, memang tidak ada jaminan keamanan untuk dikonsumsi manusia.
&quot;Sudah jelas jaminan keamanannya tidak ada. Mulai dari penangkapan, transportasi ternak hingga bagaimana cara penyembelihannya, kita gak tahu. Mungkin saja kucing membawa bibit penyakit,&quot; ujar dia.2. Bahaya Meat Borne Disease
Meat Borne Disease merupakan penyakit yang muncul akibat konsumsi daging kucing. Bahkan infeksi rabies pun dapat menyerang.
Berbagai penyakit meat borne disease seperti Tuberculosis, Brucellosis, Salmonellosis, Botulism, Staphylococcal Meat Intoxication, Taeniasis, Trichinosis hingga Clostridiosis berpotensi menginfeksi pengkonsumsi daging kucing.
&quot;Dikhawatirkan, berbagai penyakit dari meat borne disease berpotensi menginfeksi orang yang makan. Selain itu kucing merupakan reservoir rabies, jadi apabila memang memiliki virus rabies. Maka juga potensi zoonosisnya juga sangat tinggi,&quot; tuturnya.
3. Pelanggaran Animal Welfare
Selain karena kucing termasuk hewan peliharaan non konsumsi, asal usul kucing juga harus diperhatikan.
&quot;Bisa dibayangkan, sebenarnya kucingnya didapat dari mana, bisa juga kucing peliharaan yang dicuri. Tindakan pemotongan juga pasti tidak berperikehewanan, karena memang bukan produk pangan yang ada standar pemotongannya,&quot;terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
