<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Kembangkan Baterai Jenis Baru, Dicetak Pakai Printer 3D</title><description>Sejumlah peneliti di China dilaporkan sedang mengembangkan baterai logam lithium jenis baru, ini dicetak lewat teknologi printer 3D.
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/29/56/2696949/china-kembangkan-baterai-jenis-baru-dicetak-pakai-printer-3d</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/29/56/2696949/china-kembangkan-baterai-jenis-baru-dicetak-pakai-printer-3d"/><item><title>China Kembangkan Baterai Jenis Baru, Dicetak Pakai Printer 3D</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/29/56/2696949/china-kembangkan-baterai-jenis-baru-dicetak-pakai-printer-3d</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/29/56/2696949/china-kembangkan-baterai-jenis-baru-dicetak-pakai-printer-3d</guid><pubDate>Sabtu 29 Oktober 2022 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/29/56/2696949/china-kembangkan-baterai-jenis-baru-dicetak-pakai-printer-3d-tiboHeTIYm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">China kembangkan baterai jenis baru, dicetak pakai printer 3D (Foto: Xinhua)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/29/56/2696949/china-kembangkan-baterai-jenis-baru-dicetak-pakai-printer-3d-tiboHeTIYm.jpg</image><title>China kembangkan baterai jenis baru, dicetak pakai printer 3D (Foto: Xinhua)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah peneliti di China dilaporkan sedang mengembangkan baterai logam lithium jenis baru, ini dicetak lewat teknologi printer 3D. Hasilnya secara signifikan meningkatkan kepadatan energi dan masa pakai baterai.
Baterai logam lithium diperkirakan akan menjadi baterai tinggi energi generasi berikutnya karena potensi kepadatan energi tinggi yang dimilikinya.
BACA JUGA:Misteri Gempa di Mars Berhasil Dipecahkan Ilmuwan, Ini Penyebabnya
Namun, beberapa faktor penghambat, seperti pertumbuhan dendrit lithium dan efisiensi Coulomb yang rendah, yang menghasilkan kemampuan siklus buruk serta kepadatan energi yang rendah, membuat pengaplikasiannya terbatas.
Para peneliti dari Institut Fisika Kimia Dalian di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, menggunakan teknologi pencetakan 3D guna membuat rangka berbasis titanium karbida untuk logam lithium untuk disimpan sebagai katode.
Katode tersebut, mencapai kapasitas areal yang sangat baik sebesar 30 miliampere-jam per sentimeter persegi dan siklus masa pakai lebih dari 4.800 jam tanpa menghasilkan dendrit lithium.
BACA JUGA:Astronom Luncurkan Kamera Digital Terbesar di Dunia, Ukurannya 1,65 Meter!
Anode cetak 3D itu terbuat dari rangkaian lithium besi fosfat (LiFePO4) berpori dengan pemuatan massa mencapai 171 miligram per sentimeter persegi, yang secara efektif meningkatkan kinerja elektrokimia baterai.
Rute teknis ini menawarkan sebuah strategi potensial untuk mengembangkan baterai dengan masa pakai yang panjang dan kepadatan energi yang tinggi, menurut studi tersebut.
Studi itu, telah dipublikasikan dalam jurnal Energy Storage Materials, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (29/10/2022).</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah peneliti di China dilaporkan sedang mengembangkan baterai logam lithium jenis baru, ini dicetak lewat teknologi printer 3D. Hasilnya secara signifikan meningkatkan kepadatan energi dan masa pakai baterai.
Baterai logam lithium diperkirakan akan menjadi baterai tinggi energi generasi berikutnya karena potensi kepadatan energi tinggi yang dimilikinya.
BACA JUGA:Misteri Gempa di Mars Berhasil Dipecahkan Ilmuwan, Ini Penyebabnya
Namun, beberapa faktor penghambat, seperti pertumbuhan dendrit lithium dan efisiensi Coulomb yang rendah, yang menghasilkan kemampuan siklus buruk serta kepadatan energi yang rendah, membuat pengaplikasiannya terbatas.
Para peneliti dari Institut Fisika Kimia Dalian di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, menggunakan teknologi pencetakan 3D guna membuat rangka berbasis titanium karbida untuk logam lithium untuk disimpan sebagai katode.
Katode tersebut, mencapai kapasitas areal yang sangat baik sebesar 30 miliampere-jam per sentimeter persegi dan siklus masa pakai lebih dari 4.800 jam tanpa menghasilkan dendrit lithium.
BACA JUGA:Astronom Luncurkan Kamera Digital Terbesar di Dunia, Ukurannya 1,65 Meter!
Anode cetak 3D itu terbuat dari rangkaian lithium besi fosfat (LiFePO4) berpori dengan pemuatan massa mencapai 171 miligram per sentimeter persegi, yang secara efektif meningkatkan kinerja elektrokimia baterai.
Rute teknis ini menawarkan sebuah strategi potensial untuk mengembangkan baterai dengan masa pakai yang panjang dan kepadatan energi yang tinggi, menurut studi tersebut.
Studi itu, telah dipublikasikan dalam jurnal Energy Storage Materials, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (29/10/2022).</content:encoded></item></channel></rss>
