<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Pejabat Usul Blokir Penggunaan WhatsApp untuk ASN</title><description>Seorang pejabat Rusia memberikan usulan baru, yakni agar lembaga negara memblokir ASN Negeri Beruang Merah dari penggunaan WhatsApp.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/20/54/2691233/seorang-pejabat-usul-blokir-penggunaan-whatsapp-untuk-asn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/20/54/2691233/seorang-pejabat-usul-blokir-penggunaan-whatsapp-untuk-asn"/><item><title>Seorang Pejabat Usul Blokir Penggunaan WhatsApp untuk ASN</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/20/54/2691233/seorang-pejabat-usul-blokir-penggunaan-whatsapp-untuk-asn</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/20/54/2691233/seorang-pejabat-usul-blokir-penggunaan-whatsapp-untuk-asn</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/54/2691233/seorang-pejabat-usul-blokir-penggunaan-whatsapp-untuk-asn-EOkNqXRFhP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang pejabat usul blokir penggunaan WhatsApp untuk ASN (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/54/2691233/seorang-pejabat-usul-blokir-penggunaan-whatsapp-untuk-asn-EOkNqXRFhP.jpg</image><title>Seorang pejabat usul blokir penggunaan WhatsApp untuk ASN (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Seorang pejabat Rusia memberikan usulan baru, yakni agar lembaga negara memblokir Aparatur Sipil Negara (ASN) Negeri Beruang Merah dari penggunaan WhatsApp.
&quot;Saya rasa adalah penting memberikan larangan penuh WhatsApp digunakan untuk kepentingan resmi oleh pegawai negeri dan kota Rusia,&quot; kata wakil ketua komite kebijakan informasi di parlemen Rusia Anton Gorelkin, dikutip dari Antara, Kamis (20/10/2022).
Meta Platforms Inc, perusahaan induk WhatsApp, dinyatakan bersalah oleh Rusia karena &quot;aktivitas ekstremis&quot;.
BACA JUGA:Keunggulan Modem Orbit Star H1 yang Baru Dirilis Telkomsel dan Huawei
Biro pemantauan keuangan Rusia, Rosfinmonitoring, memasukan perusahaan teknologi itu ke daftar &quot;teroris dan ekstremis&quot;.
Pengacara Meta mengatakan, mereka tidak melakukan aktivitas ekstremis dan bahwa mereka menentang Russophobia.
Rusia memblokir Facebook dan Instagram sejak Maret, namun, WhatsApp masih digunakan.
&quot;Apakah itu (aplikasi) alternatif dari Rusia atau Dubai, tidak masalah. Yang penting adalah bukan milik perusahaan yang secara terbuka berpartisipasi pada perang informasi terhadap negara kita dan termasuk dalam daftar organisasi teroris dan ekstremis,&quot; kata Gorelkin melalui aplikasi pesan instan Telegram.
BACA JUGA:Fenomena Judi Online dari Sisi Perkembangan Teknologi dan Aspek Morality
Rusia mendorong industri elektronik dengan memberikan keringanan pajak dan pinjaman, karena mereka mengalami kekurangan pasokan setelah negara Barat memberikan sanksi.
Akibat sanksi itu, banyak perusahaan elektronik yang hengkang dari Rusia.
Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia, Vasily Shpak, mengatakan bahwa kekosongan ini seharusnya diisi oleh industri domestik.
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan, jika Shpak berpendapat perusahaan yang keluar dari negara itu tidak boleh diizinkan kembali untuk beroperasi pada bidang yang sama.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pejabat Rusia memberikan usulan baru, yakni agar lembaga negara memblokir Aparatur Sipil Negara (ASN) Negeri Beruang Merah dari penggunaan WhatsApp.
&quot;Saya rasa adalah penting memberikan larangan penuh WhatsApp digunakan untuk kepentingan resmi oleh pegawai negeri dan kota Rusia,&quot; kata wakil ketua komite kebijakan informasi di parlemen Rusia Anton Gorelkin, dikutip dari Antara, Kamis (20/10/2022).
Meta Platforms Inc, perusahaan induk WhatsApp, dinyatakan bersalah oleh Rusia karena &quot;aktivitas ekstremis&quot;.
BACA JUGA:Keunggulan Modem Orbit Star H1 yang Baru Dirilis Telkomsel dan Huawei
Biro pemantauan keuangan Rusia, Rosfinmonitoring, memasukan perusahaan teknologi itu ke daftar &quot;teroris dan ekstremis&quot;.
Pengacara Meta mengatakan, mereka tidak melakukan aktivitas ekstremis dan bahwa mereka menentang Russophobia.
Rusia memblokir Facebook dan Instagram sejak Maret, namun, WhatsApp masih digunakan.
&quot;Apakah itu (aplikasi) alternatif dari Rusia atau Dubai, tidak masalah. Yang penting adalah bukan milik perusahaan yang secara terbuka berpartisipasi pada perang informasi terhadap negara kita dan termasuk dalam daftar organisasi teroris dan ekstremis,&quot; kata Gorelkin melalui aplikasi pesan instan Telegram.
BACA JUGA:Fenomena Judi Online dari Sisi Perkembangan Teknologi dan Aspek Morality
Rusia mendorong industri elektronik dengan memberikan keringanan pajak dan pinjaman, karena mereka mengalami kekurangan pasokan setelah negara Barat memberikan sanksi.
Akibat sanksi itu, banyak perusahaan elektronik yang hengkang dari Rusia.
Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia, Vasily Shpak, mengatakan bahwa kekosongan ini seharusnya diisi oleh industri domestik.
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan, jika Shpak berpendapat perusahaan yang keluar dari negara itu tidak boleh diizinkan kembali untuk beroperasi pada bidang yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
