<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Buruk Apabila Populasi Hewan Besar Alami Penurunan</title><description>Hewan besar seperti gajah, badak atau singa memiliki dampak yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/19/56/2690088/dampak-buruk-apabila-populasi-hewan-besar-alami-penurunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/19/56/2690088/dampak-buruk-apabila-populasi-hewan-besar-alami-penurunan"/><item><title>Dampak Buruk Apabila Populasi Hewan Besar Alami Penurunan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/19/56/2690088/dampak-buruk-apabila-populasi-hewan-besar-alami-penurunan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/19/56/2690088/dampak-buruk-apabila-populasi-hewan-besar-alami-penurunan</guid><pubDate>Rabu 19 Oktober 2022 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Maryam Nurfauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/19/56/2690088/dampak-buruk-apabila-populasi-hewan-besar-alami-penurunan-wLhILEmRSO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak buruk apabila populasi hewan besar alami penurunan (Foto: AZ Animals)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/19/56/2690088/dampak-buruk-apabila-populasi-hewan-besar-alami-penurunan-wLhILEmRSO.jpg</image><title>Dampak buruk apabila populasi hewan besar alami penurunan (Foto: AZ Animals)</title></images><description>JAKARTA - Hewan besar seperti gajah, badak atau singa memiliki dampak yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Lalu, apa yang terjadi jika Bumi kehilangan hewan besar?
Penelitian yang dilakukan ahli biologi dari University of New Mexico, Felisa Smith, dan didukung oleh US National Science Foundation (NSF), telah menunjukkan dampak mendalam dari hilangnya mamalia bertubuh besar atau megafauna dalam ekosistem.
Dilansir dari National Science Foundation, Rabu (19/10/2022), berikut penjelasan mengenai dampak yang akan terjadi apabila populasi hewan besar di Bumi mengalami penurunan.
BACA JUGA:Daftar 4 Dinosaurus yang Ternyata Berukuran Kecil
Smith dan tim melaporkan hasil penelitiannya dalam Prosiding National Academy of Sciences. Para ilmuwan melihat ke masa lalu untuk mendapatkan petunjuk tentang masa depan mamalia besar, yang menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan.
&quot;Manusia memiliki efek drastis pada mamalia besar, baik secara langsung, seperti berburu, dan secara tidak langsung melalui penggunaan lahan dan perubahan iklim,&quot; kata Sam Schiener, Direktur program di Divisi Biologi Lingkungan NSF.
Selain itu, ia juga menyebutkan studi ini menunjukan bahwa efek tersebut dapat memiliki dampak besar pada ekosistem.
&quot;Status konservasi mamalia bertubuh besar saat ini mengerikan. Penurunan mereka memiliki konsekuensi serius karena mereka memiliki peran ekologis yang unik,&amp;rdquo; ujar Smith.
BACA JUGA:Mengenal Palung Mariana, Tempat Paling Dalam dan Misterius di Bumi
Namun, menurut dia, hilangnya keanekaragaman hayati semacam ini telah terjadi sebelumnya.
&quot;Manusia yang memasuki Amerika pada akhir Pleistosen sekitar 13.000 tahun yang lalu, menyebabkan kepunahan yang meluas dari mamalia bertubuh besar yang ada saat itu, melalui beberapa aktivitas yang sama yang membahayakan mamalia saat ini,&quot; tadasnya.
Para peneliti menggunakan catatan fosil hewan-hewan yang telah punah sebelumnya, tujuannya untuk mengeksplorasi apa yang terjadi pada mamalia yang masih hidup.Tim memfokuskan upayanya pada komunitas mamalia di Edwards Plateau of Texas, memeriksa ribuan fosil yang disimpan di Texas Memorial Museum di Austin.
Dengan mengukur isotop stabil dalam tulang fosil, mereka mengkarakterisasi pola makan. Pengukuran gigi dan tulang panjang memungkinkan para peneliti untuk memperkirakan ukuran tubuh.
Mereka juga mampu merekonstruksi jaring makanan kuno Pleistosen dan melihat bagaimana hal itu berubah setelah kepunahan.
Hasilnya sangat mencolok untuk guild felid, yang pernah memiliki dua spesies kucing sabertooth, serta singa gua Amerika, jaguar, dan lynx.
Ternyata, di zaman modern, dampak dari menurunnya populasi gajah, jerapah, badak, dan mamalia berbadan besar lainnya sangat berpengaruh serius pada ekosistem, karena mereka memliki peran penting, seperti memengaruhi interaksi ekologis dan siklus biogeokimia.
&quot;Sangat penting untuk memahami bagaimana penurunan atau potensi kepunahan mamalia bertubuh besar terakhir yang tersisa di Bumi dapat mengubah ekosistem. Kita tidak bisa kehilangan mamalia bertubuh besar ini,&quot; tegas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Hewan besar seperti gajah, badak atau singa memiliki dampak yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Lalu, apa yang terjadi jika Bumi kehilangan hewan besar?
Penelitian yang dilakukan ahli biologi dari University of New Mexico, Felisa Smith, dan didukung oleh US National Science Foundation (NSF), telah menunjukkan dampak mendalam dari hilangnya mamalia bertubuh besar atau megafauna dalam ekosistem.
Dilansir dari National Science Foundation, Rabu (19/10/2022), berikut penjelasan mengenai dampak yang akan terjadi apabila populasi hewan besar di Bumi mengalami penurunan.
BACA JUGA:Daftar 4 Dinosaurus yang Ternyata Berukuran Kecil
Smith dan tim melaporkan hasil penelitiannya dalam Prosiding National Academy of Sciences. Para ilmuwan melihat ke masa lalu untuk mendapatkan petunjuk tentang masa depan mamalia besar, yang menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan.
&quot;Manusia memiliki efek drastis pada mamalia besar, baik secara langsung, seperti berburu, dan secara tidak langsung melalui penggunaan lahan dan perubahan iklim,&quot; kata Sam Schiener, Direktur program di Divisi Biologi Lingkungan NSF.
Selain itu, ia juga menyebutkan studi ini menunjukan bahwa efek tersebut dapat memiliki dampak besar pada ekosistem.
&quot;Status konservasi mamalia bertubuh besar saat ini mengerikan. Penurunan mereka memiliki konsekuensi serius karena mereka memiliki peran ekologis yang unik,&amp;rdquo; ujar Smith.
BACA JUGA:Mengenal Palung Mariana, Tempat Paling Dalam dan Misterius di Bumi
Namun, menurut dia, hilangnya keanekaragaman hayati semacam ini telah terjadi sebelumnya.
&quot;Manusia yang memasuki Amerika pada akhir Pleistosen sekitar 13.000 tahun yang lalu, menyebabkan kepunahan yang meluas dari mamalia bertubuh besar yang ada saat itu, melalui beberapa aktivitas yang sama yang membahayakan mamalia saat ini,&quot; tadasnya.
Para peneliti menggunakan catatan fosil hewan-hewan yang telah punah sebelumnya, tujuannya untuk mengeksplorasi apa yang terjadi pada mamalia yang masih hidup.Tim memfokuskan upayanya pada komunitas mamalia di Edwards Plateau of Texas, memeriksa ribuan fosil yang disimpan di Texas Memorial Museum di Austin.
Dengan mengukur isotop stabil dalam tulang fosil, mereka mengkarakterisasi pola makan. Pengukuran gigi dan tulang panjang memungkinkan para peneliti untuk memperkirakan ukuran tubuh.
Mereka juga mampu merekonstruksi jaring makanan kuno Pleistosen dan melihat bagaimana hal itu berubah setelah kepunahan.
Hasilnya sangat mencolok untuk guild felid, yang pernah memiliki dua spesies kucing sabertooth, serta singa gua Amerika, jaguar, dan lynx.
Ternyata, di zaman modern, dampak dari menurunnya populasi gajah, jerapah, badak, dan mamalia berbadan besar lainnya sangat berpengaruh serius pada ekosistem, karena mereka memliki peran penting, seperti memengaruhi interaksi ekologis dan siklus biogeokimia.
&quot;Sangat penting untuk memahami bagaimana penurunan atau potensi kepunahan mamalia bertubuh besar terakhir yang tersisa di Bumi dapat mengubah ekosistem. Kita tidak bisa kehilangan mamalia bertubuh besar ini,&quot; tegas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
