<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astronom Temukan Keanehan dari Black Hole untuk Pertama Kalinya, Apa Itu?</title><description>Hal umum yang dipelajari tentang black hole adalah dapat menyerap segala sesuatu yang dekat dengannya, tetapi ini tidak sepenuhnya akurat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/17/56/2688557/astronom-temukan-keanehan-dari-black-hole-untuk-pertama-kalinya-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/17/56/2688557/astronom-temukan-keanehan-dari-black-hole-untuk-pertama-kalinya-apa-itu"/><item><title>Astronom Temukan Keanehan dari Black Hole untuk Pertama Kalinya, Apa Itu?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/17/56/2688557/astronom-temukan-keanehan-dari-black-hole-untuk-pertama-kalinya-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/17/56/2688557/astronom-temukan-keanehan-dari-black-hole-untuk-pertama-kalinya-apa-itu</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/56/2688557/astronom-temukan-keanehan-dari-black-hole-untuk-pertama-kalinya-apa-itu-Q1Rel8fNM7.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Astronom temukan keanehan dari black hole untuk pertama kalinya, apa iitu? (Foto: Science Communication Lab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/56/2688557/astronom-temukan-keanehan-dari-black-hole-untuk-pertama-kalinya-apa-itu-Q1Rel8fNM7.JPG</image><title>Astronom temukan keanehan dari black hole untuk pertama kalinya, apa iitu? (Foto: Science Communication Lab)</title></images><description>JAKARTA - Hal umum yang dipelajari tentang black hole (lubang hitam) adalah dapat menyerap segala sesuatu yang dekat dengannya, tetapi ini tidak sepenuhnya akurat.
Selama ini, kita mengira bahwa sesuatu yang memasuki lubang hitam maka ia tidak akan pernah bisa kembali, namun penelitian terakhir melihat adanya keanehan di mana lubang hitam dapat melontarkan kembali materi yang dilahapnya.
Lubang hitam AT2019dsg yang terletak 665 juta tahun cahaya diketahui telah melahap bintang pada tahun 2018, kemudian untuk alasan yang tidak diketahui, menjadi sangat aktif lagi pada tahun 2021.
BACA JUGA:Luar Angkasa Sangat Gelap Terbukti Secara Ilmiah dan Termuat di Alquran
Tvette Cendes, astronom di Center for Astrophysics (CfA), mengatakan bahwa lubang hitam supermasif ini kemudian terpantau melontarkan kembali bintang yang dilahapnya tersebut.
Lubang hitam mengeluarkan material kembali dengan kecepatan luar biasa, yakni setengah kecepatan cahaya. Peneliti menyebut ini sebagai peristiwa gangguan pasang surut (TDE), dan tidak diketahui apa sebabnya.
&quot;Kami telah mempelajari TDE dengan teleskop radio selama lebih dari satu dekade, dan terkadang kami menemukan mereka bersinar dalam gelombang radio saat mereka memuntahkan materi saat bintang pertama kali dikonsumsi oleh lubang hitam,&amp;rdquo; kata rekan peneliti Edo Berger, dikutip dari Digital Trends, Senin (17/10/2022).
BACA JUGA:Jepang Batal Kirim Roket ke Antariksa, Kegagalan Pertama Setelah Hampir 20 Tahun
&amp;ldquo;Tetapi di AT2018hyz ada keheningan radio selama tiga tahun pertama, dan sekarang secara dramatis menyala untuk menjadi salah satu TDE paling bercahaya radio yang pernah diamati,&quot; lanjutnya.
Hal yang sangat aneh adalah para astronom telah mengamati peristiwa spaghettification ini dan menemukan itu &amp;ldquo;biasa-biasa saja.&amp;rdquo; Namun untuk beberapa alasan, arus keluar ini sangat tertunda dan jauh lebih cepat daripada arus keluar biasa.
&quot;Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan penundaan yang begitu lama antara pemberian makan dan aliran keluar. Langkah selanjutnya adalah mengeksplorasi apakah ini benar-benar terjadi lebih teratur dan kami belum melihat TDE cukup terlambat dalam evolusinya,&quot; tutup Berger.</description><content:encoded>JAKARTA - Hal umum yang dipelajari tentang black hole (lubang hitam) adalah dapat menyerap segala sesuatu yang dekat dengannya, tetapi ini tidak sepenuhnya akurat.
Selama ini, kita mengira bahwa sesuatu yang memasuki lubang hitam maka ia tidak akan pernah bisa kembali, namun penelitian terakhir melihat adanya keanehan di mana lubang hitam dapat melontarkan kembali materi yang dilahapnya.
Lubang hitam AT2019dsg yang terletak 665 juta tahun cahaya diketahui telah melahap bintang pada tahun 2018, kemudian untuk alasan yang tidak diketahui, menjadi sangat aktif lagi pada tahun 2021.
BACA JUGA:Luar Angkasa Sangat Gelap Terbukti Secara Ilmiah dan Termuat di Alquran
Tvette Cendes, astronom di Center for Astrophysics (CfA), mengatakan bahwa lubang hitam supermasif ini kemudian terpantau melontarkan kembali bintang yang dilahapnya tersebut.
Lubang hitam mengeluarkan material kembali dengan kecepatan luar biasa, yakni setengah kecepatan cahaya. Peneliti menyebut ini sebagai peristiwa gangguan pasang surut (TDE), dan tidak diketahui apa sebabnya.
&quot;Kami telah mempelajari TDE dengan teleskop radio selama lebih dari satu dekade, dan terkadang kami menemukan mereka bersinar dalam gelombang radio saat mereka memuntahkan materi saat bintang pertama kali dikonsumsi oleh lubang hitam,&amp;rdquo; kata rekan peneliti Edo Berger, dikutip dari Digital Trends, Senin (17/10/2022).
BACA JUGA:Jepang Batal Kirim Roket ke Antariksa, Kegagalan Pertama Setelah Hampir 20 Tahun
&amp;ldquo;Tetapi di AT2018hyz ada keheningan radio selama tiga tahun pertama, dan sekarang secara dramatis menyala untuk menjadi salah satu TDE paling bercahaya radio yang pernah diamati,&quot; lanjutnya.
Hal yang sangat aneh adalah para astronom telah mengamati peristiwa spaghettification ini dan menemukan itu &amp;ldquo;biasa-biasa saja.&amp;rdquo; Namun untuk beberapa alasan, arus keluar ini sangat tertunda dan jauh lebih cepat daripada arus keluar biasa.
&quot;Ini adalah pertama kalinya kami menyaksikan penundaan yang begitu lama antara pemberian makan dan aliran keluar. Langkah selanjutnya adalah mengeksplorasi apakah ini benar-benar terjadi lebih teratur dan kami belum melihat TDE cukup terlambat dalam evolusinya,&quot; tutup Berger.</content:encoded></item></channel></rss>
