<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Minta Produsen Kendaraan Listrik Pakai Komponen Lokal</title><description>Produsen kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia diminta mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/16/52/2687938/menperin-minta-produsen-kendaraan-listrik-pakai-komponen-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/16/52/2687938/menperin-minta-produsen-kendaraan-listrik-pakai-komponen-lokal"/><item><title>Menperin Minta Produsen Kendaraan Listrik Pakai Komponen Lokal</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/16/52/2687938/menperin-minta-produsen-kendaraan-listrik-pakai-komponen-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/16/52/2687938/menperin-minta-produsen-kendaraan-listrik-pakai-komponen-lokal</guid><pubDate>Minggu 16 Oktober 2022 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/16/52/2687938/menperin-minta-produsen-kendaraan-listrik-pakai-komponen-lokal-5r1sKkDJYk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin menjajal motor listrik. (Foto: Kemenperin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/16/52/2687938/menperin-minta-produsen-kendaraan-listrik-pakai-komponen-lokal-5r1sKkDJYk.jpg</image><title>Menperin menjajal motor listrik. (Foto: Kemenperin)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Produsen kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia diminta mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar harganya di pasaran menjadi lebih terjangkau.
&amp;ldquo;Pengoptimalan nilai komponen lokal ini dapat meningkatkan potensi pasar kendaraan akibat diterbitkannya Inpres No 7 Tahun 2022,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis.
Menperin menegaskan, perlu ada penguatan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir agar Indonesia dapat menjadi produksen hub kendaraan listrik di wilayah ASEAN dan Oceania.
BACA JUGA:Masa Depan Mobil Listrik Cerah, Honda Investasi Besar-besaran

&amp;ldquo;Kami memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri yang turut serta membangun ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air,&amp;rdquo; ujar Menperin dalam keterangan tertulis.
Meski target pemerintah cukup tinggi terkait mobil listrik, di sisi lain minat masyarakat berpindah dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil listrik terhambat karena harga mobil listrik masih tinggi.

Diketahui, pemerintah sedang gencar mengkampanyekan penggunaan mobil listrik untuk mencapai netral karbon pada 2060. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menargetkan dua juta pemakaian motor listrik pada 2025.
BACA JUGA:Polwan Pamer Motor Listrik Zero DSR, Khusus untuk Pengawalan KTT G20

Saat ini pemerintah hanya bisa menginstruksikan pejabat negara menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022. Langkah ini juga merupakan bentuk edukasi pemerintah kepada masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik.
Menperin menyebutkan, pihaknya juga perlu mengedukasi terkait dampak positif penggunaan mobil listrik bagi lingkungan dan ekonomi.
BACA JUGA:6 Mitos yang Salah Seputar Mobil Listrik, Jangan PercayaAgus menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait industri kendaraan listrik. Khusus roda dua, kata Agus, Jokowi meminta segera diproduksi dua juta kendaraan listrik pada 2025.
Agus mengaku optimis target tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat karena dukungan kapasitas produksi sepeda motor listrik dari 35 produsen kendaraan listrik yang mencapai satu juta unit per tahun.
&amp;ldquo;Hal ini untuk mencapai target pemerintah untuk Indonesia menurunkan emisi sebanyak 29 persen pada 2030 dan mencapai target emisi nol atau net zero emission pada 2060,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Produsen kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia diminta mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar harganya di pasaran menjadi lebih terjangkau.
&amp;ldquo;Pengoptimalan nilai komponen lokal ini dapat meningkatkan potensi pasar kendaraan akibat diterbitkannya Inpres No 7 Tahun 2022,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis.
Menperin menegaskan, perlu ada penguatan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir agar Indonesia dapat menjadi produksen hub kendaraan listrik di wilayah ASEAN dan Oceania.
BACA JUGA:Masa Depan Mobil Listrik Cerah, Honda Investasi Besar-besaran

&amp;ldquo;Kami memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri yang turut serta membangun ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air,&amp;rdquo; ujar Menperin dalam keterangan tertulis.
Meski target pemerintah cukup tinggi terkait mobil listrik, di sisi lain minat masyarakat berpindah dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil listrik terhambat karena harga mobil listrik masih tinggi.

Diketahui, pemerintah sedang gencar mengkampanyekan penggunaan mobil listrik untuk mencapai netral karbon pada 2060. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menargetkan dua juta pemakaian motor listrik pada 2025.
BACA JUGA:Polwan Pamer Motor Listrik Zero DSR, Khusus untuk Pengawalan KTT G20

Saat ini pemerintah hanya bisa menginstruksikan pejabat negara menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022. Langkah ini juga merupakan bentuk edukasi pemerintah kepada masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik.
Menperin menyebutkan, pihaknya juga perlu mengedukasi terkait dampak positif penggunaan mobil listrik bagi lingkungan dan ekonomi.
BACA JUGA:6 Mitos yang Salah Seputar Mobil Listrik, Jangan PercayaAgus menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait industri kendaraan listrik. Khusus roda dua, kata Agus, Jokowi meminta segera diproduksi dua juta kendaraan listrik pada 2025.
Agus mengaku optimis target tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat karena dukungan kapasitas produksi sepeda motor listrik dari 35 produsen kendaraan listrik yang mencapai satu juta unit per tahun.
&amp;ldquo;Hal ini untuk mencapai target pemerintah untuk Indonesia menurunkan emisi sebanyak 29 persen pada 2030 dan mencapai target emisi nol atau net zero emission pada 2060,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
