<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah Ayan Keturunan Dinosaurus? Simak Penjelasan Ilmiahnya</title><description>Ayam tidak jarang disebut sebagai keturunan dinosaurus, benarkah demikian? Sebuah penelitian telah memberikan jawabannya terkait hal ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/14/56/2687134/benarkah-ayan-keturunan-dinosaurus-simak-penjelasan-ilmiahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/14/56/2687134/benarkah-ayan-keturunan-dinosaurus-simak-penjelasan-ilmiahnya"/><item><title>Benarkah Ayan Keturunan Dinosaurus? Simak Penjelasan Ilmiahnya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/14/56/2687134/benarkah-ayan-keturunan-dinosaurus-simak-penjelasan-ilmiahnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/14/56/2687134/benarkah-ayan-keturunan-dinosaurus-simak-penjelasan-ilmiahnya</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/56/2687134/benarkah-ayan-keturunan-dinosaurus-simak-penjelasan-ilmiahnya-2TjMlJhiqb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benarkah ayam keturunan dinosaurus? Simak penjelasan ilmiahnya (Foto: Universoty of Edinburgh)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/56/2687134/benarkah-ayan-keturunan-dinosaurus-simak-penjelasan-ilmiahnya-2TjMlJhiqb.jpg</image><title>Benarkah ayam keturunan dinosaurus? Simak penjelasan ilmiahnya (Foto: Universoty of Edinburgh)</title></images><description>JAKARTA - Ayam tidak jarang disebut sebagai keturunan dinosaurus, benarkah demikian? Sebuah penelitian telah memberikan jawabannya terkait hal ini.
Dirangkum dari berbagai sumber, penelitian tentang analisis molekuler dari protein Tyrannosaurus rex (T-rex) yang berusia 68 juta tahun dan 21 spesies modern menunjukkan, nenek moyang ayam, burung unta, dan buaya berkaitan dengan dinosaurus.
Penelitian yang dilakukan Harvard University itu, telah diterbitkan di jurnal Science, para peneliti menganalisis data molekuler untuk melacak evolusi spesies dari dinosaurus.
BACA JUGA:Vegetarian Lebih Gampang Depresi Menurut Penelitian Terbaru
Ayam dan kalkun, menurut penelitian lainnya, disebut punya garis keturunan yang masih erat dengan nenek moyang burung, yakni dinosaurus berbulu.
Kesimpulan tersebut, berdasarkan penelitian dari Keilmuan Biologi di University of Kent, Inggris, di mana melibatkan 200 ilmuwan, 80 lembaga, dan 20 negara. Mereka meneliti genom, set haploid kromosim dalam mikroorganisme pada 21 ekor burung.
&quot;Genom burung sangat istimewa, mereka punya mikro kromosom yang sangat kecil ketimbang kelompok vertebrata lainnya. Balutan kecil dari material gen yang kaya ini juga ternyata hadir di nenek moyang dinosaurus mereka,&quot; kata pemimpin tim penelitian, Darren Griffin.
Akhirnya, para peneliti yang tergabung dalam studi internasional, Avian Phylogenomics Consortium, menemukan bahwa ayam memiliki pola kromosom yang secara keseluruhan mirip dengan leluhur dinosaurus burung.
BACA JUGA:Pria Ini Ceritakan Rasanya Meninggal Selama 90 Menit Sebelum Hidup Kembali
Selain itu, dalam penelitian yang dipimpin oleh John M. Asara dan Lewis C. Cantley, dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) dan Harvard Medical School (HMS), telah mengurutkan potongan kecil protein kolagen dari T-rex.
&quot;Kami menentukan bahwa T-rex, pada kenyataannya, dikelompokkan dengan burung-burung unta dan ayam dibanding mengelompokkan dengan organisme lain yang kami pelajari,&quot; kata Direktur Fasilitas Inti Spektrometri Massa di BIDMC dan instruktur di patologi di HMS, Asara.
&quot;Kami juga menunjukkan bahwa ia berkelompok lebih baik dengan burung daripada reptil modern, seperti aligator dan kadal anole hijau,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ayam tidak jarang disebut sebagai keturunan dinosaurus, benarkah demikian? Sebuah penelitian telah memberikan jawabannya terkait hal ini.
Dirangkum dari berbagai sumber, penelitian tentang analisis molekuler dari protein Tyrannosaurus rex (T-rex) yang berusia 68 juta tahun dan 21 spesies modern menunjukkan, nenek moyang ayam, burung unta, dan buaya berkaitan dengan dinosaurus.
Penelitian yang dilakukan Harvard University itu, telah diterbitkan di jurnal Science, para peneliti menganalisis data molekuler untuk melacak evolusi spesies dari dinosaurus.
BACA JUGA:Vegetarian Lebih Gampang Depresi Menurut Penelitian Terbaru
Ayam dan kalkun, menurut penelitian lainnya, disebut punya garis keturunan yang masih erat dengan nenek moyang burung, yakni dinosaurus berbulu.
Kesimpulan tersebut, berdasarkan penelitian dari Keilmuan Biologi di University of Kent, Inggris, di mana melibatkan 200 ilmuwan, 80 lembaga, dan 20 negara. Mereka meneliti genom, set haploid kromosim dalam mikroorganisme pada 21 ekor burung.
&quot;Genom burung sangat istimewa, mereka punya mikro kromosom yang sangat kecil ketimbang kelompok vertebrata lainnya. Balutan kecil dari material gen yang kaya ini juga ternyata hadir di nenek moyang dinosaurus mereka,&quot; kata pemimpin tim penelitian, Darren Griffin.
Akhirnya, para peneliti yang tergabung dalam studi internasional, Avian Phylogenomics Consortium, menemukan bahwa ayam memiliki pola kromosom yang secara keseluruhan mirip dengan leluhur dinosaurus burung.
BACA JUGA:Pria Ini Ceritakan Rasanya Meninggal Selama 90 Menit Sebelum Hidup Kembali
Selain itu, dalam penelitian yang dipimpin oleh John M. Asara dan Lewis C. Cantley, dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) dan Harvard Medical School (HMS), telah mengurutkan potongan kecil protein kolagen dari T-rex.
&quot;Kami menentukan bahwa T-rex, pada kenyataannya, dikelompokkan dengan burung-burung unta dan ayam dibanding mengelompokkan dengan organisme lain yang kami pelajari,&quot; kata Direktur Fasilitas Inti Spektrometri Massa di BIDMC dan instruktur di patologi di HMS, Asara.
&quot;Kami juga menunjukkan bahwa ia berkelompok lebih baik dengan burung daripada reptil modern, seperti aligator dan kadal anole hijau,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
