<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toyota Rancang Prototipe Mobil dari Kayu, Prospek untuk Masa Depan?</title><description>Mobil listrik dengan desain yang nyentrik ini sempat jadi buah bibir saat dipajang di Milan Design Week 2016.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/11/52/2684751/toyota-rancang-prototipe-mobil-dari-kayu-prospek-untuk-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/11/52/2684751/toyota-rancang-prototipe-mobil-dari-kayu-prospek-untuk-masa-depan"/><item><title>Toyota Rancang Prototipe Mobil dari Kayu, Prospek untuk Masa Depan?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/11/52/2684751/toyota-rancang-prototipe-mobil-dari-kayu-prospek-untuk-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/11/52/2684751/toyota-rancang-prototipe-mobil-dari-kayu-prospek-untuk-masa-depan</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Citra Dara Vresti Trisna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/52/2684751/toyota-rancang-prototipe-mobil-dari-kayu-prospek-untuk-masa-depan-uqUa66cuav.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil listrik dengan bodi kayu. (Foto: Carscoops)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/52/2684751/toyota-rancang-prototipe-mobil-dari-kayu-prospek-untuk-masa-depan-uqUa66cuav.jpg</image><title>Mobil listrik dengan bodi kayu. (Foto: Carscoops)</title></images><description>JAKARTA - Inovasi dalam dunia otomotif tidak akan pernah berhenti. Terkadang inovasi dibuat tidak selalu untuk kebutuhan komersial, tapi sekedar mewadahi kreativitas pembuatnya. Seperti yang pernah dilakukan Toyota pada 2016 silam. Pabrikan mobil asal negeri sakura itu pernah memperkenalkan Toyota Setsuna Consept yang merupakan mobil listrik dengan rangka kayu.
Mobil listrik dengan desain yang nyentrik ini sempat jadi buah bibir saat dipajang di Milan Design Week 2016. Mobil ramah lingkungan ini juga pernah dipamerkan di Tokyo Motor Show dan Geneva Motor Show.
Rasanya tidak mengherankan bila mobil ini jadi buah bibir. Pembuatan mobil ini memadukan antara sesuatu yang filosofis, keindahan, ramah lingkungan dan kreativitas.

BACA JUGA:Renault-Nissan Bakal Kembali Beraliasi Garap Mobil Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mobil ini dibuat dengan bahan kayu pohon cedar yang merupakan tanaman endemik di Jepang dan kayu dari birch khas Jepang.
Meski begitu, mobil ramah lingkungan bertenaga baterai ini tetap tidak bisa sepenuhnya menggunakan kayu untuk material. Rangka tempat duduk, kemudi dan juga velg juga tetap menggunakan logam. Meski begitu, adanya logam tidak mengurangi nilai artistik pada mobil ini.
BACA JUGA:Rezeki Nomplok, MNC Life Beri Hadiah Mobil Toyota Avanza Veloz ke Agen

Material kayu olahan tersebut dirakit dengan teknik sambungan kayu tradisional khas Jepang atau biasa disebut dengan okurari. Teknik perakitan ini sama sekali tidak butuh paku dan skrup.

Perakitan menggunakan teknik ini cukup unik karena semua material untuk merakit pintu, kap mobil dan body disusun seperti puzzle sehingga membutuhkan keterampilan khusus. Oleh karena itu, selama proses perakitan Setsuna Toyota bekerja sama dengan perusahaan kayu Sumitomo.Mobil unik ini dibuat untuk menunjukkan bahwa bahan dari kayu juga dapat bertahan lama dan bahkan dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Warna kayu dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Selain itu, semangat yang ingin dihadirkan dalam pembuatan mobil ini adalah mengawinkan budaya lokal dengan sesuatu yang modern.
Mobil listrik berkapasitas dua penumpang ini memiliki panjang 3,03 meter, lebar 1,48 meter, tinggi 0,97 meter dan wheelbase 1,7 meter.
Meski tidak untuk mengaspal dan digunakan sehari-hari, mobil ini tetap diberikan enam baterai. Mobil kayu mampu berjalan sejauh 25 km dan melaju dengan kecepatan 45 kpj.
Di sisi lain, inovasi pembuatan mobil dari bahan kayu atau olahan kayu juga memiliki potensi tersendiri di masa depan. Seiring dengan permintaan material mobil yang ringan, bahan baku kayu atau kayu olahan bisa jadi pertimbangan. Perusahaan otomotif juga mulai mencari alternatif bahan baku pembuatan mobil di luar baja. Bahkan para peneliti di Jepang mengklaim bahan baku dari kayu atau kayu olahan lima kali lebih kuat dibandingkan baja.
Manajer Proyek Toyota Motor Corp Masanori Matsushiro menyebut mobil berbahan kayu bisa lebih murah dan akan menjadi komponen vital dalam menunjang pembuatan mobil otonom atau mobil listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Inovasi dalam dunia otomotif tidak akan pernah berhenti. Terkadang inovasi dibuat tidak selalu untuk kebutuhan komersial, tapi sekedar mewadahi kreativitas pembuatnya. Seperti yang pernah dilakukan Toyota pada 2016 silam. Pabrikan mobil asal negeri sakura itu pernah memperkenalkan Toyota Setsuna Consept yang merupakan mobil listrik dengan rangka kayu.
Mobil listrik dengan desain yang nyentrik ini sempat jadi buah bibir saat dipajang di Milan Design Week 2016. Mobil ramah lingkungan ini juga pernah dipamerkan di Tokyo Motor Show dan Geneva Motor Show.
Rasanya tidak mengherankan bila mobil ini jadi buah bibir. Pembuatan mobil ini memadukan antara sesuatu yang filosofis, keindahan, ramah lingkungan dan kreativitas.

BACA JUGA:Renault-Nissan Bakal Kembali Beraliasi Garap Mobil Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mobil ini dibuat dengan bahan kayu pohon cedar yang merupakan tanaman endemik di Jepang dan kayu dari birch khas Jepang.
Meski begitu, mobil ramah lingkungan bertenaga baterai ini tetap tidak bisa sepenuhnya menggunakan kayu untuk material. Rangka tempat duduk, kemudi dan juga velg juga tetap menggunakan logam. Meski begitu, adanya logam tidak mengurangi nilai artistik pada mobil ini.
BACA JUGA:Rezeki Nomplok, MNC Life Beri Hadiah Mobil Toyota Avanza Veloz ke Agen

Material kayu olahan tersebut dirakit dengan teknik sambungan kayu tradisional khas Jepang atau biasa disebut dengan okurari. Teknik perakitan ini sama sekali tidak butuh paku dan skrup.

Perakitan menggunakan teknik ini cukup unik karena semua material untuk merakit pintu, kap mobil dan body disusun seperti puzzle sehingga membutuhkan keterampilan khusus. Oleh karena itu, selama proses perakitan Setsuna Toyota bekerja sama dengan perusahaan kayu Sumitomo.Mobil unik ini dibuat untuk menunjukkan bahwa bahan dari kayu juga dapat bertahan lama dan bahkan dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Warna kayu dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Selain itu, semangat yang ingin dihadirkan dalam pembuatan mobil ini adalah mengawinkan budaya lokal dengan sesuatu yang modern.
Mobil listrik berkapasitas dua penumpang ini memiliki panjang 3,03 meter, lebar 1,48 meter, tinggi 0,97 meter dan wheelbase 1,7 meter.
Meski tidak untuk mengaspal dan digunakan sehari-hari, mobil ini tetap diberikan enam baterai. Mobil kayu mampu berjalan sejauh 25 km dan melaju dengan kecepatan 45 kpj.
Di sisi lain, inovasi pembuatan mobil dari bahan kayu atau olahan kayu juga memiliki potensi tersendiri di masa depan. Seiring dengan permintaan material mobil yang ringan, bahan baku kayu atau kayu olahan bisa jadi pertimbangan. Perusahaan otomotif juga mulai mencari alternatif bahan baku pembuatan mobil di luar baja. Bahkan para peneliti di Jepang mengklaim bahan baku dari kayu atau kayu olahan lima kali lebih kuat dibandingkan baja.
Manajer Proyek Toyota Motor Corp Masanori Matsushiro menyebut mobil berbahan kayu bisa lebih murah dan akan menjadi komponen vital dalam menunjang pembuatan mobil otonom atau mobil listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
