<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tabrakan Bumi dengan Objek Langit Theia Jadi Teori Baru Terbentuknya Bulan</title><description>Bumi sangat berbeda dengan yang sekarang. Bumi pernah ditabrak oleh objek langit yang berukuran seperti Mars, disebut Theia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/56/2683857/tabrakan-bumi-dengan-objek-langit-theia-jadi-teori-baru-terbentuknya-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/56/2683857/tabrakan-bumi-dengan-objek-langit-theia-jadi-teori-baru-terbentuknya-bulan"/><item><title>Tabrakan Bumi dengan Objek Langit Theia Jadi Teori Baru Terbentuknya Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/56/2683857/tabrakan-bumi-dengan-objek-langit-theia-jadi-teori-baru-terbentuknya-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/56/2683857/tabrakan-bumi-dengan-objek-langit-theia-jadi-teori-baru-terbentuknya-bulan</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 09:51 WIB</pubDate><dc:creator>Angeltika Clara Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/56/2683857/tabrakan-bumi-dengan-objek-langit-theia-jadi-teori-baru-terbentuknya-bulan-VnO2elTV49.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tabrakan Bumi dengan objek langit Theia jadi teori baru terbentuknya Bulan (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/56/2683857/tabrakan-bumi-dengan-objek-langit-theia-jadi-teori-baru-terbentuknya-bulan-VnO2elTV49.jpg</image><title>Tabrakan Bumi dengan objek langit Theia jadi teori baru terbentuknya Bulan (Foto: NASA)</title></images><description>JAKARTA - Miliaran tahun yang lalu, Bumi sangat berbeda dengan yang sekarang. Bumi pernah ditabrak oleh objek langit yang berukuran seperti Mars, disebut Theia. Akibat tabrakan itu, maka terbentuklah Bulan.
Dilansir dari Nature World News, Senin (10/10/2022), berdasarkan hipotesis yang diterima, Theia bertabrakan dengan Bumi awal sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, di mana puing-puing dari dampak tabrakan tersebut menyatu membentuk Bulan.
Pembentukan Bulan saat ini masih menjadi misteri ilmiah yang tetap diteliti oleh para ilmuwan selama beberapa dekade. Sebagian besar teori di masa lalu mengklaim, kemungkinan terbentuknya Bulan hanya dalam hitungan jam, yang melintang di orbit selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
BACA JUGA:Yacht Canggih Seharga Rp381 Triliun Ini Bisa Berubah Jadi Kapal Selam
Bulan menjadi benda langit terdekat dengan Bumi. Hal ini membuat planet kita menjadi layak huni karena Bulan memberikan cahaya di langit malam dengan menyerap sinar Matahari, kemudian memantulkan cahayanya kepada Bumi.
&amp;ldquo;Semakin kita belajar tentang bagaimana Bulan terbentuk, semakin banyak kita menemukan tentang evolusi Bumi kita sendiri,&amp;rdquo; kata Vincent Eke, seorang peneliti di Durham University dan rekan penulis studi tersebut.
Simulasi yang digunakan pada penelitian tersebut, beroperasi pada resolusi tertinggi dari setiap simulasi yang dijalankan untuk mempelajari asal-usul Bulan atau hipotesis raksasa lainnya.
BACA JUGA:Ilmuwan Ungkap Tumbuhan Bisa Merasa Bahagia atau Sakit Sesuai Keterangan Alquran
Lewat kekuatan komputasi ekstra, menunjukkan bahwa simulasi resolusi rendah dapat kehilangan aspek penting dari jenis tabrakan tersebut, memungkinkan peneliti untuk melihat indikasi baru yang muncul dengan cara yang tidak dapat dilihat sebelumnya.
Terlepas dari teorinya, para astronom dan komunitas ilmiah telah menentukan bahwa Bulan telah menerima banyak hantaman karena kawahnya yang jelas terbuat dari batuan-batuan luar angkasa, termasuk asteroid atau bahkan benda-benda buatan manusia.
Semakin baik para ilmuwan dapat mensimulasikan dan meneliti apa yang berperan dalam tabrakan ini, kita siap untuk memahami bagaimana planet dapat berevolusi menjadi layak huni seperti Bumi.</description><content:encoded>JAKARTA - Miliaran tahun yang lalu, Bumi sangat berbeda dengan yang sekarang. Bumi pernah ditabrak oleh objek langit yang berukuran seperti Mars, disebut Theia. Akibat tabrakan itu, maka terbentuklah Bulan.
Dilansir dari Nature World News, Senin (10/10/2022), berdasarkan hipotesis yang diterima, Theia bertabrakan dengan Bumi awal sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, di mana puing-puing dari dampak tabrakan tersebut menyatu membentuk Bulan.
Pembentukan Bulan saat ini masih menjadi misteri ilmiah yang tetap diteliti oleh para ilmuwan selama beberapa dekade. Sebagian besar teori di masa lalu mengklaim, kemungkinan terbentuknya Bulan hanya dalam hitungan jam, yang melintang di orbit selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
BACA JUGA:Yacht Canggih Seharga Rp381 Triliun Ini Bisa Berubah Jadi Kapal Selam
Bulan menjadi benda langit terdekat dengan Bumi. Hal ini membuat planet kita menjadi layak huni karena Bulan memberikan cahaya di langit malam dengan menyerap sinar Matahari, kemudian memantulkan cahayanya kepada Bumi.
&amp;ldquo;Semakin kita belajar tentang bagaimana Bulan terbentuk, semakin banyak kita menemukan tentang evolusi Bumi kita sendiri,&amp;rdquo; kata Vincent Eke, seorang peneliti di Durham University dan rekan penulis studi tersebut.
Simulasi yang digunakan pada penelitian tersebut, beroperasi pada resolusi tertinggi dari setiap simulasi yang dijalankan untuk mempelajari asal-usul Bulan atau hipotesis raksasa lainnya.
BACA JUGA:Ilmuwan Ungkap Tumbuhan Bisa Merasa Bahagia atau Sakit Sesuai Keterangan Alquran
Lewat kekuatan komputasi ekstra, menunjukkan bahwa simulasi resolusi rendah dapat kehilangan aspek penting dari jenis tabrakan tersebut, memungkinkan peneliti untuk melihat indikasi baru yang muncul dengan cara yang tidak dapat dilihat sebelumnya.
Terlepas dari teorinya, para astronom dan komunitas ilmiah telah menentukan bahwa Bulan telah menerima banyak hantaman karena kawahnya yang jelas terbuat dari batuan-batuan luar angkasa, termasuk asteroid atau bahkan benda-benda buatan manusia.
Semakin baik para ilmuwan dapat mensimulasikan dan meneliti apa yang berperan dalam tabrakan ini, kita siap untuk memahami bagaimana planet dapat berevolusi menjadi layak huni seperti Bumi.</content:encoded></item></channel></rss>
