<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Otobus Menggeliat, Perusahaan Karoseri Ikut Tumbuh</title><description>Ketua IPOMI&amp;nbsp;menilai usaha karoseri lebih meningkat dibandingkan dua tahun silam saat pandemi Covid-19 melanda.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/52/2684458/perusahaan-otobus-menggeliat-perusahaan-karoseri-ikut-tumbuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/52/2684458/perusahaan-otobus-menggeliat-perusahaan-karoseri-ikut-tumbuh"/><item><title>Perusahaan Otobus Menggeliat, Perusahaan Karoseri Ikut Tumbuh</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/52/2684458/perusahaan-otobus-menggeliat-perusahaan-karoseri-ikut-tumbuh</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/10/52/2684458/perusahaan-otobus-menggeliat-perusahaan-karoseri-ikut-tumbuh</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/52/2684458/perusahaan-otobus-menggeliat-perusahaan-karoseri-ikut-tumbuh-eZEzZXCPSp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu bus yang ada di Busworld Souteast Asia 2022. (Foto: HMSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/52/2684458/perusahaan-otobus-menggeliat-perusahaan-karoseri-ikut-tumbuh-eZEzZXCPSp.jpeg</image><title>Salah satu bus yang ada di Busworld Souteast Asia 2022. (Foto: HMSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menilai usaha karoseri lebih meningkat dibandingkan dua tahun silam saat pandemi Covid-19 melanda.
Menurutnya, saat ini perusahaan karoseri telah beroperasi dengan normal seperti sebelum pandemi. Kebangkitan bisnis karoseri, kata Sani, lantaran banyak perusahaan otobus yang sudah mulai meremajakan armada mereka.
Sebelumnya, banyak perusahaan otobus tidak melakukan peremajaan dan pembaruan karoseri karena menghemat anggaran dan meringankan pemasukan yang menurun drastis akibat pandemi.
BACA JUGA:IPOMI: Trayek AKAP Tak Cocok Pakai Bus Listrik

&amp;ldquo;Jadi, kalau saya lihat bisnis karoseri sudah alami peningkatan. Tapi kita tidak ngomong saat masa pandemi ya setelah aturan ini melonggar dan kondisi covid terkendali,&amp;rdquo; kata Sani ketika ditemui MNC Portal di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Sani mengungkapkan, hanya ada beberapa PO yang menambah armada di tengah pandemi. Sementara, PO kecil lebih memilih untuk merenovasi bus.
&amp;ldquo;Karoseri hidup lagi, tapi terjadi seleksi alam. Jadi kalau untuk bangun baru, sampai hari ini belom banyak. Hanya PO besar punya &amp;lsquo;sultan&amp;rsquo; yang uangnya tinggal metik yang bisa bangun baru. Untuk yang kelas level menengah mereka lebih banyak make over,&amp;rdquo; ujarnya.
Sani yang juga Dirut PO SAN mengaku baru saja menambah empat armada yang didapatkan dari menjual beberapa unit.
&amp;ldquo;Jadi kalau saya lihat saat ini industri karoseri selain produksi barunya juga sudah hidup, yang body repair ini lebih hidup sekarang,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:PO Sumex 97 Rilis Bus Terbaru, Kawinkan Hino R260 dan Karoseri Adiputro

&amp;ldquo;Itu sebenarnya banyak dilakukan teman-teman saat ini, make over unit mereka agar lebih segar. Selain membuat tampilan lebih menarik, ini juga mengecilkan resiko karena mungkin beberapa bagian sudah korosi, jadi harus direparasi.&amp;rdquo;Salah satu cara melakukan peremajaan, Sani menjelaskan dengan memotong bagian depan dan belakang. Biasanya bagian kaca depan dibentuk dengan model kekinian, yakni dengan double glass, tapi ada juga yang tetap menggunakan single glass.
Pada bagian belakang biasanya dibentuk lebih minimalis sesuai karakter setiap karoseri pembuat bodi yang akan menciptakan kesan bus yang tinggi. Bagian lampu depan dan belakang juga dibentuk lebih modern, sehingga bus terlihat seperti unit baru.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menilai usaha karoseri lebih meningkat dibandingkan dua tahun silam saat pandemi Covid-19 melanda.
Menurutnya, saat ini perusahaan karoseri telah beroperasi dengan normal seperti sebelum pandemi. Kebangkitan bisnis karoseri, kata Sani, lantaran banyak perusahaan otobus yang sudah mulai meremajakan armada mereka.
Sebelumnya, banyak perusahaan otobus tidak melakukan peremajaan dan pembaruan karoseri karena menghemat anggaran dan meringankan pemasukan yang menurun drastis akibat pandemi.
BACA JUGA:IPOMI: Trayek AKAP Tak Cocok Pakai Bus Listrik

&amp;ldquo;Jadi, kalau saya lihat bisnis karoseri sudah alami peningkatan. Tapi kita tidak ngomong saat masa pandemi ya setelah aturan ini melonggar dan kondisi covid terkendali,&amp;rdquo; kata Sani ketika ditemui MNC Portal di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Sani mengungkapkan, hanya ada beberapa PO yang menambah armada di tengah pandemi. Sementara, PO kecil lebih memilih untuk merenovasi bus.
&amp;ldquo;Karoseri hidup lagi, tapi terjadi seleksi alam. Jadi kalau untuk bangun baru, sampai hari ini belom banyak. Hanya PO besar punya &amp;lsquo;sultan&amp;rsquo; yang uangnya tinggal metik yang bisa bangun baru. Untuk yang kelas level menengah mereka lebih banyak make over,&amp;rdquo; ujarnya.
Sani yang juga Dirut PO SAN mengaku baru saja menambah empat armada yang didapatkan dari menjual beberapa unit.
&amp;ldquo;Jadi kalau saya lihat saat ini industri karoseri selain produksi barunya juga sudah hidup, yang body repair ini lebih hidup sekarang,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:PO Sumex 97 Rilis Bus Terbaru, Kawinkan Hino R260 dan Karoseri Adiputro

&amp;ldquo;Itu sebenarnya banyak dilakukan teman-teman saat ini, make over unit mereka agar lebih segar. Selain membuat tampilan lebih menarik, ini juga mengecilkan resiko karena mungkin beberapa bagian sudah korosi, jadi harus direparasi.&amp;rdquo;Salah satu cara melakukan peremajaan, Sani menjelaskan dengan memotong bagian depan dan belakang. Biasanya bagian kaca depan dibentuk dengan model kekinian, yakni dengan double glass, tapi ada juga yang tetap menggunakan single glass.
Pada bagian belakang biasanya dibentuk lebih minimalis sesuai karakter setiap karoseri pembuat bodi yang akan menciptakan kesan bus yang tinggi. Bagian lampu depan dan belakang juga dibentuk lebih modern, sehingga bus terlihat seperti unit baru.</content:encoded></item></channel></rss>
