<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Sulap Nyamuk Jadi Tukang Kirim Vaksin ke Manusia</title><description>Sekelompok ilmuwan dilaporkan telah berhasil menyulap nyamuk menjadi sistem pengiriman vaksin ke manusia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/03/56/2679609/ilmuwan-sulap-nyamuk-jadi-tukang-kirim-vaksin-ke-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/03/56/2679609/ilmuwan-sulap-nyamuk-jadi-tukang-kirim-vaksin-ke-manusia"/><item><title>Ilmuwan Sulap Nyamuk Jadi Tukang Kirim Vaksin ke Manusia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/03/56/2679609/ilmuwan-sulap-nyamuk-jadi-tukang-kirim-vaksin-ke-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/10/03/56/2679609/ilmuwan-sulap-nyamuk-jadi-tukang-kirim-vaksin-ke-manusia</guid><pubDate>Senin 03 Oktober 2022 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/03/56/2679609/ilmuwan-sulap-nyamuk-jadi-tukang-kirim-vaksin-ke-manusia-AERPwAL6vZ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilmuwan sulap nyamuk jadi tukang kirim vaksin ke manusia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/03/56/2679609/ilmuwan-sulap-nyamuk-jadi-tukang-kirim-vaksin-ke-manusia-AERPwAL6vZ.JPG</image><title>Ilmuwan sulap nyamuk jadi tukang kirim vaksin ke manusia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sekelompok ilmuwan dilaporkan telah berhasil menyulap salah satu serangga paling mematikan, nyamuk, menjadi sistem pengiriman vaksin ke manusia.
Menurut laporan baru dari NPR, uji klinis untuk metode vaksinasi unik itu sudah dilangsungkan di Inggris. Hasil studinya sendiri, telah dipublikasikan di Science Translational Medicine.
Dalam makalah penelitian dikatakan, para ilmuwan mampu memodifikasi parasit secara genetik untuk memberikan vaksin malaria melalui gigitan nyamuk.
BACA JUGA:Pengelolaan Limbah Dapur Kini Bisa Memanfaatkan Larva Serangga
Ini adalah proposisi yang menarik untuk menggunakan nyamuk sebagai alat vaksin. Meskipun kedengarannya sangat licik, namun uji coba yang mengharuskan peserta digigit sebanyak ratusan kali itu menunjukan hasil positif.
Untuk mendapatkan efek yang diinginkan dari nyamuk yang memberikan vaksin, para ilmuwan memuatnya dengan parasit yang dimodifikasi secara genetik yang dikenal sebagai Plasmodium falciparum.
Di masa lalu, para ilmuwan telah mencoba melakukan hal serupa. Namun, ini adalah pertama kalinya CRISPR digunakan untuk mencapainya yang membuat pengiriman vaksin malaria menjadi jauh lebih mudah.
Disadur dari BGR, Senin (3/10/2022), 14 dari 26 peserta uji yang sudah mendapatkan vaksin masih tertular penyakit tersebut. Artinya, sistem pemberian vaksin nyamuk hanya efektif sekitar 50 persen.
BACA JUGA:Daftar 5 Hewan yang Hobi Tidur Sepanjang Hari
Hasil penelitian ini merupakan sebuah lompatan besar meskipun belum sepenuhnya efektif. Saat ini yang diperlukan adalah evaluasi untuk pengembangan metode yang lebih baik lagi. Kemungkinan akan sempurna dalam beberapa tahun kedepan.
Untuk diketahui, metode vaksinasi mrenggunakan nyamuk tidak dilakukan dengan menyebar nyamuk ke alam bebas. Meskipun peneliti menyebut ini adalah proporsi yang menarik, tetapi akan memerlukan riset yang lebih mendalam.
Dengan cara tersebut perlu persetujuan medis dan bioetika karena mereka tidak dapat mengontrol siapa yang diinokulasi dan terpapar. Maka dari itu saat ini hanya dilakukan secara terbatas, dengan maksud hanya untuk memberikan vaksin dengan cara yang lebih terkontrol.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekelompok ilmuwan dilaporkan telah berhasil menyulap salah satu serangga paling mematikan, nyamuk, menjadi sistem pengiriman vaksin ke manusia.
Menurut laporan baru dari NPR, uji klinis untuk metode vaksinasi unik itu sudah dilangsungkan di Inggris. Hasil studinya sendiri, telah dipublikasikan di Science Translational Medicine.
Dalam makalah penelitian dikatakan, para ilmuwan mampu memodifikasi parasit secara genetik untuk memberikan vaksin malaria melalui gigitan nyamuk.
BACA JUGA:Pengelolaan Limbah Dapur Kini Bisa Memanfaatkan Larva Serangga
Ini adalah proposisi yang menarik untuk menggunakan nyamuk sebagai alat vaksin. Meskipun kedengarannya sangat licik, namun uji coba yang mengharuskan peserta digigit sebanyak ratusan kali itu menunjukan hasil positif.
Untuk mendapatkan efek yang diinginkan dari nyamuk yang memberikan vaksin, para ilmuwan memuatnya dengan parasit yang dimodifikasi secara genetik yang dikenal sebagai Plasmodium falciparum.
Di masa lalu, para ilmuwan telah mencoba melakukan hal serupa. Namun, ini adalah pertama kalinya CRISPR digunakan untuk mencapainya yang membuat pengiriman vaksin malaria menjadi jauh lebih mudah.
Disadur dari BGR, Senin (3/10/2022), 14 dari 26 peserta uji yang sudah mendapatkan vaksin masih tertular penyakit tersebut. Artinya, sistem pemberian vaksin nyamuk hanya efektif sekitar 50 persen.
BACA JUGA:Daftar 5 Hewan yang Hobi Tidur Sepanjang Hari
Hasil penelitian ini merupakan sebuah lompatan besar meskipun belum sepenuhnya efektif. Saat ini yang diperlukan adalah evaluasi untuk pengembangan metode yang lebih baik lagi. Kemungkinan akan sempurna dalam beberapa tahun kedepan.
Untuk diketahui, metode vaksinasi mrenggunakan nyamuk tidak dilakukan dengan menyebar nyamuk ke alam bebas. Meskipun peneliti menyebut ini adalah proporsi yang menarik, tetapi akan memerlukan riset yang lebih mendalam.
Dengan cara tersebut perlu persetujuan medis dan bioetika karena mereka tidak dapat mengontrol siapa yang diinokulasi dan terpapar. Maka dari itu saat ini hanya dilakukan secara terbatas, dengan maksud hanya untuk memberikan vaksin dengan cara yang lebih terkontrol.</content:encoded></item></channel></rss>
