<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Alasan Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat Dibanding Ketika Pergi</title><description>Perjalanan pulang kerap terasa lebih cepat dibandingkan ketik pergi, padahal jarak yang ditempuh sama. Lalu, kenapa hal itu bisa terjadi?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/30/56/2678302/terungkap-alasan-perjalanan-pulang-terasa-lebih-cepat-dibanding-ketika-pergi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/30/56/2678302/terungkap-alasan-perjalanan-pulang-terasa-lebih-cepat-dibanding-ketika-pergi"/><item><title>Terungkap Alasan Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat Dibanding Ketika Pergi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/30/56/2678302/terungkap-alasan-perjalanan-pulang-terasa-lebih-cepat-dibanding-ketika-pergi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/30/56/2678302/terungkap-alasan-perjalanan-pulang-terasa-lebih-cepat-dibanding-ketika-pergi</guid><pubDate>Jum'at 30 September 2022 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Angeltika Clara Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/30/56/2678302/terungkap-alasan-perjalanan-pulang-terasa-lebih-cepat-dibanding-ketika-pergi-kcHaoHR1Xy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terungkap alasan perjalanan pulang terasa lebih cepat dibanding ketika pergi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/30/56/2678302/terungkap-alasan-perjalanan-pulang-terasa-lebih-cepat-dibanding-ketika-pergi-kcHaoHR1Xy.jpg</image><title>Terungkap alasan perjalanan pulang terasa lebih cepat dibanding ketika pergi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perjalanan pulang kerap terasa lebih cepat dibandingkan ketik pergi, padahal jarak yang ditempuh sama saja. Lalu, kenapa hal itu bisa terjadi?
Ternyata, cukup wajar jika kamu merasakannya, karena peneliti sudah lama mengamati fenomena ini dan mereka menyebutnya sebagai Return Trip Effect.
Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Jumat (30/9/2022), perjalanan pulang faktanya tidak benar-benar lebih cepat dari perjalanan pergi. Itu semua hanya ada di dalam otak.
BACA JUGA:5 Hewan Paling Setia dengan Pasangannya, Tak Disangka Buaya Termasuk
Dijelaskan bahwa saat dalam perjalanan otak kita cenderung lebih fokus untuk mencerna rute dan obyek yang ditemui sepanjang jalan. Ketika otak kita sedang fokus, persepsi otak terhadap waktu juga akan terasa lebih lama.
Sedangkan, saat pulang jika melewati jalan yang sama, otak sudah lebih familiar dan tidak perlu lagi bekerja keras untuk fokus. Hasilnya, persepsi otak terhadap waktu juga akan terasa lebih cepat.
Sebuah penelitian di Selandia Baru, menemukan bahwa fenomena ini lebih sering terjadi saat seseorang bepergian ke tempat baru yang belum dikenal.
Hal ini, karena otak mencoba untuk lebih fokus. Berbeda jika seseorang bepergian ke tempat yang sudah dikenal atau dilalui tiap hari, fenomena ini akan lebih jarang terjadi.
BACA JUGA:Ada Hewan yang Bisa Hidup 30 Tahun Tanpa Makan, Siapa Dia?
Ada pula pendapat lain yang mengatakan, fenomena ini terjadi karena saat pergi seseorang memiliki ekspektasi waktu untuk tiba.
Namun, nyatanya ketika pergi seringkali seseorang menemui banyak hal yang membuat khawatir sehingga terus memeriksa target waktu dan membuat efek psikologis bahwa perjalanan akan terasa lebih panjang dan lama.
Namun, saat di jalan pulang perjalanan akan terasa lebih pendek dan cepat karena otak sudah tidak terbebani lagi dengan ekspektasi waktu untuk tiba di tempat tujuan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perjalanan pulang kerap terasa lebih cepat dibandingkan ketik pergi, padahal jarak yang ditempuh sama saja. Lalu, kenapa hal itu bisa terjadi?
Ternyata, cukup wajar jika kamu merasakannya, karena peneliti sudah lama mengamati fenomena ini dan mereka menyebutnya sebagai Return Trip Effect.
Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Jumat (30/9/2022), perjalanan pulang faktanya tidak benar-benar lebih cepat dari perjalanan pergi. Itu semua hanya ada di dalam otak.
BACA JUGA:5 Hewan Paling Setia dengan Pasangannya, Tak Disangka Buaya Termasuk
Dijelaskan bahwa saat dalam perjalanan otak kita cenderung lebih fokus untuk mencerna rute dan obyek yang ditemui sepanjang jalan. Ketika otak kita sedang fokus, persepsi otak terhadap waktu juga akan terasa lebih lama.
Sedangkan, saat pulang jika melewati jalan yang sama, otak sudah lebih familiar dan tidak perlu lagi bekerja keras untuk fokus. Hasilnya, persepsi otak terhadap waktu juga akan terasa lebih cepat.
Sebuah penelitian di Selandia Baru, menemukan bahwa fenomena ini lebih sering terjadi saat seseorang bepergian ke tempat baru yang belum dikenal.
Hal ini, karena otak mencoba untuk lebih fokus. Berbeda jika seseorang bepergian ke tempat yang sudah dikenal atau dilalui tiap hari, fenomena ini akan lebih jarang terjadi.
BACA JUGA:Ada Hewan yang Bisa Hidup 30 Tahun Tanpa Makan, Siapa Dia?
Ada pula pendapat lain yang mengatakan, fenomena ini terjadi karena saat pergi seseorang memiliki ekspektasi waktu untuk tiba.
Namun, nyatanya ketika pergi seringkali seseorang menemui banyak hal yang membuat khawatir sehingga terus memeriksa target waktu dan membuat efek psikologis bahwa perjalanan akan terasa lebih panjang dan lama.
Namun, saat di jalan pulang perjalanan akan terasa lebih pendek dan cepat karena otak sudah tidak terbebani lagi dengan ekspektasi waktu untuk tiba di tempat tujuan.</content:encoded></item></channel></rss>
