<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Melihat Fenomena Hari Tanpa Bayangan yang Tengah Berlangsung di Indonesia</title><description>Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari di Indonesia tengah berlangsung, dimulai dari tanggal 7 September 2022 hingga 21 Oktober 2022.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663690/cara-melihat-fenomena-hari-tanpa-bayangan-yang-tengah-berlangsung-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663690/cara-melihat-fenomena-hari-tanpa-bayangan-yang-tengah-berlangsung-di-indonesia"/><item><title>Cara Melihat Fenomena Hari Tanpa Bayangan yang Tengah Berlangsung di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663690/cara-melihat-fenomena-hari-tanpa-bayangan-yang-tengah-berlangsung-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663690/cara-melihat-fenomena-hari-tanpa-bayangan-yang-tengah-berlangsung-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Angeltika Clara Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/56/2663690/cara-melihat-fenomena-hari-tanpa-bayangan-yang-tengah-berlangsung-di-indonesia-nQyfC2cVbQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cara melihat fenomena hari tanpa bayangan yang tengah berlangsung di Indonesia (Foto: Steemit)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/56/2663690/cara-melihat-fenomena-hari-tanpa-bayangan-yang-tengah-berlangsung-di-indonesia-nQyfC2cVbQ.jpg</image><title>Cara melihat fenomena hari tanpa bayangan yang tengah berlangsung di Indonesia (Foto: Steemit)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari di Indonesia tengah berlangsung, ini dimulai dari tanggal 7 September 2022 hingga 21 Oktober 2022 mendatang.
Dilansir dari keterangan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (9/9/2022), fenomena ini terjadi dua kali setahun untuk daerah yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropi of Cancer; 23,4 derajat LU) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat LS) atau di sekitar garis khatulistiwa.
Sementara, untuk daerah yang terletak di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali setahun, yakni Ketika Solstis Juni (21/22) maupun Solstis Desember (21/22).
BACA JUGA:5 Warna Mata Terlangka Manusia, Ada yang Berwarna Merah hingga Silver
Sedangkan, menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun.
Untuk melihat Hari Tanpa Bayangan Matahari, Andi juga memberikan tips dalam menyaksikan fenomena ini, sebagai berikut.
1. Siapkan benda tegak, seperti tongkat, spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan.
2. Letakkan benda tersebut di permukaan yang rata.
3. Amati bayangan pada waktu yang sudah ditentukan.
4. Fenomena ini dapat diabadikan melalui potret foto atau rekaman video sebagai bukti pada waktu tersebut bayangan benda benar-benar tidak ada.
BACA JUGA:Apa yang Terjadi Jika Anda Manusia Terakhir di Bumi?
Kendati demikian, jika cuaca berawan, dapat disaksikan paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan.
Hal ini, ujar dia, dikarenakan di luar batas waktu lima menit tersebut, bayangan Matahari sudah muncul kembali.
Ingat, Hari Tanpa Bayangan Matahari bisa kamu saksikan dengan mata telanjang atau tanpa alat bantuan. Selamat mencoba.</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari di Indonesia tengah berlangsung, ini dimulai dari tanggal 7 September 2022 hingga 21 Oktober 2022 mendatang.
Dilansir dari keterangan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (9/9/2022), fenomena ini terjadi dua kali setahun untuk daerah yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropi of Cancer; 23,4 derajat LU) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat LS) atau di sekitar garis khatulistiwa.
Sementara, untuk daerah yang terletak di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali setahun, yakni Ketika Solstis Juni (21/22) maupun Solstis Desember (21/22).
BACA JUGA:5 Warna Mata Terlangka Manusia, Ada yang Berwarna Merah hingga Silver
Sedangkan, menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun.
Untuk melihat Hari Tanpa Bayangan Matahari, Andi juga memberikan tips dalam menyaksikan fenomena ini, sebagai berikut.
1. Siapkan benda tegak, seperti tongkat, spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan.
2. Letakkan benda tersebut di permukaan yang rata.
3. Amati bayangan pada waktu yang sudah ditentukan.
4. Fenomena ini dapat diabadikan melalui potret foto atau rekaman video sebagai bukti pada waktu tersebut bayangan benda benar-benar tidak ada.
BACA JUGA:Apa yang Terjadi Jika Anda Manusia Terakhir di Bumi?
Kendati demikian, jika cuaca berawan, dapat disaksikan paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan.
Hal ini, ujar dia, dikarenakan di luar batas waktu lima menit tersebut, bayangan Matahari sudah muncul kembali.
Ingat, Hari Tanpa Bayangan Matahari bisa kamu saksikan dengan mata telanjang atau tanpa alat bantuan. Selamat mencoba.</content:encoded></item></channel></rss>
