<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Faktor yang Bikin Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan? Begini Penjelasannya</title><description>Di Indonesia tengah berlangsung fenomena hari tanpa bayangan, di mana bakal berakhir bulan depan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663661/apa-faktor-yang-bikin-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-begini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663661/apa-faktor-yang-bikin-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-begini-penjelasannya"/><item><title>Apa Faktor yang Bikin Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan? Begini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663661/apa-faktor-yang-bikin-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-begini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/08/56/2663661/apa-faktor-yang-bikin-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-begini-penjelasannya</guid><pubDate>Kamis 08 September 2022 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Maryam Nurfauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/56/2663661/apa-faktor-yang-bikin-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-begini-penjelasannya-1CIO9nnUVh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apa faktor yang bikin Indonesia alami hari tanpa bayangan? Begini penjelasannya (Foto: IUCAA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/56/2663661/apa-faktor-yang-bikin-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-begini-penjelasannya-1CIO9nnUVh.jpg</image><title>Apa faktor yang bikin Indonesia alami hari tanpa bayangan? Begini penjelasannya (Foto: IUCAA)</title></images><description>JAKARTA - Di Indonesia tengah berlangsung fenomena hari tanpa bayangan, di mana bakal berakhir bulan depan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Diolah dari keterangan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (8/9/2022), Indonesia memiliki letak geografis yang berada pada 6 derajat Lintang Utara (LU) hingga 11 derajat Lintang Selatan (LS) dan membelah garis khatulistiwa (0 derajat).
Kondisi geografis Indonesia yang seperti itu, memungkinkan Matahari untuk berada di titik tepat tegak lurus di atas kita, sehingga menyebabkan fenomena hari tanpa bayangan.
BACA JUGA:5 Warna Mata Terlangka Manusia, Ada yang Berwarna Merah hingga Silver
Secara astronomis peristiwa tersebut disebut vernal equinox. Puncak peristiwa vernal equinox terjadi saat Matahari berada di puncaknya dienal dengan istilah titik kulminasi. Saat itu, keadaan sumbu rotasi Bumi miring terhadap bidang orbit Bumi.
Akibat dari peristiwa tersebut, keberadaan Matahari seolah berubah posisinya, pada saat yang sama juga, Matahari akan berada tepat di atas kepala manusia yang menyebabkan bayangan jatuh di bagian bawah objek sehingga bayangan tidak terlihat.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan bahwa karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka Matahari akan berada tepat di atas kepala kita saat tengah hari.
&quot;Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari,&amp;rdquo; ujar Andi.
BACA JUGA:Apa yang Terjadi Jika Anda Manusia Terakhir di Bumi?
Dalam sstronomi, bagi mereka yang bertempat tinggal di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan atau di sekitar garis khatulistiwa peristiwa ini terjadi dua kali setahun.
Sementara, untuk daerah yang terletak di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali setahun.
Sedangkan, di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepada (zenit) Ketika tengah hari sepanjang tahun.
Informasi tambahan, fenomena hari tanpa bayangan atau ini, bakal berlangsung di Indonesia pada tengah hari mulai 7 September hingga 21 Oktober 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Di Indonesia tengah berlangsung fenomena hari tanpa bayangan, di mana bakal berakhir bulan depan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Diolah dari keterangan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (8/9/2022), Indonesia memiliki letak geografis yang berada pada 6 derajat Lintang Utara (LU) hingga 11 derajat Lintang Selatan (LS) dan membelah garis khatulistiwa (0 derajat).
Kondisi geografis Indonesia yang seperti itu, memungkinkan Matahari untuk berada di titik tepat tegak lurus di atas kita, sehingga menyebabkan fenomena hari tanpa bayangan.
BACA JUGA:5 Warna Mata Terlangka Manusia, Ada yang Berwarna Merah hingga Silver
Secara astronomis peristiwa tersebut disebut vernal equinox. Puncak peristiwa vernal equinox terjadi saat Matahari berada di puncaknya dienal dengan istilah titik kulminasi. Saat itu, keadaan sumbu rotasi Bumi miring terhadap bidang orbit Bumi.
Akibat dari peristiwa tersebut, keberadaan Matahari seolah berubah posisinya, pada saat yang sama juga, Matahari akan berada tepat di atas kepala manusia yang menyebabkan bayangan jatuh di bagian bawah objek sehingga bayangan tidak terlihat.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan bahwa karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka Matahari akan berada tepat di atas kepala kita saat tengah hari.
&quot;Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari,&amp;rdquo; ujar Andi.
BACA JUGA:Apa yang Terjadi Jika Anda Manusia Terakhir di Bumi?
Dalam sstronomi, bagi mereka yang bertempat tinggal di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan atau di sekitar garis khatulistiwa peristiwa ini terjadi dua kali setahun.
Sementara, untuk daerah yang terletak di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali setahun.
Sedangkan, di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepada (zenit) Ketika tengah hari sepanjang tahun.
Informasi tambahan, fenomena hari tanpa bayangan atau ini, bakal berlangsung di Indonesia pada tengah hari mulai 7 September hingga 21 Oktober 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
