<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Kominfo Soal 1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM Bocor</title><description>Kominfo mengeluarkan pernyataan terkait dugaan 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM bocor, di mana dijual ke forum hacker.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/01/54/2658910/respons-kominfo-soal-1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-bocor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/01/54/2658910/respons-kominfo-soal-1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-bocor"/><item><title>Respons Kominfo Soal 1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM Bocor</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/01/54/2658910/respons-kominfo-soal-1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-bocor</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/09/01/54/2658910/respons-kominfo-soal-1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-bocor</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/54/2658910/respons-kominfo-soal-1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-bocor-7TYaelB23f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Respons Kominfo soal 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM bocor (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/54/2658910/respons-kominfo-soal-1-3-miliar-data-pendaftaran-kartu-sim-bocor-7TYaelB23f.jpg</image><title>Respons Kominfo soal 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM bocor (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan pernyataan terkait dugaan 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM bocor, di mana dijual ke forum hacker.
Dikutip dari pernyataan resmi Kominfo, Kamis (1/9/2022), Biro Humas Kominfo menuliskan tiga poin sehubungan dengan informasi yang beredar menyoal kebocoran data kartu prabayar.
BACA JUGA:1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM dari Kominfo Dijual ke Forum Hacker
Pertama, Kominfo mengaku telah melakukan penelusuran internal dalam merespons informasi kebocoran data kali ini.
&quot;Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar,&quot; tulis Kominfo.
Kedua, berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kominfo.
BACA JUGA:1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM Indonesia Bocor, Didapat dari Kominfo!
Ketika, Kominfo sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.
Sebelumnya, kasus kebocoran 1,3 miliar data pendaftaran SIM telepon di Indonesia ini diungkap oleh warganet di Twitter baru-baru ini.Salah satu pengunggahnya adalah seorang pakar keamanan siber Teguh Arpianto dengan username @secgron. Dirinyaa mencuit pada Kamis (1/9/2022) pukul 11.57 WIB.
Teguh mengatakan, pada tahun 2018 Kominfo memaksa masyarakat untuk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam.
&quot;Terbebas dari spam tidak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tanggal registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor dan dijual #BlokirKominfo,&quot; kicau @secgron.
Dia menjelaskan, data registrasi nomor HP tersebut dijual seharga Rp742 juta. Pelaku juga membagikan sampel gratis sebanyak 2 juta data.
&quot;Untuk memeriksa apakah data pribadi kamu termasuk di 2 juta sampel yg dibagikan gratis tersebut, silakan periksa melalui periksadata.com,&quot; cuit dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan pernyataan terkait dugaan 1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM bocor, di mana dijual ke forum hacker.
Dikutip dari pernyataan resmi Kominfo, Kamis (1/9/2022), Biro Humas Kominfo menuliskan tiga poin sehubungan dengan informasi yang beredar menyoal kebocoran data kartu prabayar.
BACA JUGA:1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM dari Kominfo Dijual ke Forum Hacker
Pertama, Kominfo mengaku telah melakukan penelusuran internal dalam merespons informasi kebocoran data kali ini.
&quot;Dari penelusuran tersebut, dapat diketahui bahwa Kominfo tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar,&quot; tulis Kominfo.
Kedua, berdasarkan pengamatan atas penggalan data yang disebarkan oleh akun Bjorka, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kominfo.
BACA JUGA:1,3 Miliar Data Pendaftaran Kartu SIM Indonesia Bocor, Didapat dari Kominfo!
Ketika, Kominfo sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber data dan hal-hal lain terkait dengan dugaan kebocoran data tersebut.
Sebelumnya, kasus kebocoran 1,3 miliar data pendaftaran SIM telepon di Indonesia ini diungkap oleh warganet di Twitter baru-baru ini.Salah satu pengunggahnya adalah seorang pakar keamanan siber Teguh Arpianto dengan username @secgron. Dirinyaa mencuit pada Kamis (1/9/2022) pukul 11.57 WIB.
Teguh mengatakan, pada tahun 2018 Kominfo memaksa masyarakat untuk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam.
&quot;Terbebas dari spam tidak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tanggal registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor dan dijual #BlokirKominfo,&quot; kicau @secgron.
Dia menjelaskan, data registrasi nomor HP tersebut dijual seharga Rp742 juta. Pelaku juga membagikan sampel gratis sebanyak 2 juta data.
&quot;Untuk memeriksa apakah data pribadi kamu termasuk di 2 juta sampel yg dibagikan gratis tersebut, silakan periksa melalui periksadata.com,&quot; cuit dia.</content:encoded></item></channel></rss>
