<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahukah Anda, Kenapa Seseorang Bisa Mendadak Lupa? Begini Kata Peneliti</title><description>Seseorang pasti atau bahkan sering tiba-tiba lupa untuk berbicara atau melakukan suatu hal dalam sekejap.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/29/56/2656417/tahukah-anda-kenapa-seseorang-bisa-mendadak-lupa-begini-kata-peneliti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/29/56/2656417/tahukah-anda-kenapa-seseorang-bisa-mendadak-lupa-begini-kata-peneliti"/><item><title>Tahukah Anda, Kenapa Seseorang Bisa Mendadak Lupa? Begini Kata Peneliti</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/29/56/2656417/tahukah-anda-kenapa-seseorang-bisa-mendadak-lupa-begini-kata-peneliti</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/29/56/2656417/tahukah-anda-kenapa-seseorang-bisa-mendadak-lupa-begini-kata-peneliti</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/56/2656417/tahukah-anda-kenapa-seseorang-bisa-mendadak-lupa-begini-kata-peneliti-U2ImidBmO4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tahukah Anda, kenapa seseorang bisa mendadak lupa? Begini kata peneliti (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/56/2656417/tahukah-anda-kenapa-seseorang-bisa-mendadak-lupa-begini-kata-peneliti-U2ImidBmO4.jpg</image><title>Tahukah Anda, kenapa seseorang bisa mendadak lupa? Begini kata peneliti (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Seseorang pasti atau bahkan sering tiba-tiba lupa untuk berbicara atau melakukan suatu hal dalam sekejap. Padahal, sebelumnya ingat betul ingin melakukannya.
Perilaku tiba-tiba lupa itu, disebut sebagai Doorway Effect atau yang dikenal juga dengan sebutan The Location Updating Effect. Apa itu Doorway Effect?
Doorway Effect adalah peristiwa lupanya seseorang untuk melakukan atau berbicara tentang sesuatu yang disebabkan oleh perpindahan ruangan atau melewati pintu satu ke pintu lainnya (Doorway).
BACA JUGA:Ilmuwan Terangkang Peristiwa Mengerikan Sebelum Kiamat Layaknya Keterangan Alquran
Dirangkum dari berbagai sumber, Doorway Effect menjadi terkenal setelah studi pada tahun 2011 lalu yang dilakukan para peneliti di University of Notre Dame.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang melewati ambang pintu atau batas pemisah antar ruangan cenderung akan menyebabkan kelupaan.
Selain itu, mereka juga berteori bahwa melewati ambang pintu akan menyegarkan otak karena ingatan dari ruangan lama cenderung tidak relevan di ruangan baru.
BACA JUGA:Tahukah Anda, Keberadaan Awan Topi di Puncak Gunung Berbahaya Bagi Penerbangan, Kenapa?
Ketika masuk ke ruangan baru maka tercipta memori baru juga,sehingga lebih sulit mengingat informasi/ pengalaman di ruangan sebelumnya.
Pintu digambarkan sebagai &quot;batas/pemisah&quot; antara aktivitas sebelum dan setelahnya. Ketika melewati batas tersebut,ingatan seseorang dapat 'terbagi'.
Belum cukup, studi pada tahun 2011 itu kemudian dilanjutan oleh tim di Universitas Bond dengan memberikan perspektif berbeda tentang fenomena tersebut.Oliver Baumann, Asisten Profesor Psikologi di Universitas Bond, mengatakan timnya ingin mempelajari apa yang terjadi di otak saat efeknya bekerja dengan tetap mereplikasi tes sebelumnya.
Dr Baumann mengatakan otak dapat mengelompokkan ingatan dari lingkungan dan konteks yang berbeda.
&quot;Jika otak berpikir itu dalam konteks yang berbeda, maka ingatan itu termasuk dalam jaringan informasi yang berbeda. Secara keseluruhan itu memberi kami kapasitas yang lebih besar ketimbang Anda hanya memiliki satu ruang kerja raksasa di mana semuanya terhubung,&quot; tuturnya.
Dr Baumann mengatakan penelitian Bond juga menyarankan kemungkinan untuk &quot;mengimunisasi&quot; atau fokus pada diri kita sendiri agar tidak lupa.
&amp;ldquo;Jika kita berpikiran tunggal atau fokus dalam apa yang ingin kita lakukan, tidak ada yang akan menghentikan kita untuk mengingat. Tetapi jika kita memiliki banyak hal yang terjadi, kelupaan akan menjadi nyata,&quot; tambahnya.
Studi Universitas Bond telah diterbitkan di BMC Psychology. Selain itu, kekurangan darah (anemia) dan stres juga dapat menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang lebih mudah lupa.</description><content:encoded>JAKARTA - Seseorang pasti atau bahkan sering tiba-tiba lupa untuk berbicara atau melakukan suatu hal dalam sekejap. Padahal, sebelumnya ingat betul ingin melakukannya.
Perilaku tiba-tiba lupa itu, disebut sebagai Doorway Effect atau yang dikenal juga dengan sebutan The Location Updating Effect. Apa itu Doorway Effect?
Doorway Effect adalah peristiwa lupanya seseorang untuk melakukan atau berbicara tentang sesuatu yang disebabkan oleh perpindahan ruangan atau melewati pintu satu ke pintu lainnya (Doorway).
BACA JUGA:Ilmuwan Terangkang Peristiwa Mengerikan Sebelum Kiamat Layaknya Keterangan Alquran
Dirangkum dari berbagai sumber, Doorway Effect menjadi terkenal setelah studi pada tahun 2011 lalu yang dilakukan para peneliti di University of Notre Dame.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang melewati ambang pintu atau batas pemisah antar ruangan cenderung akan menyebabkan kelupaan.
Selain itu, mereka juga berteori bahwa melewati ambang pintu akan menyegarkan otak karena ingatan dari ruangan lama cenderung tidak relevan di ruangan baru.
BACA JUGA:Tahukah Anda, Keberadaan Awan Topi di Puncak Gunung Berbahaya Bagi Penerbangan, Kenapa?
Ketika masuk ke ruangan baru maka tercipta memori baru juga,sehingga lebih sulit mengingat informasi/ pengalaman di ruangan sebelumnya.
Pintu digambarkan sebagai &quot;batas/pemisah&quot; antara aktivitas sebelum dan setelahnya. Ketika melewati batas tersebut,ingatan seseorang dapat 'terbagi'.
Belum cukup, studi pada tahun 2011 itu kemudian dilanjutan oleh tim di Universitas Bond dengan memberikan perspektif berbeda tentang fenomena tersebut.Oliver Baumann, Asisten Profesor Psikologi di Universitas Bond, mengatakan timnya ingin mempelajari apa yang terjadi di otak saat efeknya bekerja dengan tetap mereplikasi tes sebelumnya.
Dr Baumann mengatakan otak dapat mengelompokkan ingatan dari lingkungan dan konteks yang berbeda.
&quot;Jika otak berpikir itu dalam konteks yang berbeda, maka ingatan itu termasuk dalam jaringan informasi yang berbeda. Secara keseluruhan itu memberi kami kapasitas yang lebih besar ketimbang Anda hanya memiliki satu ruang kerja raksasa di mana semuanya terhubung,&quot; tuturnya.
Dr Baumann mengatakan penelitian Bond juga menyarankan kemungkinan untuk &quot;mengimunisasi&quot; atau fokus pada diri kita sendiri agar tidak lupa.
&amp;ldquo;Jika kita berpikiran tunggal atau fokus dalam apa yang ingin kita lakukan, tidak ada yang akan menghentikan kita untuk mengingat. Tetapi jika kita memiliki banyak hal yang terjadi, kelupaan akan menjadi nyata,&quot; tambahnya.
Studi Universitas Bond telah diterbitkan di BMC Psychology. Selain itu, kekurangan darah (anemia) dan stres juga dapat menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang lebih mudah lupa.</content:encoded></item></channel></rss>
