<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahukah Anda, Keberadaan Awan Topi di Puncak Gunung Berbahaya Bagi Penerbangan, Kenapa?</title><description>Awan bergerak dengan sangat beragam. Awan terlihat berpindah tempat karena digerakkan angin, terkadang menimbulkan beberapa fenomena.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/28/56/2655980/tahukah-anda-keberadaan-awan-topi-di-puncak-gunung-berbahaya-bagi-penerbangan-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/28/56/2655980/tahukah-anda-keberadaan-awan-topi-di-puncak-gunung-berbahaya-bagi-penerbangan-kenapa"/><item><title>Tahukah Anda, Keberadaan Awan Topi di Puncak Gunung Berbahaya Bagi Penerbangan, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/28/56/2655980/tahukah-anda-keberadaan-awan-topi-di-puncak-gunung-berbahaya-bagi-penerbangan-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/28/56/2655980/tahukah-anda-keberadaan-awan-topi-di-puncak-gunung-berbahaya-bagi-penerbangan-kenapa</guid><pubDate>Minggu 28 Agustus 2022 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/28/56/2655980/tahukah-anda-keberadaan-awan-topi-di-puncak-gunung-berbahaya-bagi-penerbangan-kenapa-wjLzE658xo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tahukah Anda, keberadaan awan topi di puncak gunung berbahaya bagi penerbangan, kenapa? (Foto: Newsflare)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/28/56/2655980/tahukah-anda-keberadaan-awan-topi-di-puncak-gunung-berbahaya-bagi-penerbangan-kenapa-wjLzE658xo.jpg</image><title>Tahukah Anda, keberadaan awan topi di puncak gunung berbahaya bagi penerbangan, kenapa? (Foto: Newsflare)</title></images><description>JAKARTA - Awan di langit bergerak dengan sangat beragam. Awan terlihat berpindah tempat karena digerakkan angin, terkadang menimbulkan beberapa fenomena.
Dikutip dari National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA), salah satu fenomena awan unik yang sering terjadi di Indonesia, yaitu awan topi.
BACA JUGA:Populer Science: Tanda Kiamat Semakin Dekat hingga 3 Waktu Mandi yang Mematikan
Fenomena awan topi atau yang disebut juga awan lenticular kerap kali ditemukan di puncak-puncak gunung Indonesia. Bentuk keseluruhan awan terlihat seperti lensa, sehingga disebut lenticularis atau awan lenticular.
Awan lenticular ini sering muncul di musim dingin, tetapi terkadang bisa juga dilihat di waktu lain dalam setahun. Ketika udara lembab yang stabil bertiup di atas puncak gunung, ia dapat membentuk sekelompok gelombang besar di sisi arah angin.
Udara akan naik dan mendingin. Proses ini disebut pendinginan ekspansif. Jika suhu cukup rendah, maka uap air di udara akan mengembun.
BACA JUGA:Tahukah Anda, Ada Lubang Kecil di Kelopak Mata, Ini Penjelasannya
Hal ini akan membentuk awan unik yang kita kenal sebagai awan lenticular atau awan topi.
Menurut buku Essential of Meteorology, awan lenticular digolongkan pada beberapa level diantaranya level awan rendah, awan menengah dan awan tinggi.
- Lencticular rendah atau biasa disebut Stratocumulus standing Lenticular (SCSL), merupakan awan Lenticularis yang terbentuk pada ketinggian kurang dari 2.000 meter.
- Lenticular menengah atau yang biasa disebut Altocumulus standing Lenticular (ACSL), terjadi jika awan Lenticularis tersebut terbentuk pada ketinggiannya antara 2.000-7.000 meter.
- Lenticular tinggi atau biasa disebut Cirrocumulus standing Lenticular (CCSL), adalah awan Lenticularis yang berada pada ketinggian di atas 7.000 meter.Awan topi yang kerap kali dijumpai di Indonesia adalah awan lenticular menengah atau Altocumulus standing Lenticular (ACSL). Bila dipandang mata awan topi ini sangat indah dan menakjubkan!
Namun, dibalik keindahannya awan topi dapat berbahaya terutama bagi dunia penerbangan.
Awan lenticular ini merupakan pertanda keberadaan gelombang gunung yang sangat kuat sehingga pilot pesawat terbang sering kali menghindar.
Ketika pesawat menghadapi gelombang gunung, turbulensi parah bisa tejadi.
Arus udara dari awan topi dapat membuat penerbangan pesawat menjadi menakutkan dan memungkinkan pesawat terbang ke tempat sangat tinggi dan jarak yang jauh.</description><content:encoded>JAKARTA - Awan di langit bergerak dengan sangat beragam. Awan terlihat berpindah tempat karena digerakkan angin, terkadang menimbulkan beberapa fenomena.
Dikutip dari National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA), salah satu fenomena awan unik yang sering terjadi di Indonesia, yaitu awan topi.
BACA JUGA:Populer Science: Tanda Kiamat Semakin Dekat hingga 3 Waktu Mandi yang Mematikan
Fenomena awan topi atau yang disebut juga awan lenticular kerap kali ditemukan di puncak-puncak gunung Indonesia. Bentuk keseluruhan awan terlihat seperti lensa, sehingga disebut lenticularis atau awan lenticular.
Awan lenticular ini sering muncul di musim dingin, tetapi terkadang bisa juga dilihat di waktu lain dalam setahun. Ketika udara lembab yang stabil bertiup di atas puncak gunung, ia dapat membentuk sekelompok gelombang besar di sisi arah angin.
Udara akan naik dan mendingin. Proses ini disebut pendinginan ekspansif. Jika suhu cukup rendah, maka uap air di udara akan mengembun.
BACA JUGA:Tahukah Anda, Ada Lubang Kecil di Kelopak Mata, Ini Penjelasannya
Hal ini akan membentuk awan unik yang kita kenal sebagai awan lenticular atau awan topi.
Menurut buku Essential of Meteorology, awan lenticular digolongkan pada beberapa level diantaranya level awan rendah, awan menengah dan awan tinggi.
- Lencticular rendah atau biasa disebut Stratocumulus standing Lenticular (SCSL), merupakan awan Lenticularis yang terbentuk pada ketinggian kurang dari 2.000 meter.
- Lenticular menengah atau yang biasa disebut Altocumulus standing Lenticular (ACSL), terjadi jika awan Lenticularis tersebut terbentuk pada ketinggiannya antara 2.000-7.000 meter.
- Lenticular tinggi atau biasa disebut Cirrocumulus standing Lenticular (CCSL), adalah awan Lenticularis yang berada pada ketinggian di atas 7.000 meter.Awan topi yang kerap kali dijumpai di Indonesia adalah awan lenticular menengah atau Altocumulus standing Lenticular (ACSL). Bila dipandang mata awan topi ini sangat indah dan menakjubkan!
Namun, dibalik keindahannya awan topi dapat berbahaya terutama bagi dunia penerbangan.
Awan lenticular ini merupakan pertanda keberadaan gelombang gunung yang sangat kuat sehingga pilot pesawat terbang sering kali menghindar.
Ketika pesawat menghadapi gelombang gunung, turbulensi parah bisa tejadi.
Arus udara dari awan topi dapat membuat penerbangan pesawat menjadi menakutkan dan memungkinkan pesawat terbang ke tempat sangat tinggi dan jarak yang jauh.</content:encoded></item></channel></rss>
