<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom yang Tenggelam Sejak PD II Muncul Akibat Kekeringan Ekstrem</title><description>Seorang nelayan menemukan bom buatan Amerika pada 25 Juli lalu, di dekat desa Borgo Virgilio, Italia Utara, tepatnya di dekat kota Mantua.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/18/56/2650082/bom-yang-tenggelam-sejak-pd-ii-muncul-akibat-kekeringan-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/18/56/2650082/bom-yang-tenggelam-sejak-pd-ii-muncul-akibat-kekeringan-ekstrem"/><item><title>Bom yang Tenggelam Sejak PD II Muncul Akibat Kekeringan Ekstrem</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/18/56/2650082/bom-yang-tenggelam-sejak-pd-ii-muncul-akibat-kekeringan-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/08/18/56/2650082/bom-yang-tenggelam-sejak-pd-ii-muncul-akibat-kekeringan-ekstrem</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2022 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Christabel Reviana Kusuma Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/18/56/2650082/bom-yang-tenggelam-sejak-pd-ii-muncul-akibat-kekeringan-ekstrem-6IzEeDgg0j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bom yang tenggelam sejak PD II muncul akibat kekeringan ekstrem (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/18/56/2650082/bom-yang-tenggelam-sejak-pd-ii-muncul-akibat-kekeringan-ekstrem-6IzEeDgg0j.jpg</image><title>Bom yang tenggelam sejak PD II muncul akibat kekeringan ekstrem (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Seorang nelayan menemukan sebuah bom buatan Amerika pada 25 Juli lalu, di dekat desa Borgo Virgilio, Italia Utara, tepatnya di dekat kota Mantua.
Dilansir dari ScienceAlert, Kamis (18/8/2022), tampaknya bom tersebut telah tenggelam selama lebih dari 70 Tahun, disinyalir peninggalan masa Perang Dunia (PD) II.
BACA JUGA:Daftar 4 Hewan Asing dan Jarang Ditemui oleh Manusia
Tetapi, ketinggian air di sungai Po, yang membentang dari timur ke barat melintasi Italia Utara, sekaligus sungai terpanjang di negara itu, diketahui telah berkurang secara signifikan pada musim panas kali ini.
Selain musim panas, hal ini juga berkaitan dengan peristiwa gelombang panas yang melanda sebagian besar begian Eropa (termasuk Italia) dengan rekor suhu yang tinggi.
Para ahli militer angkat bicara mengenai penemuan ini. Menurut mereka, bom ini memiliki berat hampir 450 kilogram).
BACA JUGA:Tahukah Anda, Kelelawar Tak Pernah Sakit dan Apa Penyebabnya?
Setelah mengevakuasi sekitar 3.000 warga sipil yang tinggal di sekitar desa tersebut, para ahli militer memutuskan sekering bom tersebut dan memindahkannya ke sebuah lokasi tambang, yang berjarak sekitar 45 kilometer jauhnya.
Setelah membawa bom tersebut pergi, bom tersebut dihancurkan dalam ledakan yang terkendali. Tidak terdapat cedera atau kerusakan yang dilaporkan dari ledakannya.
Sementara itu, di musim panas saat ini telah memperlihatkan gelombang panas ekstrem yang sedang dialami oleh sebagian besar belahan Bumi Utara.Gelombang panas diperkirakan akan menjadi lebih umum sebagai akibat dari krisis iklim yang sedang berlangsung secara berkelanjutan.
Menurut The Washington Post, pada akhir bulan Juni silam, Roma melaporkan suhu tertinggi yang pernah tercatat, yaitu 40,5 Celcius.
Dilaporkan, selama terjadinya gelombang panas pada bulan Juni, sungai Tiber di Roma mongering, sehingga reruntuhan jembatan kuno yang dibangun pada masa pemerintahan Kekaisaran Nero (yang memerintah dari tahun 54 hingga 68 M) terlihat jelas di dasar sungai.
Menurut para ahli, reruntuhan tersebut hanya muncul selama periode kekeringan yang panjang. Karena kekeringan yang sedang belanjut, Itala mengumumkan keadaan darurat bulan lalu, khususnya daerah sekitar sungai Po.
Laporan Reuters menyatakan, Sungai Po sendiri menjadi rumah dari produksi pertanian Italia. Wilayah ini mengalami kekeringan terburuk yang pernah terjadi dalam 70 tahun terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang nelayan menemukan sebuah bom buatan Amerika pada 25 Juli lalu, di dekat desa Borgo Virgilio, Italia Utara, tepatnya di dekat kota Mantua.
Dilansir dari ScienceAlert, Kamis (18/8/2022), tampaknya bom tersebut telah tenggelam selama lebih dari 70 Tahun, disinyalir peninggalan masa Perang Dunia (PD) II.
BACA JUGA:Daftar 4 Hewan Asing dan Jarang Ditemui oleh Manusia
Tetapi, ketinggian air di sungai Po, yang membentang dari timur ke barat melintasi Italia Utara, sekaligus sungai terpanjang di negara itu, diketahui telah berkurang secara signifikan pada musim panas kali ini.
Selain musim panas, hal ini juga berkaitan dengan peristiwa gelombang panas yang melanda sebagian besar begian Eropa (termasuk Italia) dengan rekor suhu yang tinggi.
Para ahli militer angkat bicara mengenai penemuan ini. Menurut mereka, bom ini memiliki berat hampir 450 kilogram).
BACA JUGA:Tahukah Anda, Kelelawar Tak Pernah Sakit dan Apa Penyebabnya?
Setelah mengevakuasi sekitar 3.000 warga sipil yang tinggal di sekitar desa tersebut, para ahli militer memutuskan sekering bom tersebut dan memindahkannya ke sebuah lokasi tambang, yang berjarak sekitar 45 kilometer jauhnya.
Setelah membawa bom tersebut pergi, bom tersebut dihancurkan dalam ledakan yang terkendali. Tidak terdapat cedera atau kerusakan yang dilaporkan dari ledakannya.
Sementara itu, di musim panas saat ini telah memperlihatkan gelombang panas ekstrem yang sedang dialami oleh sebagian besar belahan Bumi Utara.Gelombang panas diperkirakan akan menjadi lebih umum sebagai akibat dari krisis iklim yang sedang berlangsung secara berkelanjutan.
Menurut The Washington Post, pada akhir bulan Juni silam, Roma melaporkan suhu tertinggi yang pernah tercatat, yaitu 40,5 Celcius.
Dilaporkan, selama terjadinya gelombang panas pada bulan Juni, sungai Tiber di Roma mongering, sehingga reruntuhan jembatan kuno yang dibangun pada masa pemerintahan Kekaisaran Nero (yang memerintah dari tahun 54 hingga 68 M) terlihat jelas di dasar sungai.
Menurut para ahli, reruntuhan tersebut hanya muncul selama periode kekeringan yang panjang. Karena kekeringan yang sedang belanjut, Itala mengumumkan keadaan darurat bulan lalu, khususnya daerah sekitar sungai Po.
Laporan Reuters menyatakan, Sungai Po sendiri menjadi rumah dari produksi pertanian Italia. Wilayah ini mengalami kekeringan terburuk yang pernah terjadi dalam 70 tahun terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
