<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inovasi Baru Bahan Bakar Pesawat, Terbuat dari Air dan Sinar Matahari</title><description>Sejumlah ilmuwan sukses melahirkan inovasi baru terkait bahan bakar pesawat, di mana terbuar dari air, karbon dioksida, dan sinar Matahari.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/22/56/2634584/inovasi-baru-bahan-bakar-pesawat-terbuat-dari-air-dan-sinar-matahari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/22/56/2634584/inovasi-baru-bahan-bakar-pesawat-terbuat-dari-air-dan-sinar-matahari"/><item><title>Inovasi Baru Bahan Bakar Pesawat, Terbuat dari Air dan Sinar Matahari</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/22/56/2634584/inovasi-baru-bahan-bakar-pesawat-terbuat-dari-air-dan-sinar-matahari</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/22/56/2634584/inovasi-baru-bahan-bakar-pesawat-terbuat-dari-air-dan-sinar-matahari</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2022 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/22/56/2634584/inovasi-baru-bahan-bakar-pesawat-terbuat-dari-air-dan-sinar-matahari-f7qIsErW8H.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Inovasi baru bahan bakar pesawat, terbuat dari air dan sinar Matahari (Foto: iStock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/22/56/2634584/inovasi-baru-bahan-bakar-pesawat-terbuat-dari-air-dan-sinar-matahari-f7qIsErW8H.JPG</image><title>Inovasi baru bahan bakar pesawat, terbuat dari air dan sinar Matahari (Foto: iStock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah ilmuwan sukses melahirkan inovasi baru terkait bahan bakar pesawat, di mana terbuar dari air, karbon dioksida, dan sinar Matahari.
Dikutip dari Metro, Jumat (22/7/2022), para ilmuwan di Swiss disebut menjadi yang pertama dalam mewujudkan bahan bakar untuk menyalakan mesin jet.
Menurut laporan, bahan bakar ini akan lebih ramah lingkungan jika tim bisa menangkap karbon dioksida dari udara dengan waktu singkat, kemudian memanfaatkannya untuk dijadikan bahan bakar.
BACA JUGA:2 Fenomena Hujan Meteor di Akhir Juli Hiasi Langit Indonesia
Tim ilmuwan mengatakan, bahan bakar futuristik ini sepenuhnya kompatibel dengan bahan bakar pada umumnya yang digunakan dalam mesin pesawat.
Menarinya, inovasi bahan bakar ini bisa dicampur dengan bahan bakar lain yang berasal dari fosil.
Penulis koresponden studi, Profesor Aldo Steinfeld, dari Institut Teknologi Federal Swiss di Z&amp;uuml;rich mengatakan, timnya adalah yang pertama menunjukkan seluruh rantai proses termokimia dari air dan CO2 hingga minyak tanah dalam sistem menara surya yang terintegrasi penuh.
&quot;Dengan teknologi surya kami, kami telah menunjukkan bahwa kami dapat menghasilkan minyak tanah sintetis dari air dan CO2 daripada megambilnya dari bahan bakar fosil,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA:Kupu-Kupu Raja Masuk Daftar Spesies Terancam Punah
Seperti diketahui, pesawat terbang bertanggung jawab sekitar 5 persen emisi global bagi mesin yang menggunakan minyak tanah atau bahan bakar jet.
Oleh karena itu, inovasi bahan bakar pesawat ini dapat menjadi solusi bagi pemanasan global yang terus meningkat.
&quot;Pabrik bahan bakar menara surya ini dioperasikan dengan pengaturan yang relevan dengan implementasi industri, menetapkan tonggak teknologi menuju produksi bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan,&quot; tutup Steinfeld.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah ilmuwan sukses melahirkan inovasi baru terkait bahan bakar pesawat, di mana terbuar dari air, karbon dioksida, dan sinar Matahari.
Dikutip dari Metro, Jumat (22/7/2022), para ilmuwan di Swiss disebut menjadi yang pertama dalam mewujudkan bahan bakar untuk menyalakan mesin jet.
Menurut laporan, bahan bakar ini akan lebih ramah lingkungan jika tim bisa menangkap karbon dioksida dari udara dengan waktu singkat, kemudian memanfaatkannya untuk dijadikan bahan bakar.
BACA JUGA:2 Fenomena Hujan Meteor di Akhir Juli Hiasi Langit Indonesia
Tim ilmuwan mengatakan, bahan bakar futuristik ini sepenuhnya kompatibel dengan bahan bakar pada umumnya yang digunakan dalam mesin pesawat.
Menarinya, inovasi bahan bakar ini bisa dicampur dengan bahan bakar lain yang berasal dari fosil.
Penulis koresponden studi, Profesor Aldo Steinfeld, dari Institut Teknologi Federal Swiss di Z&amp;uuml;rich mengatakan, timnya adalah yang pertama menunjukkan seluruh rantai proses termokimia dari air dan CO2 hingga minyak tanah dalam sistem menara surya yang terintegrasi penuh.
&quot;Dengan teknologi surya kami, kami telah menunjukkan bahwa kami dapat menghasilkan minyak tanah sintetis dari air dan CO2 daripada megambilnya dari bahan bakar fosil,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA:Kupu-Kupu Raja Masuk Daftar Spesies Terancam Punah
Seperti diketahui, pesawat terbang bertanggung jawab sekitar 5 persen emisi global bagi mesin yang menggunakan minyak tanah atau bahan bakar jet.
Oleh karena itu, inovasi bahan bakar pesawat ini dapat menjadi solusi bagi pemanasan global yang terus meningkat.
&quot;Pabrik bahan bakar menara surya ini dioperasikan dengan pengaturan yang relevan dengan implementasi industri, menetapkan tonggak teknologi menuju produksi bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan,&quot; tutup Steinfeld.</content:encoded></item></channel></rss>
