<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FBI Temukan Modus Penipuan Pakai Teknik Deepfake untuk Lamar Kerja</title><description>Baru-baru ini, FBI menemukan penipuan dengan teknik pencitraan menggunakan kecerdasan buatan, yakni deepfake untuk melamar pekerjaan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/01/54/2622122/fbi-temukan-modus-penipuan-pakai-teknik-deepfake-untuk-lamar-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/01/54/2622122/fbi-temukan-modus-penipuan-pakai-teknik-deepfake-untuk-lamar-kerja"/><item><title>FBI Temukan Modus Penipuan Pakai Teknik Deepfake untuk Lamar Kerja</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/01/54/2622122/fbi-temukan-modus-penipuan-pakai-teknik-deepfake-untuk-lamar-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/07/01/54/2622122/fbi-temukan-modus-penipuan-pakai-teknik-deepfake-untuk-lamar-kerja</guid><pubDate>Sabtu 02 Juli 2022 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/01/54/2622122/fbi-temukan-modus-penipuan-pakai-teknik-deepfake-untuk-lamar-kerja-kCDLzvkAWE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">FBI temukan modus penipuan pakai teknik deepfake untuk lamar kerja (Foto: iStock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/01/54/2622122/fbi-temukan-modus-penipuan-pakai-teknik-deepfake-untuk-lamar-kerja-kCDLzvkAWE.jpg</image><title>FBI temukan modus penipuan pakai teknik deepfake untuk lamar kerja (Foto: iStock)</title></images><description>JAKARTA - Baru-baru ini, FBI menemukan penipuan dengan teknik pencitraan menggunakan kecerdasan buatan, yakni deepfake untuk melamar pekerjaan jarak jauh.
dilansir dari Gizmodo, Sabtu (2/7/2022), hal ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi membuat modus penipuan semakin beragam.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah mengubah pola hidup manusia menjadi serba digital. Baik melamar pekerjaan maupun bekerja di beberapa posisi, kini bisa dilakukan dari rumah.
BACA JUGA:WhatsApp Siapkan Fitur Baru untuk Video Call, Apa Itu?
FBI mengungkapkan, pelaku sengaja mencari perusahaan yang memberlakukan proses rekrutmen dan sistem kerja dari rumah.
Tujuan akhirnya adalah bukan untuk bekerja, melainkan mendapat posisi tertentu untuk bisa mencuri data perusahaan.
Adapun data perusahaan yang diincar mencakup data pelanggan perusahaan, data sensitif milik karyawan, serta data keuangan perusahaan.
Namun, tidak jelas untuk apa data-data tersebut dikumpulkan, hingga saat ini FBI masih melakukan pendalaman.
BACA JUGA:Hacker Bobol AMD dengan Cara Sederhana, 450 GB Data Perusahaan Dicuri
FBI sendiri, pada bulan Mei lalu memperingatkan perusahaan IT untuk berhati-hati dalam merekrut karyawan. Pasalnya, ada informasi bahwa Korea Utara tengah menyebar agen-agennya.
Bukan tidak mungkin temuan terbaru ini juga masih berkaitan dengan kasus tersebut.
Kendati demikian, perlu diingat, ini semua masih sebatas spekulasi, hingga saat ini FBI sendiri masih belum memberikan informasi lebih mendalam.</description><content:encoded>JAKARTA - Baru-baru ini, FBI menemukan penipuan dengan teknik pencitraan menggunakan kecerdasan buatan, yakni deepfake untuk melamar pekerjaan jarak jauh.
dilansir dari Gizmodo, Sabtu (2/7/2022), hal ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi membuat modus penipuan semakin beragam.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah mengubah pola hidup manusia menjadi serba digital. Baik melamar pekerjaan maupun bekerja di beberapa posisi, kini bisa dilakukan dari rumah.
BACA JUGA:WhatsApp Siapkan Fitur Baru untuk Video Call, Apa Itu?
FBI mengungkapkan, pelaku sengaja mencari perusahaan yang memberlakukan proses rekrutmen dan sistem kerja dari rumah.
Tujuan akhirnya adalah bukan untuk bekerja, melainkan mendapat posisi tertentu untuk bisa mencuri data perusahaan.
Adapun data perusahaan yang diincar mencakup data pelanggan perusahaan, data sensitif milik karyawan, serta data keuangan perusahaan.
Namun, tidak jelas untuk apa data-data tersebut dikumpulkan, hingga saat ini FBI masih melakukan pendalaman.
BACA JUGA:Hacker Bobol AMD dengan Cara Sederhana, 450 GB Data Perusahaan Dicuri
FBI sendiri, pada bulan Mei lalu memperingatkan perusahaan IT untuk berhati-hati dalam merekrut karyawan. Pasalnya, ada informasi bahwa Korea Utara tengah menyebar agen-agennya.
Bukan tidak mungkin temuan terbaru ini juga masih berkaitan dengan kasus tersebut.
Kendati demikian, perlu diingat, ini semua masih sebatas spekulasi, hingga saat ini FBI sendiri masih belum memberikan informasi lebih mendalam.</content:encoded></item></channel></rss>
