<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Venus yang Muncul dalam Fenomena Planet Sejajar 24 Juni 2022</title><description>Venus dianggap sebagai kembaran Bumi, dalam fenomena astronomi langkat planet sejajar pagi tadi, Jumat (24/6/2022), ia ikut muncul.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/24/56/2617380/mengenal-venus-yang-muncul-dalam-fenomena-planet-sejajar-24-juni-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/24/56/2617380/mengenal-venus-yang-muncul-dalam-fenomena-planet-sejajar-24-juni-2022"/><item><title>Mengenal Venus yang Muncul dalam Fenomena Planet Sejajar 24 Juni 2022</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/24/56/2617380/mengenal-venus-yang-muncul-dalam-fenomena-planet-sejajar-24-juni-2022</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/24/56/2617380/mengenal-venus-yang-muncul-dalam-fenomena-planet-sejajar-24-juni-2022</guid><pubDate>Jum'at 24 Juni 2022 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/24/56/2617380/mengenal-venus-yang-muncul-dalam-fenomena-planet-sejajar-24-juni-2022-7bAUTyYlsC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal venus yang muncul dalam fenomena planet sejajar 24 Juni 2022 (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/24/56/2617380/mengenal-venus-yang-muncul-dalam-fenomena-planet-sejajar-24-juni-2022-7bAUTyYlsC.jpg</image><title>Mengenal venus yang muncul dalam fenomena planet sejajar 24 Juni 2022 (Foto: NASA)</title></images><description>JAKARTA - Venus dianggap sebagai kembaran Bumi, dalam fenomena astronomi langkat planet sejajar pagi tadi, Jumat (24/6/2022), ia ikut muncul.
Dirangkum dari laman EDUSAINSA BRIN (LAPAN), planet ini memiliki ukuran, kedekatan jarak ke Matahari, kelonjongan planet, dan komposisi pembentuk planer yang hampir menyerupai Bumi.
Namun, Venus justru diselimuti oleh atmosfer yang komposisinya didominasi oleh karbon dioksida (96,5 persen) dan nitrogren (3,5 persen).
BACA JUGA:Mengenal Jupiter yang Muncul dalam Fenomena Planet Sejajar 24 Juni 2022
Sedangkan, unsur-unsur penyusun atmosfer Venus kurang dari 0,02 persen.
Hal ini, menyebabkan perbandingan intensitas cahaya yang dipantulkan dan dihamburkan kembali ke luar angkasa terhadap itensitas cahaya yang datang dari Matahari (Albedo) lebih besar dibandingkan planet-planet lainnya termasuk Bumi.
Awan tebal yang kaya asam sulfat di atas lapisan atmosfer sarat karbon dioksida juga turut meningkatkan kecerlangan Venus karena memantulkan dan menghamburkan kembali 90 persen cahaya Matahari yang diterima permukaan Venus ke angkasa.
Atas dasar itu, setelah Bulan planet ini merupakan objek alami tercerah di langit malam.
BACA JUGA:Penampakan 5 Planet dan Bulan Sejajar di Langit Indonesia
Kecerahan maksimal planet ini dapat dilihat segera sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, sehingga disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja.
Venus merupakan planet terpanas di Tata Surya. Planet ini tidak memiliki siklus karbon yang memerangkap karbon dalam batuan dan kenampakan permukaan, dan juga tidak memiliki kehidupan organik yang dapat menyerap karbon dalam bentuk biomassa.
Lalu, Venus diselimuti oleh lapisan buram yang terdiri dari awan asam sulfat yang sangat reflektif, sehingga permukaannya tidak dapat dilihat dari luar angkasa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC85LzE0OTY0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diperkirakan, Venus mungkin pernah memiliki samudra, tetapi samudra tersebut menguap karena peningkatan suhu yang disebabkan oleh efek rumah kaca berketerusan.
Sebagian besar air mungkin telah terfotodisosiasi, dan angin Matahari telah membuat hidrogen bebas mengalami pelepasan ke luar angkasa sebagai akibat dari ketiadaan medan magnet internal di Venus.
Permukaan Venus sendiri bergurun, kering, dan diselingi oleh batuan yang diperbarui secara periodik oleh aktivitas vulkanik.
Diameter Venus tercatat sebesar 12.092 km atau hanya lebih kecil 650 km daripada Bumi dan massanya kurang lebih 81,5 persen dari massa Bumi.
Planet ini mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi. Venus tidak memiliki satelit alami dan dinamai dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Romawi.</description><content:encoded>JAKARTA - Venus dianggap sebagai kembaran Bumi, dalam fenomena astronomi langkat planet sejajar pagi tadi, Jumat (24/6/2022), ia ikut muncul.
Dirangkum dari laman EDUSAINSA BRIN (LAPAN), planet ini memiliki ukuran, kedekatan jarak ke Matahari, kelonjongan planet, dan komposisi pembentuk planer yang hampir menyerupai Bumi.
Namun, Venus justru diselimuti oleh atmosfer yang komposisinya didominasi oleh karbon dioksida (96,5 persen) dan nitrogren (3,5 persen).
BACA JUGA:Mengenal Jupiter yang Muncul dalam Fenomena Planet Sejajar 24 Juni 2022
Sedangkan, unsur-unsur penyusun atmosfer Venus kurang dari 0,02 persen.
Hal ini, menyebabkan perbandingan intensitas cahaya yang dipantulkan dan dihamburkan kembali ke luar angkasa terhadap itensitas cahaya yang datang dari Matahari (Albedo) lebih besar dibandingkan planet-planet lainnya termasuk Bumi.
Awan tebal yang kaya asam sulfat di atas lapisan atmosfer sarat karbon dioksida juga turut meningkatkan kecerlangan Venus karena memantulkan dan menghamburkan kembali 90 persen cahaya Matahari yang diterima permukaan Venus ke angkasa.
Atas dasar itu, setelah Bulan planet ini merupakan objek alami tercerah di langit malam.
BACA JUGA:Penampakan 5 Planet dan Bulan Sejajar di Langit Indonesia
Kecerahan maksimal planet ini dapat dilihat segera sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, sehingga disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja.
Venus merupakan planet terpanas di Tata Surya. Planet ini tidak memiliki siklus karbon yang memerangkap karbon dalam batuan dan kenampakan permukaan, dan juga tidak memiliki kehidupan organik yang dapat menyerap karbon dalam bentuk biomassa.
Lalu, Venus diselimuti oleh lapisan buram yang terdiri dari awan asam sulfat yang sangat reflektif, sehingga permukaannya tidak dapat dilihat dari luar angkasa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC85LzE0OTY0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diperkirakan, Venus mungkin pernah memiliki samudra, tetapi samudra tersebut menguap karena peningkatan suhu yang disebabkan oleh efek rumah kaca berketerusan.
Sebagian besar air mungkin telah terfotodisosiasi, dan angin Matahari telah membuat hidrogen bebas mengalami pelepasan ke luar angkasa sebagai akibat dari ketiadaan medan magnet internal di Venus.
Permukaan Venus sendiri bergurun, kering, dan diselingi oleh batuan yang diperbarui secara periodik oleh aktivitas vulkanik.
Diameter Venus tercatat sebesar 12.092 km atau hanya lebih kecil 650 km daripada Bumi dan massanya kurang lebih 81,5 persen dari massa Bumi.
Planet ini mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi. Venus tidak memiliki satelit alami dan dinamai dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Romawi.</content:encoded></item></channel></rss>
