<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Kembangkan Kemasan Makanan Pengganti Plastik, Mudah Terurai di Tanah</title><description>Para peneliti dari Rutgers University dan Harvard Univesity telah berhasil mengembangkan lapisan semprot yang berbasis tanaman.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/22/56/2616246/peneliti-kembangkan-kemasan-makanan-pengganti-plastik-mudah-terurai-di-tanah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/22/56/2616246/peneliti-kembangkan-kemasan-makanan-pengganti-plastik-mudah-terurai-di-tanah"/><item><title>Peneliti Kembangkan Kemasan Makanan Pengganti Plastik, Mudah Terurai di Tanah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/22/56/2616246/peneliti-kembangkan-kemasan-makanan-pengganti-plastik-mudah-terurai-di-tanah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/06/22/56/2616246/peneliti-kembangkan-kemasan-makanan-pengganti-plastik-mudah-terurai-di-tanah</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Christabel Reviana Kusuma Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/56/2616246/penelitian-kembangkan-kemasan-makanan-pengganti-plastik-mudah-terurai-di-tanah-R8BY1XIL8x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti kembangkan kemasan makanan pengganti plastik, mudah terurai di tanah (Foto: TechSpot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/56/2616246/penelitian-kembangkan-kemasan-makanan-pengganti-plastik-mudah-terurai-di-tanah-R8BY1XIL8x.jpg</image><title>Peneliti kembangkan kemasan makanan pengganti plastik, mudah terurai di tanah (Foto: TechSpot)</title></images><description>JAKARTA - Para peneliti dari Rutgers University dan Harvard Univesity telah berhasil mengembangkan lapisan semprot yang berbasis tanaman.
Disadur dari TechSpot, Rabu (22/6/2022), semprotan ini disebut dapat menggantikan produk plastik yang mengandung minyak bumi untuk kemasan makanan.
Proses pembuatannya, dikenal dengan istilah &amp;lsquo;Rotary Jet Spinning&amp;rsquo; di mana melibatkan penyemprotan bahan yang terdiri dari serat poliskarida (biopolymer) ke makanan.
BACA JUGA:Ada Fenomena Darah Salju di Alpen, Terkait Krisis Iklim?
Semprotan untuk mengemas makanan tersebut, dikatakan cukup kuat untuk menjaga makanan selama proses pengiriman.
Semprotan untuk mengemas makanan tersebut, dikatakan cukup kuat untuk menjaga makanan selama proses pengiriman. Lalu, mudah dibilas dengan air dan terurai di tanah dalam waktu tiga hari.
Selama pengujian, dibuktikan bahwa pelapis ini mampu memperpanjang umur simpan alpukat sampai dengan 50 persen. Dengan adanya semprotan nabati, diharapkan dapat mengurangi masalah lingkungan.
BACA JUGA:Ahli Meteorologi Nilai Cuaca Ekstrem Tahun Ini Baru Dimulai
&amp;ldquo;Saya tidak anti plastik, saya menentang plastik berbasis minyak bumi yang terus digunakan dan dibuang. Hanya sebagian kecil plastik yang dapat di daur ulang,&amp;rdquo; kata Philip Demokritou, direktur Nanoscience and Advanced Materials Research Center di  Rutgers University.
Demokritou menjelaskan, 50 sampai dengan 60 tahun terakhir, sampah plastik telah mencapai 6 miliar ton.
Menurutnya, sampah plastik terdegradasi dan pecahannya berpengaruh kepada air yang kita minum, makanan yang dimakan, dan udara yang dihirup manusia.</description><content:encoded>JAKARTA - Para peneliti dari Rutgers University dan Harvard Univesity telah berhasil mengembangkan lapisan semprot yang berbasis tanaman.
Disadur dari TechSpot, Rabu (22/6/2022), semprotan ini disebut dapat menggantikan produk plastik yang mengandung minyak bumi untuk kemasan makanan.
Proses pembuatannya, dikenal dengan istilah &amp;lsquo;Rotary Jet Spinning&amp;rsquo; di mana melibatkan penyemprotan bahan yang terdiri dari serat poliskarida (biopolymer) ke makanan.
BACA JUGA:Ada Fenomena Darah Salju di Alpen, Terkait Krisis Iklim?
Semprotan untuk mengemas makanan tersebut, dikatakan cukup kuat untuk menjaga makanan selama proses pengiriman.
Semprotan untuk mengemas makanan tersebut, dikatakan cukup kuat untuk menjaga makanan selama proses pengiriman. Lalu, mudah dibilas dengan air dan terurai di tanah dalam waktu tiga hari.
Selama pengujian, dibuktikan bahwa pelapis ini mampu memperpanjang umur simpan alpukat sampai dengan 50 persen. Dengan adanya semprotan nabati, diharapkan dapat mengurangi masalah lingkungan.
BACA JUGA:Ahli Meteorologi Nilai Cuaca Ekstrem Tahun Ini Baru Dimulai
&amp;ldquo;Saya tidak anti plastik, saya menentang plastik berbasis minyak bumi yang terus digunakan dan dibuang. Hanya sebagian kecil plastik yang dapat di daur ulang,&amp;rdquo; kata Philip Demokritou, direktur Nanoscience and Advanced Materials Research Center di  Rutgers University.
Demokritou menjelaskan, 50 sampai dengan 60 tahun terakhir, sampah plastik telah mencapai 6 miliar ton.
Menurutnya, sampah plastik terdegradasi dan pecahannya berpengaruh kepada air yang kita minum, makanan yang dimakan, dan udara yang dihirup manusia.</content:encoded></item></channel></rss>
