<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Plastik Ramah Lingkungan Dikembangkan, Sumbernya dari Lebah</title><description>Perusahaan asal Selandia Baru, Humble Bee Bio, tengah mengembangkan alternatif biodegradable untuk plastik dengan mensintesis biologi lebah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/30/56/2602503/plastik-ramah-lingkungan-dikembangkan-sumbernya-dari-lebah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/30/56/2602503/plastik-ramah-lingkungan-dikembangkan-sumbernya-dari-lebah"/><item><title>Plastik Ramah Lingkungan Dikembangkan, Sumbernya dari Lebah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/30/56/2602503/plastik-ramah-lingkungan-dikembangkan-sumbernya-dari-lebah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/30/56/2602503/plastik-ramah-lingkungan-dikembangkan-sumbernya-dari-lebah</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2022 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/30/56/2602503/plastik-ramah-lingkungan-dikembangkan-sumbernya-dari-lebah-A6t20q5FYp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plastik ramah lingkungan dikembangkan, sumbernya dari lebah (Foto: Humble Bee Bio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/30/56/2602503/plastik-ramah-lingkungan-dikembangkan-sumbernya-dari-lebah-A6t20q5FYp.jpg</image><title>Plastik ramah lingkungan dikembangkan, sumbernya dari lebah (Foto: Humble Bee Bio)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan asal Selandia Baru, Humble Bee Bio, dilaporkan tengah mengembangkan alternatif biodegradable untuk plastik dengan mensintesis biologi lebah.
Disadur dari TechCrunch, Senin (30/5/2022), jika ini berhasil, bioplastik yang dibuat dengan bantuan lebah ini akan berhasil masuk ke industri tekstil berkelanjutan.
BACA JUGA:Mengenal Fenomena Bulan Hitam yang Bisa Sebabkan Naiknya Pasang Laut
Humble Bee, yang baru saja mendapat suntikan dana sebesar US$ 3,2 juta atau setara Rp 46,5 miliar telah mempelajari lebah bertopeng Australia, sejenis lebah soliter yang tidak menghasilkan madu tetapi mampu membuat sarang dari material seperti plastik.
Sarang yang dibuat oleh spesies lebah unik ini diharapkan dapat menjadi alternatif lain dari plastik yang selama ini penggunaannya berdampak buruk pada lingkungan, terlebih sarang memiliki ketahanan yang luar biasa lebih baik dibanding plastik yang selama ini digunakan.
BACA JUGA:Ilmuwan Jelaskan Segudang Manfaat Buah Delima, Sesuai dengan Alquran
&quot;Material sarang memiliki ketahanan terhadap asam dan basa, tahan air, tahan api, hingga 240 derajat Celcius. Idenya adalah, bagaimana kita membuat ulang ini,&quot; kata Ryan Graves selaku Chief Technology Officer Humble Bee.
Graves dan tim menggunakan pendekatan biologi sintetis yang melibatkan masuk ke kode genetik lebah dan mengidentifikasi gen dan protein yang bertanggung jawab untuk bahan bersarang.Humble Bee sendiri, telah mengekstrak kodenya dan mencoba membuatnya kembali di laboratorium.
Selanjutnya, perusahaan akan mencoba mensintesis bahan seperti plastik, dengan fokus pada empat jenis biomaterial berbeda yang dapat diubah menjadi serat dan finishing untuk kain.
Humble Bee pun berharap konsep tersebut bisa dibuktikan paling tidak antara bulan Maret hingga Juni 2023.
&amp;ldquo;Masih ada tingkat eksplorasi yang harus dilakukan. Prosesnya memakan waktu dan menantang. Beralih dari kode ke protein biasanya membutuhkan proses 12 bulan, dan kemudian kami perlu meningkatkannya untuk mengeluarkan ratusan gram bahan,&quot; ungkap Graves.
Graves mengatakan, pihaknya telah didekati oleh banyak perusahaan tekstil dan perusahaan lain yang menggunakan pelapis untuk bioplastik temuannya ini. Mulai dari Airbus, Toyota, dan Ford sudah berencana untuk menggunakannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan asal Selandia Baru, Humble Bee Bio, dilaporkan tengah mengembangkan alternatif biodegradable untuk plastik dengan mensintesis biologi lebah.
Disadur dari TechCrunch, Senin (30/5/2022), jika ini berhasil, bioplastik yang dibuat dengan bantuan lebah ini akan berhasil masuk ke industri tekstil berkelanjutan.
BACA JUGA:Mengenal Fenomena Bulan Hitam yang Bisa Sebabkan Naiknya Pasang Laut
Humble Bee, yang baru saja mendapat suntikan dana sebesar US$ 3,2 juta atau setara Rp 46,5 miliar telah mempelajari lebah bertopeng Australia, sejenis lebah soliter yang tidak menghasilkan madu tetapi mampu membuat sarang dari material seperti plastik.
Sarang yang dibuat oleh spesies lebah unik ini diharapkan dapat menjadi alternatif lain dari plastik yang selama ini penggunaannya berdampak buruk pada lingkungan, terlebih sarang memiliki ketahanan yang luar biasa lebih baik dibanding plastik yang selama ini digunakan.
BACA JUGA:Ilmuwan Jelaskan Segudang Manfaat Buah Delima, Sesuai dengan Alquran
&quot;Material sarang memiliki ketahanan terhadap asam dan basa, tahan air, tahan api, hingga 240 derajat Celcius. Idenya adalah, bagaimana kita membuat ulang ini,&quot; kata Ryan Graves selaku Chief Technology Officer Humble Bee.
Graves dan tim menggunakan pendekatan biologi sintetis yang melibatkan masuk ke kode genetik lebah dan mengidentifikasi gen dan protein yang bertanggung jawab untuk bahan bersarang.Humble Bee sendiri, telah mengekstrak kodenya dan mencoba membuatnya kembali di laboratorium.
Selanjutnya, perusahaan akan mencoba mensintesis bahan seperti plastik, dengan fokus pada empat jenis biomaterial berbeda yang dapat diubah menjadi serat dan finishing untuk kain.
Humble Bee pun berharap konsep tersebut bisa dibuktikan paling tidak antara bulan Maret hingga Juni 2023.
&amp;ldquo;Masih ada tingkat eksplorasi yang harus dilakukan. Prosesnya memakan waktu dan menantang. Beralih dari kode ke protein biasanya membutuhkan proses 12 bulan, dan kemudian kami perlu meningkatkannya untuk mengeluarkan ratusan gram bahan,&quot; ungkap Graves.
Graves mengatakan, pihaknya telah didekati oleh banyak perusahaan tekstil dan perusahaan lain yang menggunakan pelapis untuk bioplastik temuannya ini. Mulai dari Airbus, Toyota, dan Ford sudah berencana untuk menggunakannya.</content:encoded></item></channel></rss>
