<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Baru Ungkap Ingatan Penderita Insomnia Bisa Bermasalah</title><description>Orang dengan insomnia berisiko mengalami masalah kognitif di kemudian hari. Hal ini, terungkap dalam penelitian terbaru.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/26/56/2600686/studi-baru-ungkap-ingatan-penderita-insomnia-bisa-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/26/56/2600686/studi-baru-ungkap-ingatan-penderita-insomnia-bisa-bermasalah"/><item><title>Studi Baru Ungkap Ingatan Penderita Insomnia Bisa Bermasalah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/26/56/2600686/studi-baru-ungkap-ingatan-penderita-insomnia-bisa-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/05/26/56/2600686/studi-baru-ungkap-ingatan-penderita-insomnia-bisa-bermasalah</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/56/2600686/studi-baru-ungkap-ingatan-penderita-insomni-bisa-bermasalah-Tpxc6qdv9U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Studi baru ungkap ingatan penderita insomnia bisa bermasalah (Foto: Sleep Review)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/56/2600686/studi-baru-ungkap-ingatan-penderita-insomni-bisa-bermasalah-Tpxc6qdv9U.jpg</image><title>Studi baru ungkap ingatan penderita insomnia bisa bermasalah (Foto: Sleep Review)</title></images><description>JAKARTA - Orang dengan insomnia berisiko mengalami masalah kognitif di kemudian hari. Hal ini, terungkap dalam penelitian yang dilangsungkan di Finlandia yang melibatkan 3.748 responden.
Dikutip dari Science Alert, Kamis (26/5/2022), masalah kognitif mencakup masalah ingatan, kesulitan konsentrasi, dan kemampuan belajar yang menurun.
BACA JUGA:Fenomena Matahari Berada di Atas Kakbah Berlangsung Besok, Cek Kembali Arah Kiblat
Peneliti menyebut, semakin lama insomnia berlangsung, maka semakin buruk efeknya.
Diketahui, kesehatan mental dan fisik memang sangat bergantung pada jumlah tidur yang cukup. Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika kognitif akan bermasalah pada orang yang kurang tidur.
&quot;Hasil kami menunjukkan bahwa gejala insomnia pada usia kerja dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif di usia pensiun,&quot; terang peneliti dari University of Helsinki dalam makalah mereka.
BACA JUGA:Rahasia Penyebab Kucing Takut Air, Simak Penjelasan Ilmiahnya
&quot;Analisis menunjukkan bahwa peningkatan keluhan tidur terkait dengan masalah yang lebih parah dalam fungsi kognitif subjektif,&quot; tambahnya.
Mengatasi insomnia dan mengobatinya lebih awal dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Peneliti mengungkap, ini bisa mencegah masalah kesehatan otak dan bahkan penyakit seperti Alzheimer di kemudian hari.&quot;Deteksi dini gejala insomnia pada usia paruh baya bisa menjadi titik intervensi potensial untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah penurunan kognitif di kemudian hari,&quot; jelas para peneliti.
&quot;Tindakan ini mungkin menghemat dana publik dan meningkatkan kesejahteraan seseorang, menambah kualitas hidup bertahun-tahun dalam konteks penuaan,&quot; sambung mereka.
Selain kurang tidur, penurunan kognitif di usia tua juga disebabkan oleh beberapa faktor kesehatan lain.
Misalnya, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, depresi, dan tingkat aktivitas fisik yang rendah.
Lebih kanjut, peneliti menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Termasuk mendapatkan ritme tidur yang lebih teratur, serta memastikan lingkungan tidur kita diatur dengan baik.</description><content:encoded>JAKARTA - Orang dengan insomnia berisiko mengalami masalah kognitif di kemudian hari. Hal ini, terungkap dalam penelitian yang dilangsungkan di Finlandia yang melibatkan 3.748 responden.
Dikutip dari Science Alert, Kamis (26/5/2022), masalah kognitif mencakup masalah ingatan, kesulitan konsentrasi, dan kemampuan belajar yang menurun.
BACA JUGA:Fenomena Matahari Berada di Atas Kakbah Berlangsung Besok, Cek Kembali Arah Kiblat
Peneliti menyebut, semakin lama insomnia berlangsung, maka semakin buruk efeknya.
Diketahui, kesehatan mental dan fisik memang sangat bergantung pada jumlah tidur yang cukup. Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika kognitif akan bermasalah pada orang yang kurang tidur.
&quot;Hasil kami menunjukkan bahwa gejala insomnia pada usia kerja dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif di usia pensiun,&quot; terang peneliti dari University of Helsinki dalam makalah mereka.
BACA JUGA:Rahasia Penyebab Kucing Takut Air, Simak Penjelasan Ilmiahnya
&quot;Analisis menunjukkan bahwa peningkatan keluhan tidur terkait dengan masalah yang lebih parah dalam fungsi kognitif subjektif,&quot; tambahnya.
Mengatasi insomnia dan mengobatinya lebih awal dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Peneliti mengungkap, ini bisa mencegah masalah kesehatan otak dan bahkan penyakit seperti Alzheimer di kemudian hari.&quot;Deteksi dini gejala insomnia pada usia paruh baya bisa menjadi titik intervensi potensial untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah penurunan kognitif di kemudian hari,&quot; jelas para peneliti.
&quot;Tindakan ini mungkin menghemat dana publik dan meningkatkan kesejahteraan seseorang, menambah kualitas hidup bertahun-tahun dalam konteks penuaan,&quot; sambung mereka.
Selain kurang tidur, penurunan kognitif di usia tua juga disebabkan oleh beberapa faktor kesehatan lain.
Misalnya, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, depresi, dan tingkat aktivitas fisik yang rendah.
Lebih kanjut, peneliti menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Termasuk mendapatkan ritme tidur yang lebih teratur, serta memastikan lingkungan tidur kita diatur dengan baik.</content:encoded></item></channel></rss>
