<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Fenomena Planet Sejajar yang Berlangsung hingga 29 April 2022</title><description>Fenomena planet sejajar (konjungsi) tengah berlangsung dan penduduk Indonesia bisa menyaksikannya, hal ini terjadi pada 24-29 April 2022.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/27/56/2586019/mengenal-fenomena-planet-sejajar-yang-berlangsung-hingga-29-april-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/27/56/2586019/mengenal-fenomena-planet-sejajar-yang-berlangsung-hingga-29-april-2022"/><item><title>Mengenal Fenomena Planet Sejajar yang Berlangsung hingga 29 April 2022</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/27/56/2586019/mengenal-fenomena-planet-sejajar-yang-berlangsung-hingga-29-april-2022</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/27/56/2586019/mengenal-fenomena-planet-sejajar-yang-berlangsung-hingga-29-april-2022</guid><pubDate>Rabu 27 April 2022 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/27/56/2586019/mengenal-fenomena-planet-sejajar-yang-berlangsung-hingga-29-april-2022-58Hc2FeyLb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal fenomena planet sejajar yang berlangsung hingga 29 April 2022</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/27/56/2586019/mengenal-fenomena-planet-sejajar-yang-berlangsung-hingga-29-april-2022-58Hc2FeyLb.jpg</image><title>Mengenal fenomena planet sejajar yang berlangsung hingga 29 April 2022</title></images><description>JAKARTA - Fenomena planet sejajar (konjungsi) tengah berlangsung dan penduduk Indonesia bisa menyaksikannya, hal ini terjadi pada 24-29 April 2022.
Dirangkum dari berbagai sumber, fenomena yang sedang berlangsung ini termasuk konjungsi kuintet, yakni lima benda langit yang tampak segaris secar visual antara Saturnus-Mars-Venus-Jupiter-Bulan.
Menurut Peneliti di Pusat Riset Antariksa LAPAN-BRIN, Andi Pangeran, fenomena ini bisa disaksikan sejak pukul 04.00 waktu setempat dari arah Timur memanjang hingga Tenggara.
BACA JUGA:Astronom Tegaskan Bulan Pernah Terbelah Dua, Alquran Menyebutnya Tanda Menjelang Kiamat
&quot;Kecuali pada 29 April, baru dapat dilihat sejak awal fajar astronomis/75 menit sebelum Matahari terbit,&quot; kata Andi, dikutip pada Rabu (27/4/2022).
Fenomena konjungsi (kesegarisan) sendiri, merupakan suatu keadaan di mana jarak sudut (elongasi) di antara benda langit berada dalam posisi yang berdekatan atau sedang berpapasan.
Diketahui, planet di Tata Surya memiliki orbitnya masing- masing yang berbentuk elips dan mengelilingi Matahari. Setiap planet juga memiliki aktivitasnya masing- masing, berevolusi atau mengelilingi Matahari.
Lalu, suatu saat planet satu dengan yang lainnya akan berpapasan dan berada dalam posisi yang berdekatan antara satu dengan lainnya.
BACA JUGA:Mengenal Fenomena Konjungsi Tripel di Luar Angkasa
Planet-planet ini, juga bakal berada di satu garis lurus dengan planet lain serta dengan Matahari. Jadi, posisi inilah yang disebut dengan konjungsi planet.
Perlu diketahui, garis lurus yang terbentuk antar planet atau benda langit ini tidak melulu berupa garis lurus ke arah matahari, tetapi bisa juga ke kanan atau kirinya.
Bahkan, bisa pula garisnya diagonal. Jadi, konjungsi tidak hanya berupa garis lurus ke depan, tetapi juga garis menyamping.</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena planet sejajar (konjungsi) tengah berlangsung dan penduduk Indonesia bisa menyaksikannya, hal ini terjadi pada 24-29 April 2022.
Dirangkum dari berbagai sumber, fenomena yang sedang berlangsung ini termasuk konjungsi kuintet, yakni lima benda langit yang tampak segaris secar visual antara Saturnus-Mars-Venus-Jupiter-Bulan.
Menurut Peneliti di Pusat Riset Antariksa LAPAN-BRIN, Andi Pangeran, fenomena ini bisa disaksikan sejak pukul 04.00 waktu setempat dari arah Timur memanjang hingga Tenggara.
BACA JUGA:Astronom Tegaskan Bulan Pernah Terbelah Dua, Alquran Menyebutnya Tanda Menjelang Kiamat
&quot;Kecuali pada 29 April, baru dapat dilihat sejak awal fajar astronomis/75 menit sebelum Matahari terbit,&quot; kata Andi, dikutip pada Rabu (27/4/2022).
Fenomena konjungsi (kesegarisan) sendiri, merupakan suatu keadaan di mana jarak sudut (elongasi) di antara benda langit berada dalam posisi yang berdekatan atau sedang berpapasan.
Diketahui, planet di Tata Surya memiliki orbitnya masing- masing yang berbentuk elips dan mengelilingi Matahari. Setiap planet juga memiliki aktivitasnya masing- masing, berevolusi atau mengelilingi Matahari.
Lalu, suatu saat planet satu dengan yang lainnya akan berpapasan dan berada dalam posisi yang berdekatan antara satu dengan lainnya.
BACA JUGA:Mengenal Fenomena Konjungsi Tripel di Luar Angkasa
Planet-planet ini, juga bakal berada di satu garis lurus dengan planet lain serta dengan Matahari. Jadi, posisi inilah yang disebut dengan konjungsi planet.
Perlu diketahui, garis lurus yang terbentuk antar planet atau benda langit ini tidak melulu berupa garis lurus ke arah matahari, tetapi bisa juga ke kanan atau kirinya.
Bahkan, bisa pula garisnya diagonal. Jadi, konjungsi tidak hanya berupa garis lurus ke depan, tetapi juga garis menyamping.</content:encoded></item></channel></rss>
