<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Langit yang Terjadi Selama Ramadan 2022, Hujan Meteor Salah Satunya</title><description>Beragam fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022 telah dan bakal berlangsung, hujan meteor adalah salah satunya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/15/56/2579550/fenomena-langit-yang-terjadi-selama-ramadan-2022-hujan-meteor-salah-satunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/15/56/2579550/fenomena-langit-yang-terjadi-selama-ramadan-2022-hujan-meteor-salah-satunya"/><item><title>Fenomena Langit yang Terjadi Selama Ramadan 2022, Hujan Meteor Salah Satunya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/15/56/2579550/fenomena-langit-yang-terjadi-selama-ramadan-2022-hujan-meteor-salah-satunya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/15/56/2579550/fenomena-langit-yang-terjadi-selama-ramadan-2022-hujan-meteor-salah-satunya</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2022 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/15/56/2579550/fenomena-langit-yang-terjadi-selama-ramadan-2022-hujan-meteor-salah-satunya-yPnWvmun2H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022, hujan meteor salah satunya (Foto: iStock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/15/56/2579550/fenomena-langit-yang-terjadi-selama-ramadan-2022-hujan-meteor-salah-satunya-yPnWvmun2H.jpg</image><title>Fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022, hujan meteor salah satunya (Foto: iStock)</title></images><description>JAKARTA - Beragam fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022 telah dan bakal berlangsung, hujan meteor adalah salah satunya.
Dilansir dari langitselatan, Jumat (15/4/2022), setidaknya ada delapan fenomena langit yang telah dan bakal berlangsung selama Ramadan 2022 di April 2022.
Lantas, apa saja fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022? Selengkapnya berikut ini:
BACA JUGA:NASA Temukan Komet Terbesar Sepanjang Sejarah, Lebarnya Ratusan Kilometer
3 April (Konjungsi Superior Merkurius)
Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 1,03 derajat dari Matahari.
Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,34 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 5 detik busur.
5 April (Konjungsi Mars - Saturnus)
Mars dan Saturnus bisa diamati berpasangan sangat dekat hanya terpisah 0,3&amp;ordm; di arah timur sebelum Matahari terbit. Keduanya berada pada ketinggian 42&amp;ordm; saat Matahari terbit. Pasangan planet ini bisa mulai diamati sejak pukul 02:29 WIB saat keduanya terbit.
BACA JUGA:Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran, dan Akhirnya Meledak
22-23 April (Hujan Meteor Lyrid)
Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 23 April. Setiap tahun, hujan meteor Lyrid berlangsung dari 14 April sampai 30 dan bisa diamati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 22:08 WIB.
Saat Lyrid mencapai intensitas maksimum, pengamat hanya bisa melihat 20 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 48,8 km/detik.
Bulan setengah yang terbit tengah malam cukup terang dan bisa mengganggu perburuan hujan meteor Lyrid. Waktu terbaik untuk pengamatan mulai tengah malam ketika arah datang Lyrid sudah cukup tinggi sekitar 30&amp;ordm; di atas horison. Pada saat bersamaan, Bulan juga terbit di timur.25 April (Konjungsi Bulan - Saturnus)
Bulan dan Saturnus terbit beriringan dan tampak berpapasan di langit dengan Bulan 4,5&amp;ordm; di selatan Saturnus. Kedua planet ini terbit beriringan diawali oleh Bulan pada pukul 01:09 WIB disusul Saturnus pada pukul 01:16 WIB. Saat Matahari terbit pada pukul 05:53, Bulan dan Saturnus sudah berada pada ketinggian 62&amp;ordm;.
26 April (Konjungsi Bulan - Mars)
Setelah Saturnus, kali ini giliran Mars yang berpapasan dengan Bulan, dengan Bulan 4,5&amp;ordm; di selatan Mars. Kedua planet terbit beriringan diawali Bulan pada pukul 02:03 WIB disusul Mars 6 menit kemudian. Saat Matahari terbit pada pukul 05:53, Bulan dan Saturnus sudah berada pada ketinggian 50&amp;ordm;.
27 April (Konjungsi Bulan - Venus - Jupiter)
Sehari kemudian, giliran Venus yang bertemu Bulan. Selain itu, Bulan, Venus dan Jupiter juga membentuk segitiga di langit fajar. Bulan terpisah 3,7&amp;ordm; di selatan Venus dan keduanya berada pada ketinggian 37&amp;ordm; saat Matahari terbit.
Bulan berada 3,6&amp;ordm; di selatan Jupiter dan keduanya berada pada ketinggian 33&amp;ordm; saat Matahari terbit. Bulan akan terbit lebih dahulu pada pukul 02:53 WIB, disusul Venus pada pukul 03:05 WIB dan Jupiter pukul 03:19 WIB.
29 April (Elongasi Timur Maksimum Merkurius)
Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 20,6&amp;ordm;. Artinya, Merkurius akan berada 20,6&amp;ordm; di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Taurus bisa diamati dengan kecerlangan 0,4 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 18:54 WIB.
30 April (Konjungsi Venus - Jupiter)
Venus berpapasan dengan Jupiter. Kedua planet tampak berdekatan di langit fajar dengan jarak 0,9&amp;ordm; dan berada pada ketinggian 37&amp;ordm; saat Matahari terbit.
Bulan berada 3,6&amp;ordm; di selatan Jupiter dan keduanya berada pada ketinggian 36&amp;ordm; saat Matahari terbit. Venus terbit lebih dahulu pada pukul 03:06 WIB, disusul Jupiter empat menit kemudian pada pukul 03:10 WIB.</description><content:encoded>JAKARTA - Beragam fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022 telah dan bakal berlangsung, hujan meteor adalah salah satunya.
Dilansir dari langitselatan, Jumat (15/4/2022), setidaknya ada delapan fenomena langit yang telah dan bakal berlangsung selama Ramadan 2022 di April 2022.
Lantas, apa saja fenomena langit yang terjadi selama Ramadan 2022? Selengkapnya berikut ini:
BACA JUGA:NASA Temukan Komet Terbesar Sepanjang Sejarah, Lebarnya Ratusan Kilometer
3 April (Konjungsi Superior Merkurius)
Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 1,03 derajat dari Matahari.
Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,34 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 5 detik busur.
5 April (Konjungsi Mars - Saturnus)
Mars dan Saturnus bisa diamati berpasangan sangat dekat hanya terpisah 0,3&amp;ordm; di arah timur sebelum Matahari terbit. Keduanya berada pada ketinggian 42&amp;ordm; saat Matahari terbit. Pasangan planet ini bisa mulai diamati sejak pukul 02:29 WIB saat keduanya terbit.
BACA JUGA:Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran, dan Akhirnya Meledak
22-23 April (Hujan Meteor Lyrid)
Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 23 April. Setiap tahun, hujan meteor Lyrid berlangsung dari 14 April sampai 30 dan bisa diamati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 22:08 WIB.
Saat Lyrid mencapai intensitas maksimum, pengamat hanya bisa melihat 20 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 48,8 km/detik.
Bulan setengah yang terbit tengah malam cukup terang dan bisa mengganggu perburuan hujan meteor Lyrid. Waktu terbaik untuk pengamatan mulai tengah malam ketika arah datang Lyrid sudah cukup tinggi sekitar 30&amp;ordm; di atas horison. Pada saat bersamaan, Bulan juga terbit di timur.25 April (Konjungsi Bulan - Saturnus)
Bulan dan Saturnus terbit beriringan dan tampak berpapasan di langit dengan Bulan 4,5&amp;ordm; di selatan Saturnus. Kedua planet ini terbit beriringan diawali oleh Bulan pada pukul 01:09 WIB disusul Saturnus pada pukul 01:16 WIB. Saat Matahari terbit pada pukul 05:53, Bulan dan Saturnus sudah berada pada ketinggian 62&amp;ordm;.
26 April (Konjungsi Bulan - Mars)
Setelah Saturnus, kali ini giliran Mars yang berpapasan dengan Bulan, dengan Bulan 4,5&amp;ordm; di selatan Mars. Kedua planet terbit beriringan diawali Bulan pada pukul 02:03 WIB disusul Mars 6 menit kemudian. Saat Matahari terbit pada pukul 05:53, Bulan dan Saturnus sudah berada pada ketinggian 50&amp;ordm;.
27 April (Konjungsi Bulan - Venus - Jupiter)
Sehari kemudian, giliran Venus yang bertemu Bulan. Selain itu, Bulan, Venus dan Jupiter juga membentuk segitiga di langit fajar. Bulan terpisah 3,7&amp;ordm; di selatan Venus dan keduanya berada pada ketinggian 37&amp;ordm; saat Matahari terbit.
Bulan berada 3,6&amp;ordm; di selatan Jupiter dan keduanya berada pada ketinggian 33&amp;ordm; saat Matahari terbit. Bulan akan terbit lebih dahulu pada pukul 02:53 WIB, disusul Venus pada pukul 03:05 WIB dan Jupiter pukul 03:19 WIB.
29 April (Elongasi Timur Maksimum Merkurius)
Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 20,6&amp;ordm;. Artinya, Merkurius akan berada 20,6&amp;ordm; di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Taurus bisa diamati dengan kecerlangan 0,4 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 18:54 WIB.
30 April (Konjungsi Venus - Jupiter)
Venus berpapasan dengan Jupiter. Kedua planet tampak berdekatan di langit fajar dengan jarak 0,9&amp;ordm; dan berada pada ketinggian 37&amp;ordm; saat Matahari terbit.
Bulan berada 3,6&amp;ordm; di selatan Jupiter dan keduanya berada pada ketinggian 36&amp;ordm; saat Matahari terbit. Venus terbit lebih dahulu pada pukul 03:06 WIB, disusul Jupiter empat menit kemudian pada pukul 03:10 WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
