<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Baru Temukan Suara Gemuruh dan Gempa Misterius</title><description>Fakta baru mengenai Mars telah termuat dalam studi terbaru, disebutkan bahwa ada temuan bukti aktivitas vulkanik di bawah permukaan planet.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/07/56/2574848/studi-baru-temukan-suara-gemuruh-dan-gempa-misterius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/07/56/2574848/studi-baru-temukan-suara-gemuruh-dan-gempa-misterius"/><item><title>Studi Baru Temukan Suara Gemuruh dan Gempa Misterius</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/07/56/2574848/studi-baru-temukan-suara-gemuruh-dan-gempa-misterius</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/07/56/2574848/studi-baru-temukan-suara-gemuruh-dan-gempa-misterius</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/56/2574848/studi-baru-temukan-suara-gemuruh-dan-gempa-misterius-fagDMA7CIx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Studi baru temukan suara gemuruh dan gempa misterius (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/56/2574848/studi-baru-temukan-suara-gemuruh-dan-gempa-misterius-fagDMA7CIx.jpg</image><title>Studi baru temukan suara gemuruh dan gempa misterius (Foto: NASA)</title></images><description>JAKARTA - Fakta baru mengenai Mars telah termuat dalam studi terbaru, disebutkan bahwa ada temuan bukti aktivitas vulkanik di bawah permukaan Planet Merah tersebut.
Dilansir dari NYPost, Kamis (7/4/2022), studi ini mengatakan jika pergerakan magma panas di sana telah memicu marsquakes (gempa Mars), yang mirip dengan gempa bumi, di wilayah tertentu di Planet Merah.
Jika benar, temuan itu akan memberikan kepercayaan pada teori kalau kehidupan lain mungkin ada di bawah tanah Mars. Sebab, magma hangat di bawah permukaan dan air tanah yang diperkirakan ada di sana, bisa menjadi habitat bagi mikroba asing.
BACA JUGA:Alquran dan Sains Jelaskan Kegelapan di Laut Dalam, Manusia Tak Bisa Hidup
Studi itu, digarap oleh para peneliti di Australian National University (ANU), mereka membuat temuan setelah menyisir data dari misi InSight Mars milik NASA.
InSight sendiri, yakni robot tanpa awak seukuran mobil yang telah tinggal di planet tersebut sejak 2018, dan berhasil mendeteksi adanya gempa Mars.
Sejauh ini, cukup sedikit yang dipahami para ilmuwan tentang getaran bawah tanah, mereka berharap lewat pemanfaatan data InSight bisa mendapatkan ide yang lebih baik tentang kondisi Mars.
Penelitian baru yang diterbitkan di Nature Communications itu, mengungkap 47 gempa Mars yang sebelumnya tidak terdeteksi di bawah permukaan Mars.
BACA JUGA:Kapan Fenomena Gerhana Matahari Pertama Kali Tercatat? Siapa Pelakunya?
Gempa-gempa tersebut, ditemukan di Cerberus Fossae - wilayah aktif seismik di Mars yang berusia kurang dari 20 juta tahun. Penulis penelitian berspekulasi bahwa aktivitas vulkanik di lapisan dalam planet ini adalah penyebab gempa yang baru terdeteksi.
Jika benar, temuan tersebut menunjukkan magma di mantel Mars masih aktif. Sebelumnya, para ilmuwan berpendapat &amp;ndash; mirip dengan yang ada di Bumi &amp;ndash; gempa adalah hasil dari kekuatan tektonik Mars yang kuat.
Sifat berulang dari gempa ini dan fakta semuanya terdeteksi di area yang sama, menunjukkan jika Mars lebih aktif secara seismik daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.&amp;ldquo;Kami menemukan bahwa gempa Mars ini berulang kali terjadi setiap saat sepanjang hari di Mars,&amp;rdquo; kata ilmuwan dan rekan penulis studi ANU, Profesor Hrvoje Tkalci.
Sedangkan, sambung Tkalci, gempa Mars yang terdeteksi dan dilaporkan oleh NASA di masa lalu tampaknya hanya terjadi pada tengah malam ketika planet ini lebih tenang,&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Oleh karena itu, kita dapat berasumsi bahwa pergerakan batuan cair di mantel Mars adalah pemicu 47 gempa mars yang baru terdeteksi di bawah wilayah Cerberus Fossae,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menambahkan, kesimpulannya adalah Mars masih aktif secara vulkanik, bertentangan dengan kepercayaan beberapa ilmuwan.
&amp;ldquo;Mengetahui bahwa mantel Mars masih aktif sangat penting untuk pemahaman kita tentang bagaimana Mars berevolusi sebagai planet,&amp;rdquo; terang dia.
&amp;ldquo;Ini dapat membantu kita menjawab pertanyaan mendasar tentang tata surya dan keadaan inti Mars, mantel, dan evolusi medan magnetnya yang saat ini tidak ada,&amp;rdquo; tambahnya.
Para ilmuwan telah lama mengetahui, miliaran tahun yang lalu, Mars memiliki gunung berapi aktif dan sungai serta danau yang saling terkait.
Ini adalah bagian dari alasan banyak orang percaya kehidupan mikroskopis mungkin pernah hidup di dalam tanah Mars yang dulu subur.
Perubahan cepat pada atmosfer planet menyebabkan permukaannya menjadi gurun tandus dan berdebu seperti sekarang ini.
Jika memang ada magma yang aktif di bawah permukaan planet tersebut, kemungkinan kehidupan tumbuh di sana jauh lebih tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - Fakta baru mengenai Mars telah termuat dalam studi terbaru, disebutkan bahwa ada temuan bukti aktivitas vulkanik di bawah permukaan Planet Merah tersebut.
Dilansir dari NYPost, Kamis (7/4/2022), studi ini mengatakan jika pergerakan magma panas di sana telah memicu marsquakes (gempa Mars), yang mirip dengan gempa bumi, di wilayah tertentu di Planet Merah.
Jika benar, temuan itu akan memberikan kepercayaan pada teori kalau kehidupan lain mungkin ada di bawah tanah Mars. Sebab, magma hangat di bawah permukaan dan air tanah yang diperkirakan ada di sana, bisa menjadi habitat bagi mikroba asing.
BACA JUGA:Alquran dan Sains Jelaskan Kegelapan di Laut Dalam, Manusia Tak Bisa Hidup
Studi itu, digarap oleh para peneliti di Australian National University (ANU), mereka membuat temuan setelah menyisir data dari misi InSight Mars milik NASA.
InSight sendiri, yakni robot tanpa awak seukuran mobil yang telah tinggal di planet tersebut sejak 2018, dan berhasil mendeteksi adanya gempa Mars.
Sejauh ini, cukup sedikit yang dipahami para ilmuwan tentang getaran bawah tanah, mereka berharap lewat pemanfaatan data InSight bisa mendapatkan ide yang lebih baik tentang kondisi Mars.
Penelitian baru yang diterbitkan di Nature Communications itu, mengungkap 47 gempa Mars yang sebelumnya tidak terdeteksi di bawah permukaan Mars.
BACA JUGA:Kapan Fenomena Gerhana Matahari Pertama Kali Tercatat? Siapa Pelakunya?
Gempa-gempa tersebut, ditemukan di Cerberus Fossae - wilayah aktif seismik di Mars yang berusia kurang dari 20 juta tahun. Penulis penelitian berspekulasi bahwa aktivitas vulkanik di lapisan dalam planet ini adalah penyebab gempa yang baru terdeteksi.
Jika benar, temuan tersebut menunjukkan magma di mantel Mars masih aktif. Sebelumnya, para ilmuwan berpendapat &amp;ndash; mirip dengan yang ada di Bumi &amp;ndash; gempa adalah hasil dari kekuatan tektonik Mars yang kuat.
Sifat berulang dari gempa ini dan fakta semuanya terdeteksi di area yang sama, menunjukkan jika Mars lebih aktif secara seismik daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.&amp;ldquo;Kami menemukan bahwa gempa Mars ini berulang kali terjadi setiap saat sepanjang hari di Mars,&amp;rdquo; kata ilmuwan dan rekan penulis studi ANU, Profesor Hrvoje Tkalci.
Sedangkan, sambung Tkalci, gempa Mars yang terdeteksi dan dilaporkan oleh NASA di masa lalu tampaknya hanya terjadi pada tengah malam ketika planet ini lebih tenang,&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Oleh karena itu, kita dapat berasumsi bahwa pergerakan batuan cair di mantel Mars adalah pemicu 47 gempa mars yang baru terdeteksi di bawah wilayah Cerberus Fossae,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menambahkan, kesimpulannya adalah Mars masih aktif secara vulkanik, bertentangan dengan kepercayaan beberapa ilmuwan.
&amp;ldquo;Mengetahui bahwa mantel Mars masih aktif sangat penting untuk pemahaman kita tentang bagaimana Mars berevolusi sebagai planet,&amp;rdquo; terang dia.
&amp;ldquo;Ini dapat membantu kita menjawab pertanyaan mendasar tentang tata surya dan keadaan inti Mars, mantel, dan evolusi medan magnetnya yang saat ini tidak ada,&amp;rdquo; tambahnya.
Para ilmuwan telah lama mengetahui, miliaran tahun yang lalu, Mars memiliki gunung berapi aktif dan sungai serta danau yang saling terkait.
Ini adalah bagian dari alasan banyak orang percaya kehidupan mikroskopis mungkin pernah hidup di dalam tanah Mars yang dulu subur.
Perubahan cepat pada atmosfer planet menyebabkan permukaannya menjadi gurun tandus dan berdebu seperti sekarang ini.
Jika memang ada magma yang aktif di bawah permukaan planet tersebut, kemungkinan kehidupan tumbuh di sana jauh lebih tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
