<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alquran dan Sains Jelaskan Kegelapan di Laut Dalam, Manusia Tak Bisa Hidup</title><description>Banyak hal terkait fenomena alam telah dijelaskan oleh Alquran dan sains, salah satunya adalah perihal kegelapan di laut dalam.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/06/56/2574388/alquran-dan-sains-jelaskan-kegelapan-di-laut-dalam-manusia-tak-bisa-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/06/56/2574388/alquran-dan-sains-jelaskan-kegelapan-di-laut-dalam-manusia-tak-bisa-hidup"/><item><title>Alquran dan Sains Jelaskan Kegelapan di Laut Dalam, Manusia Tak Bisa Hidup</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/06/56/2574388/alquran-dan-sains-jelaskan-kegelapan-di-laut-dalam-manusia-tak-bisa-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/04/06/56/2574388/alquran-dan-sains-jelaskan-kegelapan-di-laut-dalam-manusia-tak-bisa-hidup</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/06/56/2574388/alquran-dan-sains-jelaskan-kegelapan-di-laut-dalam-manusia-tak-bisa-hidup-gXDtotrOvx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alquran dan sains jelaskan kegelapan di laut dalam, manusia tak bisa hidup (Foto: Science Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/06/56/2574388/alquran-dan-sains-jelaskan-kegelapan-di-laut-dalam-manusia-tak-bisa-hidup-gXDtotrOvx.jpg</image><title>Alquran dan sains jelaskan kegelapan di laut dalam, manusia tak bisa hidup (Foto: Science Times)</title></images><description>JAKARTA - Banyak hal terkait fenomena alam telah dijelaskan oleh Alquran dan sains, salah satunya adalah perihal kegelapan di laut dalam, wilayah di mana manusia tidak akan bisa hidup.
Di laut dalam sendiri, ternyata juga memiliki gelombang besar yang berada di lokasi terdalam lauatan, bahkan cahaya pun tidak bisa menjangkaunya.
Laut sendiri memiliki luas lebih banyak dibandingkan daratan yang ada di Bumi. Di dalam lautan terdapat banyak kehidupan berupa ikan dan biota lainnya. Di dalam laut pula terdapat gelombang yang memiliki kekuatan cukup besar.
BACA JUGA:Kapan Fenomena Gerhana Matahari Pertama Kali Tercatat? Siapa Pelakunya?
Kemudian ilmu pengetahuan modern memercayai kedalaman 200 meter di bawah laut tidak bisa ditembus oleh cahaya. Daerah ini disebut afotik. Sedangkan yang berada di bawah 1.000 meter sudah tidak terdapat cahaya sama sekali.
Hal ini ternyata sudah lama diungkap oleh kitab suci Alquran. Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan dijelaskan bahwa selain gelap ternyata bawah laut juga terdapat gelombang.
Gelombang yang terjadi di laut tidak hanya terdapat di permukaan, tetapi juga di bagian dalamnya. Fakta adanya kegelapan dan gelombang yang ada di laut dalam dikemukakan para peneliti pada 1900.
BACA JUGA:Alquran dan Sains Jelaskan Proses Terjadinya Gunung Meletus Sebagai Tanda Kiamat Kecil
Sementara dalam kitab suci Alquran, kegelapan dalam laut dan terjadinya gelombang dalam laut ini sudah dijelaskan, Allah SWT berfirman:
&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1648;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1613; &amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1580;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1613; &amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1618;&amp;#1588;&amp;#1648;&amp;#1609;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1622; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1622; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1612;&amp;#1751; &amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1648;&amp;#1578;&amp;#1612;&amp;#1762; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1613;&amp;#1751; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1619; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1623; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1648;&amp;#1609;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1751; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1648;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1623; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1623; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1613;
&quot;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.&quot; (QS An-Nur: 40)Profesor Durga Rao, ahli geologi kelautan yang juga guru besar di Universitas King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan hal tersebut.
Guna meneliti kegelapan di laut dalam, ilmuwan tentunya dibantu dengan alat-alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20&amp;ndash;30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu.
Di kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Profesor Durga Rao mengatakan bahwa Surah An-Nur Ayat 40 merujuk terutama pada laut atau samudera yang dalam.
Bagian dalam dan luar laut dipisahkan oleh gelombang. Gelombang bagian dalam laut menutupi perairan dalam laut dan samudera karena perairan dalam memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan perairan di atasnya.
Kegelapan mulai terjadi di bawah gelombang dalam laut. Bahkan, ikan yang berada di laut yang dalam tidak dapat melihat dan satu-satunya sumber cahaya berasal dari tubuh mereka sendiri.
Profesor Durga Rao kemudian menyimpulkan dengan mengatakan bahwa manusia normal tidak akan mampu menjelaskan fenomena ini dengan sangat detail pada 1.400 tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak hal terkait fenomena alam telah dijelaskan oleh Alquran dan sains, salah satunya adalah perihal kegelapan di laut dalam, wilayah di mana manusia tidak akan bisa hidup.
Di laut dalam sendiri, ternyata juga memiliki gelombang besar yang berada di lokasi terdalam lauatan, bahkan cahaya pun tidak bisa menjangkaunya.
Laut sendiri memiliki luas lebih banyak dibandingkan daratan yang ada di Bumi. Di dalam lautan terdapat banyak kehidupan berupa ikan dan biota lainnya. Di dalam laut pula terdapat gelombang yang memiliki kekuatan cukup besar.
BACA JUGA:Kapan Fenomena Gerhana Matahari Pertama Kali Tercatat? Siapa Pelakunya?
Kemudian ilmu pengetahuan modern memercayai kedalaman 200 meter di bawah laut tidak bisa ditembus oleh cahaya. Daerah ini disebut afotik. Sedangkan yang berada di bawah 1.000 meter sudah tidak terdapat cahaya sama sekali.
Hal ini ternyata sudah lama diungkap oleh kitab suci Alquran. Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan dijelaskan bahwa selain gelap ternyata bawah laut juga terdapat gelombang.
Gelombang yang terjadi di laut tidak hanya terdapat di permukaan, tetapi juga di bagian dalamnya. Fakta adanya kegelapan dan gelombang yang ada di laut dalam dikemukakan para peneliti pada 1900.
BACA JUGA:Alquran dan Sains Jelaskan Proses Terjadinya Gunung Meletus Sebagai Tanda Kiamat Kecil
Sementara dalam kitab suci Alquran, kegelapan dalam laut dan terjadinya gelombang dalam laut ini sudah dijelaskan, Allah SWT berfirman:
&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1648;&amp;#1578;&amp;#1613; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1613; &amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1580;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1613; &amp;#1610;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1618;&amp;#1588;&amp;#1648;&amp;#1609;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1622; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1612; &amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1622; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1576;&amp;#1612;&amp;#1751; &amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1648;&amp;#1578;&amp;#1612;&amp;#1762; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1613;&amp;#1751; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1619; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1623; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1648;&amp;#1609;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1751; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1648;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1623; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1623; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1613;
&quot;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.&quot; (QS An-Nur: 40)Profesor Durga Rao, ahli geologi kelautan yang juga guru besar di Universitas King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan hal tersebut.
Guna meneliti kegelapan di laut dalam, ilmuwan tentunya dibantu dengan alat-alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20&amp;ndash;30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu.
Di kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Profesor Durga Rao mengatakan bahwa Surah An-Nur Ayat 40 merujuk terutama pada laut atau samudera yang dalam.
Bagian dalam dan luar laut dipisahkan oleh gelombang. Gelombang bagian dalam laut menutupi perairan dalam laut dan samudera karena perairan dalam memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan perairan di atasnya.
Kegelapan mulai terjadi di bawah gelombang dalam laut. Bahkan, ikan yang berada di laut yang dalam tidak dapat melihat dan satu-satunya sumber cahaya berasal dari tubuh mereka sendiri.
Profesor Durga Rao kemudian menyimpulkan dengan mengatakan bahwa manusia normal tidak akan mampu menjelaskan fenomena ini dengan sangat detail pada 1.400 tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
