<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapan 1 Ramadan 2022, BRIN Ungkap Ada Potensi Perbedaan, Kemungkinan 3 April</title><description>wal Ramadan 2022 berpotensi ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan hasil sidang isbat Pemerintah yang akan digelar Jumat, 1 April 2022.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/30/56/2570483/kapan-1-ramadan-2022-brin-ungkap-ada-potensi-perbedaan-kemungkinan-3-april</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/30/56/2570483/kapan-1-ramadan-2022-brin-ungkap-ada-potensi-perbedaan-kemungkinan-3-april"/><item><title>Kapan 1 Ramadan 2022, BRIN Ungkap Ada Potensi Perbedaan, Kemungkinan 3 April</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/30/56/2570483/kapan-1-ramadan-2022-brin-ungkap-ada-potensi-perbedaan-kemungkinan-3-april</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/30/56/2570483/kapan-1-ramadan-2022-brin-ungkap-ada-potensi-perbedaan-kemungkinan-3-april</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/56/2570483/kapan-1-ramadan-2022-brin-ungkap-ada-potensi-perbedaan-kemungkinan-3-april-sxtwsh5nPL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapan 1 Ramadan 2022, BRIN ungkap ada potensi perbedaan, kemungkinan 3 April (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/56/2570483/kapan-1-ramadan-2022-brin-ungkap-ada-potensi-perbedaan-kemungkinan-3-april-sxtwsh5nPL.jpg</image><title>Kapan 1 Ramadan 2022, BRIN ungkap ada potensi perbedaan, kemungkinan 3 April (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Awal Ramadan 2022 berpotensi ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan hasil sidang isbat Pemerintah yang akan digelar Jumat, 1 April 2022. Demikian dikatakan peneliti astronomi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR LAPAN) BRIN.
Dilansir dari laman LAPAN, Rabu (30/3/2022), hal ini disampaikan oleh peneliti astronomi OR LAPAN BRIN, Thomas Djamaluddin. Dia menyatakan bahwa perbedaan ini akan terjadi kembali karena sejak 2017 penetapan awal Ramadan selalu sama antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Thomas menerangkan, dengan melihat garis tanggal awal Ramadan 1443, terlihat jelas potensi perbedaan penetapan Ramadan, di mana  kriteria Wujudul Hilal tersebut, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadan 1443 = 2 April 2022.
&amp;ldquo;Sebenarnya peringatan akan potensi perbedaan awal Ramadan 1443 sudah saya tuliskan di blog saya tentang Kalender 1443 dengan berbagai kriteria, juga ketika membandingkan dengan kondisi Rajab 1443,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Alquran dan Sains, Ungkap Rahasia Rasulullah Terhindar dari Penyakit, di Antaranya soal Makanan
Namun, lanjut dia, perlu ditambahkan pertimbangan terbaru terkait dengan kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) yang mengadopsi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Menurutnya, terkait patokan hilal yang sering dijadikan acuan pemerintah akan terlalu rendah untuk diamati dari biasanya tinggi bulan kurang dari 2 derajat.
&quot;Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat. Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang itsbat,&quot; papar dia.
Oleh karena itu, dirinya berpendapat, apabila mengacu pada rukyat maka penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriah pada 3 April 2022, maka 1 Ramadan 1443 kemungkinan besar pada 3 April 2022.
BACA JUGA:Hujan Es Berukuran Besar Bakal Sering Terjadi di Indonesia, Apa Penyebabnya?
Thomas juga menjelaskan, sejak awal 2022 Kemenag mengadopsi Kriteria Baru MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Kriteria baru tersebut, posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (negara-negara MABIMS) belum memenuhi kriteria.
Berdasarkan patokan MABIMS, Thomas menilai pada 1 April posisi bulan tidak mungkin teramati, jadi 1 Ramadan 1443 = 3 April 2022. Dia meyakini Sangat mungkin Sidang Itsbat pada 1 April 2022 akan memutuskan 1 Ramadan 1443 jatuh pada 3 April.
&quot;Hal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang mengumumkan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada 2 April 2022,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Awal Ramadan 2022 berpotensi ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan hasil sidang isbat Pemerintah yang akan digelar Jumat, 1 April 2022. Demikian dikatakan peneliti astronomi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR LAPAN) BRIN.
Dilansir dari laman LAPAN, Rabu (30/3/2022), hal ini disampaikan oleh peneliti astronomi OR LAPAN BRIN, Thomas Djamaluddin. Dia menyatakan bahwa perbedaan ini akan terjadi kembali karena sejak 2017 penetapan awal Ramadan selalu sama antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Thomas menerangkan, dengan melihat garis tanggal awal Ramadan 1443, terlihat jelas potensi perbedaan penetapan Ramadan, di mana  kriteria Wujudul Hilal tersebut, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadan 1443 = 2 April 2022.
&amp;ldquo;Sebenarnya peringatan akan potensi perbedaan awal Ramadan 1443 sudah saya tuliskan di blog saya tentang Kalender 1443 dengan berbagai kriteria, juga ketika membandingkan dengan kondisi Rajab 1443,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Alquran dan Sains, Ungkap Rahasia Rasulullah Terhindar dari Penyakit, di Antaranya soal Makanan
Namun, lanjut dia, perlu ditambahkan pertimbangan terbaru terkait dengan kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) yang mengadopsi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Menurutnya, terkait patokan hilal yang sering dijadikan acuan pemerintah akan terlalu rendah untuk diamati dari biasanya tinggi bulan kurang dari 2 derajat.
&quot;Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat. Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang itsbat,&quot; papar dia.
Oleh karena itu, dirinya berpendapat, apabila mengacu pada rukyat maka penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriah pada 3 April 2022, maka 1 Ramadan 1443 kemungkinan besar pada 3 April 2022.
BACA JUGA:Hujan Es Berukuran Besar Bakal Sering Terjadi di Indonesia, Apa Penyebabnya?
Thomas juga menjelaskan, sejak awal 2022 Kemenag mengadopsi Kriteria Baru MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Kriteria baru tersebut, posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (negara-negara MABIMS) belum memenuhi kriteria.
Berdasarkan patokan MABIMS, Thomas menilai pada 1 April posisi bulan tidak mungkin teramati, jadi 1 Ramadan 1443 = 3 April 2022. Dia meyakini Sangat mungkin Sidang Itsbat pada 1 April 2022 akan memutuskan 1 Ramadan 1443 jatuh pada 3 April.
&quot;Hal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang mengumumkan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada 2 April 2022,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
