<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Es Berukuran Besar Bakal Sering Terjadi di Indonesia, Apa Penyebabnya?</title><description>Hujan es menurut para ilmuwan akan sering terjadi ke depannya, bahkan dengan ukuran yang besar. Mungkin, ini akan berlangsung di Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/29/56/2569734/hujan-es-berukuran-besar-bakal-sering-terjadi-di-indonesia-apa-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/29/56/2569734/hujan-es-berukuran-besar-bakal-sering-terjadi-di-indonesia-apa-penyebabnya"/><item><title>Hujan Es Berukuran Besar Bakal Sering Terjadi di Indonesia, Apa Penyebabnya?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/29/56/2569734/hujan-es-berukuran-besar-bakal-sering-terjadi-di-indonesia-apa-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/29/56/2569734/hujan-es-berukuran-besar-bakal-sering-terjadi-di-indonesia-apa-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/56/2569734/hujan-es-berukuran-besar-bakal-sering-terjadi-di-indonesia-apa-penyebabnya-KpaXGCL7Z2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hujan es berukuran besar bakal sering terjadi di Indonesia, apa penyebabnya? (Foto: Atlas Obscura)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/56/2569734/hujan-es-berukuran-besar-bakal-sering-terjadi-di-indonesia-apa-penyebabnya-KpaXGCL7Z2.jpeg</image><title>Hujan es berukuran besar bakal sering terjadi di Indonesia, apa penyebabnya? (Foto: Atlas Obscura)</title></images><description>JAKARTA - Hujan es menurut para ilmuwan akan sering terjadi ke depannya, bahkan dengan ukuran yang besar. Mungkin, ini akan berlangsung pula di Indonesia, mengingat kerap mengalami fenomena ini.
Dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (29/3/2022), spesialis ilmu fisika di Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, Julian Brimelow, menjelaskan penyebab hujan es yang akan meningkat dan berukuran lebih besar.
BACA JUGA:Ilmuwan Sebut Kota di Dunia Akan Hilang Akibat Air Laut, Jakarta Paling Cepat Tenggelam
Brimelow mengatakan, udara yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak uap air, sementara suhu yang lebih tinggi juga berarti lebih banyak air yang diuapkan dari permukaan bumi.
Hal ini, sambungnya, diperkirakan akan menyebabkan curah hujan yang lebih deras dan badai yang lebih ekstrem di beberapa bagian dunia.
&quot;Saat planet terus menghangat, area di mana badai hujan es kemungkinan terjadi cenderung bergeser. Area yang sekarang memiliki kelembaban yang cukup menjadi faktor pembatas dapat menjadi lebih lembab dan akibatnya, frekuensi hujan es dapat meningkat,&quot; kata Brimelow.
BACA JUGA:Penjelasan Historis dan Arkeologis Kisah Ashabul Kahfi, Pemuda yang Tidur Ratusan Tahun
Kombinasi pengamatan perubahan-perubahan yang sudah terjadi dan pemodelan iklim, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa hujan es akan menjadi lebih sering di Australia dan Eropa, tetapi akan ada penurunan di Asia Timur dan Amerika Utara.
Meski begitu, mereka juga menemukan bahwa hujan es umumnya akan menjadi lebih intens.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan es menurut para ilmuwan akan sering terjadi ke depannya, bahkan dengan ukuran yang besar. Mungkin, ini akan berlangsung pula di Indonesia, mengingat kerap mengalami fenomena ini.
Dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (29/3/2022), spesialis ilmu fisika di Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, Julian Brimelow, menjelaskan penyebab hujan es yang akan meningkat dan berukuran lebih besar.
BACA JUGA:Ilmuwan Sebut Kota di Dunia Akan Hilang Akibat Air Laut, Jakarta Paling Cepat Tenggelam
Brimelow mengatakan, udara yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak uap air, sementara suhu yang lebih tinggi juga berarti lebih banyak air yang diuapkan dari permukaan bumi.
Hal ini, sambungnya, diperkirakan akan menyebabkan curah hujan yang lebih deras dan badai yang lebih ekstrem di beberapa bagian dunia.
&quot;Saat planet terus menghangat, area di mana badai hujan es kemungkinan terjadi cenderung bergeser. Area yang sekarang memiliki kelembaban yang cukup menjadi faktor pembatas dapat menjadi lebih lembab dan akibatnya, frekuensi hujan es dapat meningkat,&quot; kata Brimelow.
BACA JUGA:Penjelasan Historis dan Arkeologis Kisah Ashabul Kahfi, Pemuda yang Tidur Ratusan Tahun
Kombinasi pengamatan perubahan-perubahan yang sudah terjadi dan pemodelan iklim, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa hujan es akan menjadi lebih sering di Australia dan Eropa, tetapi akan ada penurunan di Asia Timur dan Amerika Utara.
Meski begitu, mereka juga menemukan bahwa hujan es umumnya akan menjadi lebih intens.</content:encoded></item></channel></rss>
