<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaspersky Masuk Daftar Hitam AS, Dinilai Ganggu Keamanan</title><description>Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS) memasukan perusahaan keamanan siber Kaspersky ke daftar hitam perusahaan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/28/54/2569184/kaspersky-masuk-daftar-hitam-as-dinilai-ganggu-keamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/28/54/2569184/kaspersky-masuk-daftar-hitam-as-dinilai-ganggu-keamanan"/><item><title>Kaspersky Masuk Daftar Hitam AS, Dinilai Ganggu Keamanan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/28/54/2569184/kaspersky-masuk-daftar-hitam-as-dinilai-ganggu-keamanan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/28/54/2569184/kaspersky-masuk-daftar-hitam-as-dinilai-ganggu-keamanan</guid><pubDate>Senin 28 Maret 2022 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/28/54/2569184/kaspersky-masuk-daftar-hitam-as-dinilai-ganggu-keamanan-VHlXdXvnqt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kaspersky masuk daftar hitam AS, dinilai ganggu keamanan (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/28/54/2569184/kaspersky-masuk-daftar-hitam-as-dinilai-ganggu-keamanan-VHlXdXvnqt.jpg</image><title>Kaspersky masuk daftar hitam AS, dinilai ganggu keamanan (Foto: Getty Images)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS) memasukan perusahaan keamanan siber Kaspersky ke daftar hitam perusahaan, sebab dinilai berisiko mengancam keamanan nasional.
Dikutip dari Engadget, Senin (28/3/2022), disebutkan bahwa langkah ini, menandai pertama kalinya FCC memasukkan perusahaan asal Rusia ke daftar hitam mereka.
Dengan masuknya Kaspersky ke daftar hitam, kini perusahaan AS tidak dapat lagi menggunakan dana subsidi dari FCC senilai US$ 8 miliar atau Rp114 triliun untuk membeli produk dan layanan Kaspersky.
BACA JUGA:Cara Kirim Chat WhatsApp ke Banyak Orang Secara Bersamaan
Namun, Komisaris FCC Brendan Car mengatakan, keputusan ini akan membantu AS mengamankan jaringannya dari ancaman spionase yang ditimbulkan oleh entitas yang didukung negara Rusia.
Sebelumnya, Otoritas keamanan siber Jerman (BSI) juga telah memperingatkan agar tidak menggunakan anti-virus buatan perusahaan Rusia, Kaspersky.
BSI merekomendasikan produk anti-virus Kaspersky diganti dengan alternatif lain.
Menanggapi hal itu, CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky menganggap boikot yang diterima perusahaannya bersifat politis dan mengada-ada.
BACA JUGA:Will Smith Tampar Chris Rock di Oscar 2022, Trending Topik di Twitter Capai 1,7 Juta Kicauan
Eugene menyebut apa yang dituduhkan merupakan pernyataan yang tidak memiliki dasar. Pasalnya tidak ada bukti yang menyatakan bahwa produk Kaspersky berbahaya.
&quot;Tanpa merinci, saya dapat mengatakan bahwa klaim ini adalah spekulasi yang tidak didukung oleh bukti objektif apa pun atau menawarkan detail teknis,&quot; kata Eugene.
&quot;Tidak ada bukti penggunaan atau penyalahgunaan Kaspersky untuk tujuan berbahaya yang pernah ditemukan dan dibuktikan dalam sejarah perusahaan selama dua puluh lima tahun,&quot; lanjutnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS) memasukan perusahaan keamanan siber Kaspersky ke daftar hitam perusahaan, sebab dinilai berisiko mengancam keamanan nasional.
Dikutip dari Engadget, Senin (28/3/2022), disebutkan bahwa langkah ini, menandai pertama kalinya FCC memasukkan perusahaan asal Rusia ke daftar hitam mereka.
Dengan masuknya Kaspersky ke daftar hitam, kini perusahaan AS tidak dapat lagi menggunakan dana subsidi dari FCC senilai US$ 8 miliar atau Rp114 triliun untuk membeli produk dan layanan Kaspersky.
BACA JUGA:Cara Kirim Chat WhatsApp ke Banyak Orang Secara Bersamaan
Namun, Komisaris FCC Brendan Car mengatakan, keputusan ini akan membantu AS mengamankan jaringannya dari ancaman spionase yang ditimbulkan oleh entitas yang didukung negara Rusia.
Sebelumnya, Otoritas keamanan siber Jerman (BSI) juga telah memperingatkan agar tidak menggunakan anti-virus buatan perusahaan Rusia, Kaspersky.
BSI merekomendasikan produk anti-virus Kaspersky diganti dengan alternatif lain.
Menanggapi hal itu, CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky menganggap boikot yang diterima perusahaannya bersifat politis dan mengada-ada.
BACA JUGA:Will Smith Tampar Chris Rock di Oscar 2022, Trending Topik di Twitter Capai 1,7 Juta Kicauan
Eugene menyebut apa yang dituduhkan merupakan pernyataan yang tidak memiliki dasar. Pasalnya tidak ada bukti yang menyatakan bahwa produk Kaspersky berbahaya.
&quot;Tanpa merinci, saya dapat mengatakan bahwa klaim ini adalah spekulasi yang tidak didukung oleh bukti objektif apa pun atau menawarkan detail teknis,&quot; kata Eugene.
&quot;Tidak ada bukti penggunaan atau penyalahgunaan Kaspersky untuk tujuan berbahaya yang pernah ditemukan dan dibuktikan dalam sejarah perusahaan selama dua puluh lima tahun,&quot; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
