<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRIN Ungkap Teknologi Canggih Pemantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan</title><description>BRIN mengungkap teknologi canggih untuk memantau hilal, hal ini digunakan dalam menentukan awal puasa Ramadan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567779/brin-ungkap-teknologi-canggih-pemantau-hilal-untuk-tentukan-awal-puasa-ramadan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567779/brin-ungkap-teknologi-canggih-pemantau-hilal-untuk-tentukan-awal-puasa-ramadan"/><item><title>BRIN Ungkap Teknologi Canggih Pemantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567779/brin-ungkap-teknologi-canggih-pemantau-hilal-untuk-tentukan-awal-puasa-ramadan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2022/03/25/56/2567779/brin-ungkap-teknologi-canggih-pemantau-hilal-untuk-tentukan-awal-puasa-ramadan</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Muhajir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/56/2567779/brin-ungkap-teknologi-canggih-pemantau-hilal-untuk-tentukan-awal-puasa-ramadan-66tDomuE4K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BRIN ungkap teknologi canggih pemantau hilal untuk tentukan awal puasa Ramadan (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/56/2567779/brin-ungkap-teknologi-canggih-pemantau-hilal-untuk-tentukan-awal-puasa-ramadan-66tDomuE4K.jpg</image><title>BRIN ungkap teknologi canggih pemantau hilal untuk tentukan awal puasa Ramadan (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap teknologi canggih untuk memantau hilal, hal ini digunakan dalam menentukan awal puasa Ramadan.
Dilansir dari Instagram @pussansa_lapan, Jumat (25/3/2022), peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, MSc, menyampaikan perihal teknologi canggihnya.
&quot;Para Perukyat kini, telah menggunakan teleskop yang umumnya sudah dilengkapi teknologi otomatisasi komputer, sehingga dapat secara langsung mengarah ke posisi Bulan,&quot; kata Thomas.
BACA JUGA:Tragis, Es di Puncak Gunung Jayawijaya Papua Musnah pada 2025, Ini Penyebabnya
Dia menjelaskan, dulu para perukyat melakukannya dengan cara  mengarahkan agar pengamat fokus melihat ke ara tertentu, sebatas alat untuk pemfokusan objek, sebelum ada teknologi optik.
&quot;Lalu, teknologi teleskop berkembang. Sehingga, bisa membantu apakah cahaya yang dilihat benar hilal atau bukan,&quot; ujarnya.
Adapun disebutkan bahwa sekarang perukyat telah memanfaatkan kamera digital supaya citranya dapat diolah dengan software khusus astronomi, alhasil kontrasnya bisa diatur sesusai kebutuhan.
&quot;Kamera digital dapat merekam dan memotret banyak gambar, lalu menggunakan software processing image, beberapa gambar ditumpuk untuk dibandingkan dan menampilkan hilalnya,&quot; jelas dia.
BACA JUGA:Benda Raksasa di Luar Angkasa Bertabrakan, Ancaman Bagi Penghuni Bumi?
Teknik menumpuk citra digiral ini, sambungnya, merupakan salah satu cara menampakkan citra lebih jelas, tetapi andai wujud hilalnya sangat tipis akan sulit terlihat.
Atas dasar ini, dibutuhkan kriteria yang telah disepakati tentang ketampakan hilal, khususnya parameter tinggi Bulan minimal 2 derajat, atau beda tinggi Bulan-Matahari minimal 4 derajat atau sama dengan tinggi Bulan 3 derajat, dan elongasi Bulan minimal 6,4 derajat untuk kawasan barat Asia Tenggara.
&quot;Jadi, teknik dengan teleskop, kamera digital, ditambah image processing, itulah teknologi yang digunakan dalam membantu pengamatan hilal saat ini&amp;lt;&quot; papar Thomas.
Kendati demikian, teknologi lama juga masih dipakai sebagai bahan pertimbangan tambahan, misalnya gawang lokasi untuk mengarahkan pengamatan, binokuler, dan teleskop manual.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap teknologi canggih untuk memantau hilal, hal ini digunakan dalam menentukan awal puasa Ramadan.
Dilansir dari Instagram @pussansa_lapan, Jumat (25/3/2022), peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, MSc, menyampaikan perihal teknologi canggihnya.
&quot;Para Perukyat kini, telah menggunakan teleskop yang umumnya sudah dilengkapi teknologi otomatisasi komputer, sehingga dapat secara langsung mengarah ke posisi Bulan,&quot; kata Thomas.
BACA JUGA:Tragis, Es di Puncak Gunung Jayawijaya Papua Musnah pada 2025, Ini Penyebabnya
Dia menjelaskan, dulu para perukyat melakukannya dengan cara  mengarahkan agar pengamat fokus melihat ke ara tertentu, sebatas alat untuk pemfokusan objek, sebelum ada teknologi optik.
&quot;Lalu, teknologi teleskop berkembang. Sehingga, bisa membantu apakah cahaya yang dilihat benar hilal atau bukan,&quot; ujarnya.
Adapun disebutkan bahwa sekarang perukyat telah memanfaatkan kamera digital supaya citranya dapat diolah dengan software khusus astronomi, alhasil kontrasnya bisa diatur sesusai kebutuhan.
&quot;Kamera digital dapat merekam dan memotret banyak gambar, lalu menggunakan software processing image, beberapa gambar ditumpuk untuk dibandingkan dan menampilkan hilalnya,&quot; jelas dia.
BACA JUGA:Benda Raksasa di Luar Angkasa Bertabrakan, Ancaman Bagi Penghuni Bumi?
Teknik menumpuk citra digiral ini, sambungnya, merupakan salah satu cara menampakkan citra lebih jelas, tetapi andai wujud hilalnya sangat tipis akan sulit terlihat.
Atas dasar ini, dibutuhkan kriteria yang telah disepakati tentang ketampakan hilal, khususnya parameter tinggi Bulan minimal 2 derajat, atau beda tinggi Bulan-Matahari minimal 4 derajat atau sama dengan tinggi Bulan 3 derajat, dan elongasi Bulan minimal 6,4 derajat untuk kawasan barat Asia Tenggara.
&quot;Jadi, teknik dengan teleskop, kamera digital, ditambah image processing, itulah teknologi yang digunakan dalam membantu pengamatan hilal saat ini&amp;lt;&quot; papar Thomas.
Kendati demikian, teknologi lama juga masih dipakai sebagai bahan pertimbangan tambahan, misalnya gawang lokasi untuk mengarahkan pengamatan, binokuler, dan teleskop manual.</content:encoded></item></channel></rss>
